5 Cara Mencegah Kennel Cough (Batuk Pada Anjing)

5 Cara Mencegah Kennel Cough (Batuk Pada Anjing)

5 Cara Mencegah Kennel Cough (Batuk Pada Anjing)

Sama seperti manusia yang bisa mengalami gangguan saluran nafas, anjing pun bisa mengalami kondisi serupa.
Gangguan saluran nafas pada anjing bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, alergi, manifestasi dari kelainan organ jantung, dan penyebab lainnya. Continue reading

3 Tips dan Cara Membantu Anjing dan Kucing Melahirkan

3 Tips dan Cara Membantu Anjing dan Kucing Melahirkan

3 Tips dan Cara Membantu Anjing dan Kucing Melahirkan

Sebagai pemilik hewan peliharaan, memiliki anjing dan kucing betina yang bunting dan akan melahirkan mungkin bisa membuat bingung karena tidak memiliki pengalaman ssebelumnya. Tentunya selain bingung juga membuat perasaan deg degan  Continue reading

4 Hal yang penting diperhatikan saat masa kebuntingan Anjing dan kucing

4 Hal yang penting diperhatikan saat masa kebuntingan Anjing dan kucing

4 Hal yang penting diperhatikan saat masa kebuntingan Anjing dan kucing

Pada anjing kucing yang telah dikawinkan, masa kebuntingan  adalah masa yang dinantikan.

Kebuntingan pertama bagi kucing atau anjing betina merupakan kondisi yang membutuhkan perhatian seperti kebuntingan pertama pada manusia.

Pemeliharaan dan perawatan harus disesuaikan dengan kebutuhan betina yang sedang bunting. Pemilik sebaiknya mempunyai pencatatan yang lengkap dari mulai kapan betina tersebut dikawinkan.

Jadwal pemeriksaan oleh dokter hewan harus dilakukan rutin setelah dikawinkan, selama proses kebuntingan, dan setelah melahirkan.

Usia kebuntingan 3 minggu pasca perkawinan, sebaiknya bawa anjing atau kucing betina ke dokter hewan untuk diperiksa status kebuntingannya. 

Dokter hewan akan mengetahui kondisi bunting berdasarkan pemeriksaan menggunakan palpasi (perabaan) pada kebuntingan awal.

Usia kebuntingan tidak dihitung mulai dari saat betina dikawinkan melainkan saat sel telur telah dibuahi atau mulainya proses ovulasi. Kebuntingan berlangsung selama 65-72 hari (8 minggu) tergantung dari ras nya.

Jika dokter hewan telah menetapkan status kebuntingan, penting untuk mengetahui apa saja yang diperhatikan saat merawat betina yang sedang bunting.

4 Hal yang penting diperhatikan saat masa kebuntingan Anjing dan kucing
4 Hal yang penting diperhatikan saat masa kebuntingan Anjing dan kucing (dogsaholic.com)

Berikut 4 Hal yang perlu diperhatikan saat masa kebuntingan anjing dan kucing :

 

1. Perkembangan. Catat perkembangan dan perubahan fisik sesuai dengan tahapan – tahapan berikut:

  • Awal kebuntingan (7-14 hari): biasanya si betina akan berkurang nafsu makan karena merasakan sedikit mual. Hormon kebuntingan atau progesteron akan mempengaruhi kondisi si betina sehingga mulai terjadi perubahan.
  • 30-35 hari: puting susu akan berwarna lebih gelap, perut semakin membesar. Saat ini janin telah terbentuk namun belum teraba.
  • 43-45 hari: struktur tulang janin mulai terbentuk. Pemeriksaan USG dan ronsen sudah aman dilakukan. Jika dilakukan terlalu awal, radiasi dapat membahayakan janin.
  • 50 hari: Janin telah terbentuk sepenuhnya. Bentuk dan gerakan mulai teraba.
  • Akhir kebuntingan (60 hari-maksimal 72 hari) : pada tahapan ini, pemilik harus memberikan perhatian ekstra karena kelahiran dapat terjadi kapan saja. Persiapkan tempat yang nyaman untuk induk dan bayi.
Perkembangan Kebuntingan pada Kucing : (perchproject.tumblr.com)

2. Nutrisi

Induk bunting dan induk yang menyusui membutuhkan 2x lipat nutrisi yang dibutuhkan dari biasanya.

Agar kebutuhan nutrisinya terpenuhi, ganti atau campur makanan yang biasanya dengan makanan khusus untuk anjing atau kucing bunting.

Jika susah mendapatkannya, berikan makanan untuk anak.

Makanan untuk anak lebih kaya protein dan mineral sehingga dapat memenuhi kebutuhan nutrisi induk bunting. Berikan hingga masa menyusui selesai.

Setelah melahirkan induk akan mulai banyak makan karena mulai masa menyusui, jadi selalu sediakan makanan di tempat makan.

Jangan lupa selalu sediakan air yang cukup dan layak minum.

Apakah perlu memberikan susu untuk anjing dan kucing yang bunting?

Ibu dan wanita hamil biasanya disarankan mengonsumsi susu saat masa kehamilannya untuk memberikan asupan yang lebih pada ibu dan janin. Namun, pada anjing dan kucing pemberian susu terutama susu sapi yang mengandung laktosa pada anjing dan kucing dewasa sebenarnya tidak perlu diberikan.

Hal ini dikarenakan setelah usia 4 minggu, kucing maupun anjing sudah mulai mengalami perkembangan saluran cerna, sehingga sudah bisa mulai dikenalkan dengan makanan lainnya. Masa perkembangan ini juga menyebabkan perubahan pada saluran cerna, termasuk enzim lactase yang jumlahnya semakin sedikit.

Sehingga, fungsi enzim lactase yang memecah lactosa menjadi gula yang lebih sederhana tidak cukup. Kondisi ini menyebabkan banyaknya karbohidrat di saluran cerna (usus) sehingga suasana menjadi berubah yang menyebabkan kotoran (feses) menjadi encer dan kucing atau anjing menjadi mencret hingga menyebabkan diare.

3. Kandang 

Buat kandang senyaman mungkin bagi induk yang bunting. Saat mendekati proses kelahiran biasanya induk akan mencari tempat yang gelap dan tenang untuk mengisolasi dirinya sendiri. Tempatkan kandang di pojok ruangan yang tidak terlalu terlihat manusia dan berikan alas kain secukupnya hingga kandang terasa hangat.

Kandang yang nyaman untuk melahirkan tidak perlu terlalu luas. Cukup menggunakan kandang biasa kemudian dilapisi handuk dan koran.

Untuk anjing atau kucing yang tidak memiliki kandang, cukup gunakan kotak atau kardus berukuran 2x lipat dari ukuran induk kemudian dilapisi dengan handuk dan koran.

4. Perilaku

Perhatikan perilaku induk, Induk yang mendekati masa melahirkan biasanya mudah gelisah dan tidak punya napsu makan.

Pada hari-hari akhir kebuntingan (hari ke 60), perubahan perilaku dan suhu tubuh turun adalah tolak ukur waktu terjadinya kelahiran.

Pemilik harus memastikan induk tidak kekurangan cairan agar mempunyai tenaga yang cukup untuk melahirkan. Bisa disiasati dengan memberikan makanan basah sehingga baunya menyengat dan meningkatkan nafsu makan.

Berikan belaian dan perhatian maksimal agar induk tenang, terutama induk yang baru pertama melahirkan kemungkinan kebingungan dan panik saat melahirkan dapat terjadi.

 

Apakah kucing atau anjing bisa mengalami komplikasi saat kebuntingan?

Layaknya manusia, anjing maupun kucing juga bisa mengalami gangguan saat masa kebuntingan. Keguguran atau abortus merupakan salah satu yang juga bisa terjadi pada anjing maupun kucing yang bunting.

Pada masa kebuntingan, jika induk terlihat mengeluarkan cairan dalam bentuk darah atau nanah dengan jumlah banyak dari vaginanya, kemungkinan induk mengalami abortus atau keguguran.

Apa saja yang menyebabkan keguguran?

Keguguran disebabkan dari faktor induk atau faktor janin.

Rahim induk bisa terinfeksi agen penyakit (bisa karena infeksi bakteri, parasit, virus) atau mengalami trauma dari luar (mengalami kekerasan fisik, kecelakaan),  induk merasakan stres karena lingkungan (misalnya dimandikan saat bunting, lingkungan baru, perpindahan tempat tinggal). 

Jika induk memiliki fisik yang sehat dan tidak terdapat tanda sakit, janin yang telah mati akan keluar dengan sendirinya.

Namun, jika saat tanda keguguran muncul induk terlihat lemas, tidak dapat berdiri, tidak mau makan, bahkan pendarahan, segera bawa ke dokter hewan terdekat karena kondisi tersebut dapat membahayakan nyawa induk.

Jika kebuntingan berjalan dengan lancar, maka perkembangan janin akan baik hingga memasuki minggu kelahiran sekitar usia kebuntingan 8 minggu. 

Masa kebuntingan pada anjing dan kucing penting untuk diperhatikan, sehingga diperlukan juga pengawasan dan saran dokter hewan pada masa kebuntingan dan akan melahirkan.

Jika terjadi komplikasi ataupun kondisi anjing dan kucing mengalami kelainan pada masa kebuntingan, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter hewan terdekat.

*P.S Jika ada yang ingin ditanyakan/didiskusikan jangan sungkan bertanya melalui komentar di bawah ini ya.
Jangan lupa juga share artikel ini agar informasinya bisa bermanfaat bagi orang lain.

Drh Puspasari Respatiningtyas.
https://tanyadokterhewan.com

Referensi:

Eldrege DM.2008. Cat owner’s home veterinary handbook 3rd edition. Wiley : New Jersey

Eldegre DM.2007. Dog owner’s home veterinary handbook 4th edition. Wiley: New Jersey

NRC.2006. Nutrient Requirement of dog and cat . National academic press : Washington