TANYA DOKTER HEWAN

Kenali 6 Tanda Kucing dan Anjing Sakit

Kenali 6 Tanda Kucing dan Anjing Sakit

Kenali 6 Tanda Kucing dan Anjing Sakit

Kondisi pada Anjing dan Kucing yang sangat tidak bisa dihindari salah satunya kondisi sakit.

Sakit merupakan respon  yang muncul jika ada ketidakseimbangan dalam tubuh yang menyebabkan rasa tidak nyaman dan mengganggu.

Sakit pada kucing dan anjing  bisa juga disebut sensasi tubuh yang sangat mengerikan, tidak menyenangkan. Sakit pada kucing dan anjing disebabkan oleh daya tahan tubuh menurun, terkena gangguan dari luar tubuh seperti penyakit, kecelakaan, luka, atau memang sakit karena tubuh tidak sanggup menanggung beban tertentu (stress yang berlebihan).

Tidak hanya manusia, kucing dan anjing sebagai makhluk hidup yang peka terhadap rangsang, memiliki sistem syaraf juga merasakan sakit. Sakit pada anjing dan kucing, tidak mudah diketahui karena komunikasi secara verbal tidak mungkin terjadi, hanya bisa melihat saja.

Tapi, sebagai pet owner yang mengamati setiap hari, tentu peka dan tau jika anjing dan kucingnya mengalami perubahan perilaku. Perubahan perilaku ini bisa merujuk pada kondisi sakit maupun karena kelainan perilaku lainnya.

Berikut adalah 6 tanda k sakit menurut IVAPM (International veterinary academy of pain management) :

  1. Aktifitas berkurang.

    Biasanya sangat jelas terlihat hewan menjadi lebih diam, lesu, hanya mau tiduran saja, diajak jalan, bermain tidak ada antusias, cenderung ingin bersembunyi di kotak maupun tempat yang hangat

  2. Tidak mau loncat ke permukaan yang lebih tinggi.

    Biasanya kucing sangat senang loncat ke meja, kursi, maupun permukaan lain yang lebih tinggi. Namun saat kondisi sakit, cenderung tidak ingin melakukan aktifitas ini. Bisa juga ini dikaitkan adanya gangguan pada otot, sendi, dan tulang. Misalnya terjadi patah tulang, pergeseran tulang, pergeseran sendi, ataupun luka memar di otot.

  3. Tidak nafsu makan.

    Sering sekali mendapatkan keluhan dari pet owner mengenai kondisi ini pada anjing dan kucing. Biasanya disertai dengan menanyakan pengobatannya, padahal seharusnya dilihat dan diperiksa secara seksama terlebih dahulu baru menanyakan pengobatan nya. kondisi ini kita bisa refleksikan pada diri sendiri. Jika kita sedang demam, sakit, ada luka apakah kita nafsu makan? menelan saja sulit kan? begitu juga dengan kondisi hewan peliharaan kita.

  4. Tidak mau naik dan turun tangga.

    Jika dirumah ada tangga menuju lantai lebih atas rumah, anjing maupun kucing akan sangat aktif naik dan turun tangga. Namun saat kondisi sakit biasa nya ada peradangan pada persendian dan tulang, cenderung tidak mau melakukan aktifitas ini lagi karena menyebabkan nyeri dan ngilu saat digerakkan.

  5. Gemetar, sulit bergerak setelah lama berbaring.

    Ini sering terjadi pada anjing dan kucing usia lanjut, yang biasanya mengalami gangguan pada pertulangan dan sendi, atau bisa juga pada anjing dan kucing yang sudah terlalu lama berbaring sehingga lemas.

  6. Menjilati berlebihan (overgrooming), atau bisa juga menjilati bagian tertentu secara berulang :

    Kondisi ini menandakan kondisi sakit yang cukup parah, namun kucing maupun anjing berusaha menyembunyikannya dan membuat nyaman dirinya dengan menjilati tubuh maupun bagian yang sakit dan luka.

 

Kenali 6 Tanda Kucing dan Anjing Sakit (credit : IVAPM)

 

Istilah lain yang umum saat kondisi sakit yaitu sakit akut dan sakit kronis. Sakit akut merupakan sakit yang terjadi seketika atau dalam waktu yang sebentar, misalnya sakit karena luka kecelakaan, sakit post operasi.

Sementara, sakit kronis merupakan sakit yang terjadi secara menahun atau dalam waktu yang lama, biasanya berhubungan dengan metabolisme misalnya sakit jantung kronis, infeksi ginjal kronis.

Biasanya pada kucing karena tidak terlalu ekspresif dalam menunjukkan rasa sakitnya, pemilik baru mengetahui kondisi sakit setelah kronis.

Kasus yang paling sering adalah adanya batu pada ginjal maupun saluran kemih, menyebabkan ginjal bekerja lebih keras sehingga lama kelamaan mengalami kegagalan ginjal kronis (CRF/Chronic renal failure).

Jika kondisi akut atau sakit pada kucing dan anjing yang baru biasanya bisa diamati dan dilihat dengan jelas tingkat kesakitannya:

Tingkat kesakitan bisa dinilai dari tingkat 0 untuk kondisi tidak sakit, dan nilai 4 untuk kondisi sangat sakit.

Bisa dinilai dari respon saat dilakukan palpasi atau memegang bagian yang kita anggap sakit serta dari kondisi fisik dan tingkah lakunya.

Nilai 0 : akan menunjukkan tingkah laku normal, masih bisa bergerak dengan nyaman, postur tubuhnya normal. saat disentuh bagian luka tidak terganggu.

Nilai 1 : gejala kesakitan seperti tidak nafsu makan, ingin bersembunyi biasanya di tempat yang hangat dan sepi.

Nilai 2 : mulai mengalami perubahan ekspresi, postur tubuh, rambut kusam, lemah, tidak nafsu makan, mulai marah jika dipegang bagian yang sakit.

Njlai 3 : perubahan postur menjadi lebih melindungi bagian yang sakit, bisa jadi sering mengeong kesakitan, atau mengeluarkan suara lirih seperti menangis pada anjing,

Nilai 4 : tidak bisa duduk, hanya bisa berbaring, respon sangat lemah, bahkan tidak ada respon sama sekali ketika disentuh bagian luka (karena rasa sakit yang teramat sangat), tubuh kaku agar tidak merasa kesakitan saat digerakkan.

Tingkat kesakitan pada kucing (credit : colorado university)

 

Kondisi sakit pada kucing dan anjing tentu sangat tidak nyaman, sama juga seperti yang kita rasakan ketika sakit, badan merasa tidak enak, tidak ingin banyak bergerak, tidak ingin melakukan aktifitas apapun.

Postur tubuh kucing yang mengalami kondisi sakit (B-E), A (kondisi normal) (credit : WSAVA)

Bagaimana untuk mengatasi kondisi sakit pada anjing dan kucing?

Anjing dan kucing yang sakit, perlu diberikan perhatian khusus agar tetap nyaman dan merasa aman, serta mengurangi kondisi sakitnya.

  1. memberikan alas tidur yang hangat dan lembut
  2. biarkan di kandang selama beberapa hari, agar persembuhannya bisa lebih cepat
  3. memberikan makan yang lembut dan bau nya menyengat
  4. memberikan minum yang cukup
  5. jika diperlukan, dokter akan memberikan obat anti nyeri untuk anjing dan kucing
  6.  pengobatan yang diberikan oleh dokter perlu diberikan secara teratur sesuai resep.

 

Sakit itu sangat tidak nyaman, sebaiknya ketika menemukan hewan sakit perlu diperhatikan bagian yang kira-kira menjadi sumber sakit, segera lakukan tindakan dengan membuat nyaman hewan.

Perlu segera diperiksakan ke dokter hewan jika kondisi sakit sudah muncul. Semakin ditunda atau melakukan tindakan yang tidak semestinya seperti memberikan obat sembarangan tanpa konsultasi dokter, tak jarang akan membuat kondisi semakin parah.

*P.S Jika ada yang ingin ditanyakan/didiskusikan jangan sungkan bertanya melalui komentar di bawah ini ya.
Jangan lupa juga share artikel ini agar informasinya bisa bermanfaat bagi orang lain.

Drh Puspasari Respatiningtyas.
https://tanyadokterhewan.com

Referensi :

Robertson S.2014. Feline Acute Pain Series ASSESSMENT OF ACUTE PAIN IN CATS. Today’s veterinary practice journal.

WSAVA : guidelines for recognition, assessment, and treatment of pain.