Wanita, kucing, dan Toxoplasma – TANYA DOKTER HEWAN

Wanita, kucing, dan Toxoplasma

Wanita, kucing, dan Toxoplasma

Kerap kali ku mendengar perkataan orang-orang sekitar kalau aku sedang bermain dengan kucing ku. Bukan kucingku tepatnya, tapi kucing liar disekitar rumah ku. Memang dia tidak secantik kucing yang kalian sebut kucing ras. Tapi, mereka lucu, cantik dan menggemaskan, bahkan memiliki tingkah laku yang baik, sopan dan menarik menurutku.

Awalnya mereka takut saat didekati, akhirnya mereka senang datang kembali karena pernah ku beri makan. Ketika aku melakukan itu, banyak sekali orang yang memandang ku sambil berkomentar “ eh, anak gadis gak usah deket-deket kucing kampung, kotor, bau, nanti gak bisa punya anak loh!”

Waduh, aku langsung tertegun, mana mungkin bermain dengan kucing bisa membuat kita tidak bisa punya anak alias mandul? Eh tapi setelah aku pikir kembali, ya iya kalau aku tidak memiliki suami lalu aku main dengan kucing terus menerus tentu aku tidak bisa hamil ya. Aku tertawa hahaha dalam hati ku, sambil simpul senyum itu aku tunjukkan.

Tidak hanya satu atau dua orang yang mengatakan hal tersebut padaku, mereka bilang bulu kucing itu bisa membuat mandul, tidur sama kucing bisa membuat mandul. Hal ini membuat ku sangat penasaran, akhirnya aku membuat penelitian dan pencarian kecil-kecilan ku. Tepatnya mencari literatur yang sesuai dari jurnal ilmiah, buku, serta artikel ilmiah. Jaman sekarang mudah sekali mendapat informasi, hanya ketik saja di mesin pencari langsung muncul semua hal mengenai yang kita inginkan. Akhirnya saat aku mengetik ibu hamil dan kucing, kucing penyebab mandul. Banyak sekali artikel yang muncul. Setelah aku baca-baca ternyata memang kucing memiliki anugrah luar biasa sehingga parasit yang bernama Toxoplasma ini hanya berkembang di tubuh bangsa kucing (Felidae) dan menjadi infektif alias bisa menginfeksi hewan lain hanya dari kotoran kucing saja.

Loh, jadi selama ini penularannya hanya dari kotoran saja? Itu pun kalau ada ookista alias telur parasit ini yang masuk melalui mulut kita. Tapi kan gak mungkin ya kita makan kotoran kucing, hiiii. Yang paling mungkin ya kalo kita lupa atau tidak terbiasa cuci tangan setelah memegang kotoran kucing. Ah tapi itu juga tidak mungkin, karena selama ini aku selalu menggunakan sekop kalau ingn mengambil kotoran kucing. Bukan langsung dengan tangan ku, tidak terbayang bau nya kalau sampai aku sentuh. Lagian kotoran kan jijik dan bau, tentu kalau habis menyentuhnya aku cuci tangan. Tapi ternyata cuci tangan saja dengan air tidak cukup, perlu dengan sabun sehingga kalau ada ookistanya bisa jatuh.

Lalu bagaimana dengan bulu atau rambutnya, serta kebiasaan kita tidur dan tinggal bersama kucing, apakah juga bisa terinfeksi?

Selain dari kotoran kucing, penularan lain yang mungkin berasal dari makan makanan atau sayuran yang terdapat ookista infektif dari toxoplasma. Jadi kalau rambutnya, kita mengelus kucing, tinggal bersama kucing tidak menularkan toxoplasma. Tapi kalau kita makan makanan dari hewan yang di dagingnya terdapat parasit Toxoplasma, kita bisa terinfeksi juga.

Jadi, pastikan kalau kita memakan daging yang matang sebaiknya kurangi dan hindari makan makanan setengah matang. Ternyata Toxoplasma ini mati kalau dilakukan pemanasan diatas 70C loh.

Alhamdulillah sih aku lebih suka makan makanan matang, kalau pesan steak juga pesannya tang well done. Tapi sedikit was was juga sih kalo makan sate gitu, soalnya sangat mungkin setengah matang. Jadi kayaknya kalau ibu hamil kurang-kurangi makan sate atau olahan setengah matang.

Oh iya, ternyata kalau kucing atau hewan yang terinfeksi parasit ini gejalanya tidak signifikan loh. Mirip seperti gejala penyakit lainnya. Tapi dengan pemeriksaan lanjutan bisa diketahui status infeksinya. Untuk kucing belum ada vaksin untuk parasit ini, tapi bisa dilakukan pemeriksaan. Kalau gejala klinisnya mengarah ke infeksi toxoplasma disertai dengan hasil tes yang menandakan sedang terjadi infeksi akut. Bisa diobati kok dengan menggunakan antibiotik.

Pada manusia ada yang namanya tes TORCH ini untuk mengetahui status infeksi terhadap Toxoplasma, Rubella, Citomegalovirus, dan herpes simplex). Bagusnya sih memang kalau ibu hamil atau yang akan menikah melakukan tes ini, tapi karena lumayan mahal, masih jarang yang melakukannya. Kecuali memang beresiko atau ada riwayat keguguran berkali-kali.

Kenapa ibu hamil selalu dikaitkan dengan TORCH ? Karena infeksi yang terjadi pada ibu hamil bisa menyebabkan keguguran, gangguan perkembangan janin, bahkan melahirkan janin yang mengalami kelainan salah satunya hidrocephalus.

Tapi tidak hanya ibu hamil saja loh ! Infeksi parasit ini terjadi juga pada pria, anak-anak, wanita yang tidak hamil. Gejala klinisnya tergantung ke organ apa parasit ini menginfeksi, bisa terjadi pada mata, otot, saluran reproduksi, syaraf. Tentu untuk mengetahuinya perlu pemeriksaan lanjutan. Kalau memang sedang terjadi infeksi tentu dilakukan treatment yang sesuai oleh dokter.

Terus bagaimana pencegahannya?

Hal paling sederhana tapi paling sering lupa yaitu mencuci tangan dengan sabun. Menjaga kebersihan diri dengan makan makanan bergizi, sebaiknya matang bisa mengurangi resiko infeksi. Jika memang kontak dengan kucing dan kotorannya sebaiknya segera bersihkan kotoran kucing, jangan menunda sampai berhari-hari. Pastikan setelahnya mencuci tangan ya.

Jadi, mengelus kucing, tidur bersama kucing tidak akan menyebabkan penularan toxoplasma asal kita menjaga kucing kita makan makanan matang, kita makan makanan yang matang juga, lalu jangan lupa mencuci tangan dengan sabun. Tak perlu khawatir dengan kucing ya, kucing tidak salah kok !

 

Silahkan baca juga ini ya :

10 fakta toxoplasmosis

6 cara mencegah infeksi toxoplasma 

Cek juga disini : Siklus hidup Toxoplasma 

Ibu Hamil tidak masalah memelihara kucing 

Makan daging mentah atau setengah matang meningkatkan resiko infeksi toxoplasma 

 

Leave a Reply

*