Mengapa dokter tidak memberikan diagnosa dan resep obat secara online? – TANYA DOKTER HEWAN

Mengapa dokter tidak memberikan diagnosa dan resep obat secara online?

Mengapa dokter tidak memberikan diagnosa dan resep obat secara online?
Sebelumnya, baca juga ya syarat ketentuan tanyadokterhewan.com disini : syarat dan ketentuan 

Saat ini penggunaan internet memang luar biasa manfaatnya, banyak sekali info yang bisa didapatkan dari sharing para ahli di berbagai bidang. Saya secara pribadi juga mendapat banyak manfaat yang banyak dari internet. Bayangin deh ! Modal kuota 5000 sehari bisa dapet hiburan, info yang seabrek manfaatnya. Alhamdulillah. 

Tapi sayangnya, dibalik manfaat luar biasa dari internet banyak juga pihak yang memanfaatkan untuk hal negatif, menyebar keresahan melalui berita bohong, menebar kebencian dengan memihak dan memojokkan satu pihak, mencari kesalahan orang lain yang terkenal biasanya dengan mencari jejak digitalnya. Luar biasa kan pengaruh internet di masyarakat? 
Yes, oleh karena itu pengguna internet harus cerdas, bijak, dan pandai memilah informasi yang masuk. 
Walaupun sadar sekali pengguna internet itu dari berbagai latar belakang yang membuat penerimaan terhadap internet maupun berita pun berbeda. Ada yang langsung share, ada yang dicari dulu kebenarannya dan lainnya. 
Yuk, cukup kita berkutat dengan manfaat internet yang luar biasa ini. 

Sekarang perlu diperhatikan penggunaan internet untuk mendukung dunia kesehatan dan dunia medis. Banyak juga provider serta experts yang membuat situs terpercaya, edukasi berdasarkan literatur yang benar (jurnal, textbook, hasil penelitian dll), dan memberikan pelayanan secara daring alias online. Dan luar biasanya, pelayanan ini diberikan secara cuma cuma alias gratis loh. Ada sih beberapa yang berbayar, terutama kalau mau curhat sama dokter nya secara lebih intens. Tapi tanyadokterhewan.com masih gratis kok. 
Seneng kan dapet info gratisan dari eksperts? Saya juga seneng banget, gara2 internet saya bisa dapat banyak info dari textbook, jurnal, prosiding, dan situs oficial berbagai institusi yang saya yakini kevalidannya dengan gratis. Jadi saya juga ingin share info yang saya dapatkan kepada banyak orang secara gratis. Saya bisa belajar, teman-teman juga bisa belajar. 

Dunia kedokteran memiliki keterbatasan, pemeriksaan wajib dilakukan ! 
Tapi, dalam dunia kesehatan terutama kedokteran khusus nya kedokteran hewan terdapat keterbatasan. Tidak bisa seorang dokter memberikan diagnosa (penentuan penyakit), prognosa (perkiraan perjalanan penyakit), bahkan terapi tanpa dilakukan pemeriksaan langsung. Bahkan ketika dilakukan pemeriksaan langsung pun mungkin saja ada hal yang miss atau terlupa. 
Apalagi dokter hewan, perlu melihat secara langsung kondisi hewan. Bukan hanya mempercayai kata kata dari pemilik atau penjaga hewan nya, tapi perlu dilakukan teknik pemeriksaan, disertai dengan pemeriksaan lanjutan jika diperlukan. Nah berdasarkan pemeriksaan ini, akan diketahui penyebab sakit yang dialami hewan, kemungkinan penyakit penyakit lain yang serupa, penanganan yang sesuai dengan kondisinya. 
Bisa saja pemilik bilang, anjing saya kena jamur dok. Saat diperiksa ternyata bukan jamur, tapi infeksi parasit lain seperti tungau, bahkan bisa juga efek stress yang menyebabkan infeksi bakteri dan lainnya. Sehingga tak heran kalau pengobatan coba coba yang diberikan pemilik bisa jadi tidak efektif. 

Anjing saya batuk, saya kasih obat batuk merk X boleh gak ya? Padahal nyatanya, batuk itu hanya gejala penyebabnya bisa beragam. Bahkan gagal jantung kronis juga salah satu gejalanya batuk. Nah loh ! 

Bisa juga pemilik bilang kucing saya terkena infeksi mata sepertinya chlamidya, walau di indonesia diagnosa untuk penyakit ini pun terbatas (krn perlu pakai teknik diagnosa lab lbh canggih) . Tapi dokter akan melihat gejala lain yang mengikuti seperti ada infeksi saluran nafas, ingus, dll. Nah ini kan bisa dilihat kalau ada pemeriksaan, perlu di cek dulu suara nafas dan lainnya. Jadi tidak semua infeksi mata itu disebabkan oleh chlamidya, bisa jadi awalnya iritasi, tercakar, jadi infeksi. hal tersebut sangat mungkin juga terjadi, kan? 

Saya khawatir ketika memberikan pengobatan tanpa pemeriksaan, hewan kesayangan teman teman akan menjadi lebih parah ! 

Dokter memang mengetahui ilmu nya, tau obat nya, tapi tanpa dilakukan pemeriksaan sayangnya tidak bisa dilakukan. Saya khawatir kondisi hewan kesayangan teman teman ternyata lebih parah dari yang saya duga, ternyata lebih buruk bahkan tidak sesuai yang saya duga dengan kenyataannya. Pemberian obat tanpa mengetahui gejala yang jelas akan membuat pengobatan tidak efektif, apalagi tanpa mengetahui berat badan nya, sedangkan dosis obat perlu disesuaikan dengan berat badan. Perhitungannya pun tidak simpel, perlu penyesuaian konsentrasi obat kalau memang tidak sesuai bentuk obat nya misalnya obat sirup dengan satuan mg/5 ml sementara dosis dalam satuan mg/kg berat badan. 

Saya juga khawatir ketika memberikan saran salep mata tanpa pemeriksaan menyebabkan jaringan mata menjadi mati, mata lebih terluka dalam.

 
Dokter dituntut berpikiran luas dan menganalisa, menyatukan berbagai informasi untuk diramu menjadi kesimpulan penyakit dan pengobatan yang sesuai. 
Karena untuk menentukan penyakit itu, seorang dokter tidak bisa berpikiran sempit. Dokter perlu berwawasan luas sesuai pengalaman dan juga hal yang dipelajari melalui berbagai media, mengumpulkan informasi, disertai dengan informasi yang diutarakan oleh pemilik, lalu melihat secara langsung ke hewannya. Jadi semua itu harus diramu, dianalisa menjadi sebuah kesimpulan yang bisa nantinya mempengaruhi pengobatan yang dilakukan. Bisa jadi juga pengobatannya tidak efektif saat itu, banyak hal yang mempengaruhinya bisa jadi ada penyakit kronis, kondisi tubuh yang buruk, bahkan kondisi daya tahan tubuh yang tidak bisa merespon. Nah ini juga memungkinkan perlu dilakukan pengobatan lanjutan, oleh karena itu dokter memonitor serta memberikan jadwal kontrol untuk penyakit penyakit yang kiranya membutuhkan evaluasi lebih lanjut. 

Dengan tidak mencoba memberikan obat obatan terutama obat manusia tanpa dosis dan pengawasan dokter, merupakan cara terbaik yang bisa dilakukan pemilik. Pemilik bisa memberikan kenyamanan kepada hewan peliharaan, pemilik bisa memberikan kasih sayang, perhatian, makanan yang menggugah selera, cairan yang cukup ketika hewan sakit. 

Menggunakan obat obatan herbal atau berasal dari alam, bisa menjadi pilihan dengan merujuk ke dunia kesehatan manusia secara alami. Namun pemilik juga perlu mengetahui keamanan nya untuk hewan. Biasanya karena bahan alami, konsentrasi zat nya juga sangat sedikit jadi perlu juga diimbangi dengan perawatan ekstra terhadap hewan kesayangannya. 

Tidak punya biaya? Diskusi dengan dokter nya, dokter bisa mengerti kok ! 
Sebagai pemilik sebaiknya lebih mengerti, karena memang tugas dokter untuk membantu saja sesuai kemampuan dan keilmuannya. Walau saya sadar juga memang saat ini keberadaan profesi ini masih terbatas, kadang masalah biaya juga jadi hambatan. 

Tapi ada baiknya mencoba untuk konsultasi dan melakukan pemeriksaan (karena setiap hewan punya hak mendapat pemeriksaan dan pengobatan). Tak jarang juga saya mendapati klien yang ingin sekali mengobati pasiennya dengan dana terbatas, sebagai dokter kita juga tidak tutup mata kok. Kita paham, kita mengerti, asal dijelaskan dan didiskusikan. Kalau diam saja, dokternya juga tidak akan tau kalau kita mengalami kekurangan dana dan lain sebagainya. 

Saya mengerti semua ingin memberikan yang terbaik untuk hewan kesayangannya, begitu juga dengan saya sebagai dokter hewan tidak ingin membahayakan kondisi hewan kesayangannya. Semoga kita sama-sama belajar ya 🙂 
Drh. Puspasari Respatiningtyas 

4 comments

Dok, kenapa ya kucing saya sakit mata. Matanya merah gitu, terus saya kasih salep teramicyn seperti biasa, selang 2 hari warna matanya berubah. Itu kenapa ya dok? Terima kasih

Pemberian obat mata sebaiknya dilakukan berdasarkan saran dokter hewan..perlu d cek dulu penyebab matanya menjadi merah, memang betul kalau merah bs jadi salah satu ciri radang. Pemberian salep antibiotik mmg bs membantu, tapi normalnya tdk akan terjadi perubahan warna mata, bs jadi ada efek samping yg tdk diinginkan dr obat atau bs jadi kondisi mata nya smkin parah.

Selamat pagi dok, dok saya ingin bertanya. Kucing saya berusia 4 bulan dan kemaren di suntik obat pereda demam tapi sekarang gk mau makan dan lemas dok dan ada ada luka di bagian kepala. kira kira kenapa ya dok?

Kucing demam memang menyebabkan kucing jd lemas, terlebih lagi ada luka bagian kepalanya bs jadi ada radang bahkan infeksi yg menyebabkan demam. Sebaiknya ttp diberikan pengobatan jika memang ada resep obat dr dokternya sembari diberikan makanan yg sesuai untuk kucing nya, biasanya makanan yg baunya menyengat akan lebih baik.

Leave a Reply

*