6 Hal penting tentang gangguan saluran kencing pada kucing (FLUTD) – TANYA DOKTER HEWAN

6 Hal penting tentang gangguan saluran kencing pada kucing (FLUTD)

6 Hal penting tentang gangguan saluran kencing pada kucing (FLUTD)

Bagi pemilik kucing, membersihkan litter box (kotak pasir) harian sangat penting untuk melihat kondisi kesehatan kucing dari bentuk feses (pup/kotoran) ataupun bau urin (kencing), warna dan banyaknya urin yang dikeluarkan.

Jika rajin membersihkan setiap hari, maka akan mudah terlihat adanya perubahan bentuk feses maupun urinnya.

Bentuk urin yang normal yaitu cair, baunya pesing normal (tidak terlalu mneyengat), warnanya kuning muda (bisa lebih tua atau lebih muda tergantung konsumsi air), tidak ada batuan (endapan).

Jika ditemukan urin dengan bau yang menyengat, keluarnya menetes sedikit demi sedikit, kucing kesakitan, dan kencing bercampur darah. Kemungkinan kucing mengalami gangguan saluran kencing.

 Infeksi dan gangguan saluran kencing ini cukup sulit di deteksi dini, akan terlihat saat sudah memperlihatkan gangguan kencing, kencing berdarah, dan sakit saat kencing. 

Seperti juga manusia, ternyata kucing juga bisa mengalami infeksi serta gangguan saluran kencing. Penyebabnya bisa kombinasi dari berbagai hal, maka pada kasus gangguan urinasi pada kucing dikenal dengan FLUTD (Feline Lower Urinary Tract Disease). 

 

6 Hal penting gangguan saluran kencing pada kucing (FLUTD) 

1.FLUTD merupakan istilah untuk gangguan saluran kencing bagian bawah pada kucing.

FLUTD (Feline Lower Urinary Tract Disease) yang dapat dikenal juga dengan FUS (Feline Urologic Syndrome) adalah gangguan pada saluran urinasi bagian bawah yang menyebabkan kucing kesakitan saat buang air kecil.

Penyakit yang termasuk FLUTD adalah cycitis (infeksi kandung kemih), urethritis (infeksi saluran kemih), urolithiasis (kristal atau batu yang ada di saluran urin), dan semua penyakit yang meliputi organ pada sistem urinasi.

2. Agen penyakit, salah satu penyebab infeksi saluran kencing pada kucing

Kucing yang senang bermain diluar, biasanya suka meminum sembarang air. Jika air yang diminum tercemar, sangat mungkin mengandung bakteri yang dapat menyebabkan FLUTD. Pada saluran kemih sebenarnya terdapat bakteri sebagai flora alami dalam tubuh. Tetapi, saat daya tahan tubuh menurun, agen penyakit lain seperti virus dan jamur serta bakteri negatif dapat masuk dan menyebabkan infeksi pada saluran dan kandung kemih.

3. Kucing juga bisa mengalami FLUTD dari pola makan dan minum yang kurang baik

Kristal atau batu(urolith) pada kondisi urolithiasis berasal dari kumpulan garam mineral seperti kalsium oksalat dan fosfat yang tidak dapat diserap tubuh. Garam mineral tersebut menggumpal dan akhirnya menyumbat saluran. Penyebabnya bermacam-macam mulai dari jarang melakukan aktivitas, kurang minum air putih,atau nutrisi yang tidak berimbang.   Selalu pastikan tempat minum terisi penuh. Perhatikan apakah kucing sudah minum air putih yang cukup atau tidak. Kucing yang kurang minum dapat menyebabkan organ pada sistem urinasi luka.

4 Kucing Jantan memiliki resiko lebih tinggi terkena FLUTD

Kucing jantan maupun kucing betina bisa menderita gangguan ini. Tetapi, kucing jantan mempunyai sakuran yang lebih panjang dan berbelok dibanding dengan kucing betina sehingga lebih mudah mengalaminya.

Saluran kencing Kucing jantan (male) dan betina (female) (Sumber: Catfriendly.com)

5. Kucing yang berat badannya berlebih (Obesitas) juga bisa terkena FLUTD

Kucing yang terlalu gemuk akan mengalami gangguan metabolisme karena pengaruh tumpukan lemak pada organ dalam sehingga sangat mungkin kerja sistem urinasi juga terganggu. Selain karena banyaknya lemak, kucing yang obesitas kesulitan untuk membersihkan daerah penis atau vulva setelah kencing, jadi sangat mungkin ada infeksi bakteri.

6. Biasanya, FLUTD terjadi pada kucing usia tua

Kasus FLUTD kebanyakan terjadi pada kucing berumur diatas 4 tahun. Walaupun banyak juga kasus pada kucing berumur 1 tahun, namun jarang ada kasus terjadi pada kucing anak-anak atau yang berusia dibawah setahun. Pada kucing yang sudah tua, aktivitas metabolisme akan melambat sehingga akan lebih lambat menjalankan fungsinya.

 

Bagaimana ciri-ciri kucing yang mengalami gangguan kencing? 

Kucing yang mengalami gangguan kencing akan memperlihatkan sakit saat kencing, biasanya cenderung lama di kotak pasir (litterbox) tapi tidak ada kencing yang keluar.

Kencing akan terlihat menetes,

Kencing bercampur darah

Kencing bau menyengat

Perut terlihat membesar (jika tdak kencing lebih dari 2 hari)

Kucing tidak nafsu makan

Kucing lemas

Kucing nafas nya bau

Overgrooming (menjilat bagian tertentu berlebihan terutama daerah penis, atau vulva), menandakan sakit atau tidak nyaman pada daerah tersebut.

 

Apa yang perlu diperhatikan pada kebiasaan kencing kucing?

  1. Waktu kencing  dalam 1 hari

Cek berapa kali kucing melakukan urinasi, apakah dalam kurang dari 3x atau malah tidak sama sekali.  FLUTD ditandai dengan frekuensi urinasi yang tidak wajar.

2. Ekspresi saat kencing

Perhatikan berapa lama kucing mengambil ancang-ancang saat urinasi. Apakah ada tanda-tanda seperti merasakan sakit atau tidak. Jika membutuhkan waktu lama dan terlihat sakit, mungkin terjadi penyumbatan disaluran atau infeksi yang menyebabkan sakit saat proses pengeluaran.

Tetapi jika kucing urinasi tanpa ancang-ancang dan cenderung tidak bisa mengntrol pengeluaran urinnya, itu tanda bahwa otot pada saluran urin terganggu dan merupakan salah satu bentuk FLUTD.

posisi normal kucing kencing
(Sumber: smartfamilypets.com)

3. Warna Kencing

Warna urin yang normal pada kucing sama seperti manusia, kuning cerah dan bening. Perhatikan warna urin,  jika keruh, kemungkinan tedapat mineral pada saluran urinasi. Jika ada warna merah segar, organ atau saluran kemih mengalami pendarahan.

 

Apa yang harus dilakukan jika kucing kita mengalami FLUTD?

1.Periksakan ke dokter hewan

Jika mendapati kucing peliharaan mengalami salah satu gejala, jangan tunggu lama dan segera periksakan ke dokter hewan. Penanganan kasus FLUTD yang ringan membutuhkan pemasangan kateter untuk mengeluarkan urin dan terapi nutrisi agar kristal dapat terurai dengan sendirinya. Dokter juga akan memberikan antibiotik sebagai pengobatan infeksi bakteri.

Tetapi pada kasus yang berat, diperlukan tindakan bedah agar batu bisa langsung diangkat. Gangguan urinasi dapat berakibat fatal pada kucing jika tidak segera ditangani.

2. Ganti makanan

Ganti makanan kucing dengan makanan khusus gangguan urinasi. Mintalah rekomendasi dokter hewan untuk jenis makanan yang sesuai dengan kondisi kucing. Jangan lupa kombinasikan makanan kering dan basah. Lembutkan dan suapkan makanan bila kucing tidak mau makan.

3. Berikan perawatan maksimal

Kucing dengan infeksi parah biasanya akan dehidrasi dan lemas. Kucing sakit memerukan perhatian yang lebih. Pastikan kandang nyaman dan hangat dan jaga selalu kucing yang sakit.

 

Bagaimana agar kucing terhindar dari FLUTD?

 

Gangguan kencing pada kucing umumnya terjadi karena akumulasi dari gaya hidup dan pola makan yang kurang tepat. Pencegahan bisa dilakukan untuk mengurangi resiko terkena gangguan kencing pada kucing. Beberapa hal yang bisa dilakukan yaitu :

  1. Berikan nutrisi yang seimbang 

Penting untuk perhatikan jenis makanan yang dimakan kucing, ada baiknya tidak memberikan makanan kering terus menerus. Sesekali juga perlu diberikan makanan basah, selain menghindari bosan juga menurunkan resiko kurang nya cairan yang menyebabkan gangguan kencing.

2.  Perbanyak konsumsi cairan 

Cairan tidak hanya dari air minum, tapi bisa juga berasal dari makanan. Sebaiknya setiap hari diberikan minum yang cukup.

Info lebih lengkap jumlah air minum kucing cek disini : berapa banyak kucing minum sehari? 

3. Jaga kebersihan kotak pasir 

Kotak pasir sebaiknya rutin dibersihkan, usahakan jika basah perlu segera diganti. Selain membuat kucing tidak nyaman karena basah, kondis lembab kotak pasir bisa juga menjadi sumber perkembangan jamur dan bakteri. Jadi memang sebaiknya kotak pasir dibersihkan setiap hari, terutama jika pasir basah perlu diganti pasir yang baru.

 

Benarkah pemberian makanan kering (dryfood) bisa menyebabkan gangguan kencing (FLUTD)? 

Pemberian makanan kering tanpa diimbangi dengan minum yang cukup dan jumlah makan perhari yang berlebihan akan meningkatkan resiko terkena gangguan kencing pada kucing. Hal ini disebabkan oleh kandungan air pada makanan kering yang sedikit (kurang dari 10 %), sehingga konsumsi air pun tidak terpenuhi. Ketika air yang masuk kedalam tubuh sedikit, garam mineral yang terkandung dalam makanan akan lebih banyak mengendap dan bisa menyebabkan sumbatan pada saluran kencing kucing. 

 

Referensi:

 

Elrdedge, D. Cat owner’s home veterinary handbook 3rd edition. 2008. New Jersey: Wiley Publishing

Little SE (editor). 2012. The cat clinical medicine and management. Elsevier.

 

Leave a Reply

*