TANYA DOKTER HEWAN

Apakah Normal Kucing Hanya Melahirkan 1 Ekor Anak Kucing?

Apakah Normal Kucing Hanya Melahirkan 1 Ekor Anak Kucing_

Apakah Normal Kucing Hanya Melahirkan 1 Ekor Anak Kucing?

Memiliki kucing betina produktif atau betina yang belum steril, tentu kemungkinan bunting sangat tinggi. Walau kucing indoor biasanya kalau sudah birahi tidak bisa dibendung keinginan untuk keluar rumah dan kawin dengan jantan. Tak jarang memang terjadi perkawinan dengan kucing jantan mana saja.

Kalau sudah seperti ini, kejadian kebuntingan tidak bisa dihindari. Kecuali memang perkawinan yang terjadi gagal atau tidak  berhasil bisa karena faktor jantan secara internal yg memiliki kualitas sperma yg kurang baik. Atau bisa juga betina yang mengalami kelainan hormonal, anatomis, bahkan terdapat gangguan pada organ reproduksinya yang menyebabkan kebuntingan tidak terjadi.

Kalau sudah bunting, perlu juga kita sebagai pemilik bertanggung jawab memberikan perawatan terbaik agar induk dan kitten sehat saat lahir.

Baca juga : Perawatan kucing masa kebuntingan 

Tak jarang bunting juga direncanakan dengan memilih pejantan dan betina berkualitas. Harapannya anak yang dihasilkan pun akan baik daa berkualitas. Walau tidak melulu nantinya akan dijual belikan ke orang seperti dilakukan oleh breeder (pembiak) namun biasanya sangat diperhatikan juga jumlah kitten yang dilahirkan.

Akhir- akhir ini juga sering banyak pertanyaan mebgenai kitten yang hanya 1 ekor dilahirkan oleh induk. Apakah hal tersebut normal? Sementara perut induk masih terlihat besar, biasanya pemilik juga jadi bimbang dan khawatir karena takutnya ada kitten yang masih tertinggal di dalam rahim.

Walaupun jarang, tapi kemungkinan terjadi kelahiran 1 ekor kitten saja sangat mungkin terjadi . Hal ini tergantung pada proses pembuahan, kalau ternyata yang dibuahi dan berhasil menjadi embrio hanya 1 maka akan dilahirkan 1 saja. Kucing memiliki mekanisme unik dalam proses ovulasi (pengeluaran sel telurnya), tidak seperti hewan lain yg mengalami ovulasi pada masa birahi dgn waktu ovulasi tertentu. Namun kucing mengalami ovulasi spontan, artinya sel telur akan dilepaskan ketika adanya rangsangan saat kawin. Penis kucing yang berduri merangsang terjadinya ovulasi pada kucing betina. Saat ovulasi akan keluar sel telur dan bertemu dengan sperma jika memang ada sperma yang bertahan. Bertemunya sperma dan sel telur akan menyebabkan pembuahan yang berkembang menjadi zigot, embrio dan janin.

Kalau proses ini berjalan dengan baik maka janin akan tumbuh dengan baik. Bisa saja dalam proses ini hanya 1 yang berkembang menajdi janin, akhirnya selama rata-rata 63 hari akan lahir kitten berjumlah hanya 1.

Lalu bagaimana mengetahuinya?

Untuk melakukan konfirmasi keberadaan janin sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter hewan setelah mengetahui kucing mengalami kebuntingan.

Dokter akan melakukan pemeriksaan dengan palpasi atau menekan pada bagian rahim, diraba apakah ada pembesaran, kemungkinan janin. Lebih baik lagi jika dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan usg, sehingga diketahui janin hidup atau mati, jumlah janin, janin normal atau tidak. Pada usia kebuntingan diatas 45 hari sudah bisa dilakukan x ray atau ronsen,  selain untuk mengetahui jumlah janin, perlu juga dilakukan untuk tau apakah besar kepala sesuai dengan besar jalan lahir, posisinya sungsang atau tidak. Walau pada usia tersebut meman kemungkinan perubahan posisi janin masih mungkin terjadi.

Jadi apakah saya perlu khawatir ketika induk kucing melahirkan 1 anak saja?

Memang jarang terjadi, tapi sangat mungkin terjadi pada induk kucing. Pemilik tetap perlu memperhatikan perilaku kucing pasca melahirkan, apakah masih terlihat mengejan, gelisah, ada darah berlebihan, demam, tidak nafsu makan, keluar bau busuk dari vagina.
Jika memang ada janin yang tertinggal dan mati, normalnya mekanisme tubuh akan menganggap janin tersebut sebagai benda asing sehingga menyebabkan demam karena radang, disertai infeksi karena leher rahim terbuka jadi biasanya akan bau mmbusuk.

Apakah perut yang tetap besar setelah melahirkan menandakan masih adanya janin dalam perut?

Bisa ya, bisa tidak. Perlu konfirmasi lebih lanjut ke dokter hewan jika perlu pemeriksaan dengan alat penunjang seperti usg atau ronsen. Serta pemilik harus mengamati kondisi induk secara detail.

Namun normalnya, seperti juga manusia. Perut setelah mengandung tidak akan langsung kembali ke ukuran semula secara instan. Karena rahim yang awalnya sangat kecil membesar karena janin, plasenta dan cairan amnion. Hal ini menyebabkan rahim berubah bentuk juga kulit bagian abdomen atau perut jadi melebar sesuai bentuk rahim yang melebar. Ini mekanisme tubuh yang luar biasa, jadi secara alami akan seperti itu. Proses mengecilnya kembali rahim disebut involusi uteri, biasanya terjadi 2-3 minggu disertai keluarnya lochia atau darah nifas atau darah seusai melahirkan.

Jumlah darah yang dikeluarkan sedikit demi sedikit, bukan pendarahan. Biasanya hanya menempel pada vulva atau menetes. Ini normal selama tidak ada demam, nafsu makan baik, menyusui masih normal, serta tidak ada bau busuk dari vagina.

Pada masa ini juga penting menjaga kebersihan, kesehatan induk, karena leher rahim yg belum menutup sempurna bisa juga menyebabkan masuknya bakteri ke dalam rahim dan menyebabkan infeksi.

Sebelumnya saya juga sudah pernah bahas mengenai mempersiapkan kelahiran, masa menyusui anjing kucing, serta gangguan setelah melahirkan pada anjing dan kucing. Silahkan dibaca ya, klik tulisan berwarna biru diatas !

Penting bagi pemilik untuk memperhatikan kondisi kucing selama masa kebuntingan, setelah lahir, serta selama mennyusui. Jika ada kondisi tidaa normal bahkan induk terlihat acuh pada kitten segera konsultasikan ke dokter hewan terdekat ya.

 

Download juga disini secara gratis : Ebook perawatan anak kucing 

Bahan bacaan : 

 Kelahiran kucing icatcare.com