10 Pertanyaan Seputar Penitipan Hewan dan Mudik Bersama Anjing Kucing

10 Pertanyaan Seputar Penitipan Hewan dan Mudik Bersama Anjing Kucing

Pasti untuk teman-teman yang merantau sudah tentu memiliki rencana mudik setiap lebaran. Rasanya kurang pas dan tentunya sangat disayangkan kalau tidak sampai mudik lebaran, apalagi rasa rindu yang memuncah ingin bertemu dengan orang tua dan sanak saudara di kampung halaman. Gitu kan ya rasanya?

Nah, ini juga yang bikin para mudikers selalu hunting tiket beberapa bulan sebelum lebaran, kalau tidak bisa ambles gak kebagian. Huhu.

Buat teman-teman yang punya hewan peliharaan, tantangan lain muncul nih saat mudik lebaran. Mulai memikirkan sama siapa kucing, anjing kita akan dirawat selama kita mudik. Sementara kalau dibawa mudik juga tidak memungkinkan. Akhirnya pilihan hati jatuh pada rencana memanfaatkan jasa penitipan hewan peliharaan. Lazimnya memang banyak penyedia jasa penitipan hewan untuk anjing dan kucing saja, tapi ada juga yang menyediakan jasa penitipan untuk hewan eksotis (hamster, kura-kura, kelinci, landak mini, ular dan lainnya).

Terus kalau udah dititipin jadinya tenang hati ini? Hmm. Gak juga sih, biasanya tetep kepikiran. Khawatir sama hewan kesayangan kita kalau kenapa-kenapa saat dititipkan. Jadi memang untuk memilih penitipan ini tidak bisa asal, tidak bisa asal murah, asal deket. Tapi perlu dipertimbangkan berbagai hal.

Sebelumnya saya sudah bahas di artikel ini ya : 6 Hal Penting Sebelum Menitipkan Anjing dan Kucing 

Walau sudah dibahas, masih sering juga saya mendapat pertanyaan dari pemilik hewan yang ingin menitipkan hewannya ataupun ingin mudik bersama hewan kesayangannya. Berikut 10 pertanyaan yang sering ditanyakan seputar penitipan hewan dan mudik bersama anjing kucing :

1. Apa yang perlu dipersiapkan sebelum menitipkan anjing dan kucing?

Selain bisa baca di artikel ini : 6 Hal Penting Sebelum Menitipkan Anjing dan Kucing 

Pemilik juga perlu benar-benar memperhatikan kondisi kucing dan anjingnya. Baiknya sebelum dititipkan konsultasikan dulu dengan dokter hewan selain melakukan reservasi pet hotel atau jasa penitipan. Hal yang harus diperhatikan yaitu :

Hewan harus sehat, tidak sedang sakit, tidak ada problem kulit, tidak memiliki kutu.

Beberapa syarat ini lazimnya sudah harus dipenuhi sebelum menitipkan, karena kondisi di penitipan terutama high season akan penuh. Kondisi ini sangat mungkin membuat anjing dan kucing kita tidak nyaman, merasa terancam, jadi kalau kondisinya tidak fit bisa mudah stress dan mengalami penurunan daya tahan tubuh. Bisa saja sepulang dari dititipkan malah menjadi sakit, baik karena adanya penularan maupun memang kondisi tubuh tidak baik.

Problem kulit seperti jamur, adanya tungau, maupun ektoparasit seperti kutu, pinjal, caplak sebaiknya sangat diperhatikan. Ektoparasit sangat mudah menular dari satu hewan ke hewan lain. Kita tidak mau hewan kita tertular dan juga tidak mau menularkan ke hewan lainnya.

Jadi, wajib sekali kondisi ini diperhatikan.

2. Apakah vaksin dan obat cacing wajib untuk anjing dan kucing sebelum dititipkan?

Vaksinasi terutama vaksin inti dan rabies untuk anjing dan kucing wajib dilakukan sebelum menitipkan. Biasanya penitipan juga mensyaratkan vaksinasi dibuktikan dengan buku vaksinasi. Vaksinasi penting agar kucing dan anjing memiliki perlindungan terhadap infeksi,sehingga resiko sakit akan berkurang. 

Baca juga : Mengapa wajib vaksinasi pada anjing dan kucing? 

Pemberian obat cacing rutin juga jangan sampai terlewat. Penularan cacing bisa terjadi akibat kontak hewan satu sama lainnya terutama jika terkena kotoran kucing dan anjing lain. Pinjal atau kutu loncat juga bisa menularkan cacing terutama cacing pita, jadi memang perlu diperhatikan.

Baca juga : 10 pertanyaan mengenai cacingan pada anjing dan kucing 

3. Sebaiknya kalau tidak mau dititipkan karena khawatir, apa alternatif yang bisa dilakukan?

Beberapa pemilik anjing dan kucing juga lebih memilih membawa hewan peliharaannya selain dititipkan walau hal ini tetap beresiko bagi anjing dan kucing, tentunya perjalanan membutuhkan persiapan lebih matang.

Alternatif lain yang bisa dilakukan yaitu dengan menitpkan kepada orang terdekat yang kebetulan tidak bepergian selama kita tidak ada di rumah. Atau bisa juga menggunakan jasa pet sitter profesional. Walau masih jarang keberadaannya, namun ada juga penyedia jasa ini.

Jadi kucing dan anjing kita masih berada di rumah namun dilakukan visit setiap hari untuk mendapatkan perawatan. Biasanya pet sitter akan melakukan pemberian makan, mengajak bermain, mengajak jalan-jalan anjing keluar rumah dan lainnya. Nah, untuk menggunakan jasa ini tentu perlu seleksi yang lebih ketat karena orang asing masuk ke properti kita untuk menghandle hewan kesayangan kita. Pastikan bertanggung jawab dan memiliki rasa kepedulian tinggi terhadap hewan peliharaan.

Kalau saya pribadi memiliki tetangga yang bisa dipercaya untuk menjaga kucing kami selama kami bepergian. Jadi lebih tenang dan nyaman, kita hanya perlu menyiapkan schedule pakan, jumlah pakan yang diberikan, jumlah air minum harian, dan kebutuhan lainnya. Tentunya ada imbal jasa yang diberikan, tidak gratis ya !

4. Kalau memutuskan untuk membawa serta hewan peliharaan menggunakan kendaraan apa saja yg harus diperhatikan?

Pada dasarnya perjalanan bukan merupakan hal menyenangkan bagi anjing dan kucing. Bagi kita saja perjalanan cukup melelahkan dan membosankan, beberapa ada yang mengalami mabuk perjalanan yang sangat tidak nyaman. Begitu juga dengan anjing dan kucing, terutama saat menggunakan transportasi darat (mobil) saat mudik bisa mengalami kemacetan tak terduga. Tak jarang mereka mengalami ketakutan, gelisah, tidak nyaman selama perjalanan. Akibatnya tak jarang kondisi anjing dan kucing jadi drop setelah perjalanan.

Baca juga : 5 cara aman mudik dengan hewan peliharaan 

Oleh karena itu, perlu diperhatikan beberapa hal sebelum kita membawa anjing dan kucing :

  •  Pastikan sehat , konsultasi dengan dokter hewan sebelum berangkat.
  • Usia sebaiknya diatas 3 bulan saat melakukan perjalanan
  • Berikan tempat yang sesuai , pakai kandang atau pet carrier yang ukurannya sesuai. Usahakan anjing dan kucing bisa selonjor dengan nyaman, bisa berdiri dengan 4 kaki. Jadi tidak sesak dan kesulitan bergerak.
Posisi hewan yang sesuai dalam kennel box
Posisi hewan yang sesuai dalam kennel box
sumber :www.aacargo.com
  • Sediakan minum (pakai pet drinker saat kondisi ini diperbolehkan) dan makanan kering 
  • Untuk menghindari muntah, 1 jam sebelum perjalanan baiknya tidak diberi makanan dalam jumlah besar.  
  • Sering istirahat terutama kalau perjalanan dengan moda transportasi darat. Apalagi saat mudik, macet jadi sering sering istirahat. Istirahat setiap 2 jam sekali sangat disarankan. Cukup sulit kalau menggunakan kendaraan umum (biasanya juga tidak diperbolehkan), tapi kalaupun diperbolehkan, setiap ada waktu istirahat usahakan buka pet carrier, gunakan leash agar kucing atau anjing tidak kabur.
  • Kalau menggunakan logistik kereta api, lebih baik gunakan saat sore atau malam hari. Hindari menggunaan pet carrier yang ukurannya kecil, apalagi keranjang buah. Pakai kandang akan lebih baik walau terlihat lebih repot. Jangan lupa, tetap sediakan minum dan makanan, karena perjalanan cukup panjang. Perhatikan kelayakan pet carrier, jangan sampai rusak, mudah terbuka. Kondisi ini bisa sangat merepotkan kalau sampai terbuka maupun terlepas.
  • Kalau menggunakan pesawat, pastikan pakai pet carrier yang ukurannya sudah disesuaikan. Kalau penerbangan internasional biasanya ada ketentuan yang lebih detail. Pastikan semua dokumen lengkap, hewan siap berangkat. Penerbangan dengan pesawat silahkan baca disini : 4 langkah membawa hewan dengan pesawat Membawa anjing dan kucing menggunakan penerbangan internasional 
Kennel box yang sesuai untuk anjing dan kucing
Kennel box untuk anjing dan kucing sumber : www.aacargo.com

5. Apakah obat antimabuk perjalanan manusia bisa digunakan untuk anjing dan kucing?

Seperti manusia, anjing dan kucing juga bisa mengalami mabuk perjalanan. Oleh karena itu memang perlu juga dilatih agar terbiasa dengan suasa kendaraan. Tapi tentu perlu meluangkan waktu lebih untuk melakukan proses ini. Biasanya kalau mual anjing dan kucing akan memperlihatkan kondisi berliur berlebihan (pada anjing lebih jelas terlihat), terlihat cemas (pupil mata membesar, nafas cepat, terenga-engah, terlihat sekali menjilati bibir berulang kali karena mual), kucing sering menjilati tubuhnya berlebihan, kadang ada yang lebih agresif saat perjalanan, bahkan bisa jadi sangat pendiam tapi tetap waspada. 

Kondisi ini tidak terjadi pada semua hewan, bisa jadi hanya beberapa hewan saja. Pengalaman saya membawa anjing dan kucing bandung bogor menggunakan mobil, tidak ada yang mengalami mabuk perjalanan walau tanpa diberikan obat antimual sebelumnya.

Tidak memberikan makanan 1 jam sebelum bepergian bisa juga membantu. Selain itu, bisa juga konsultasikan ke dokter hewan untuk diresepkan obat antimabuk perjalanan bisa diberikan 30 menit -1 jam sebelum perjalanan. Walaupun obat yang digunakan mungkin sama dengan obat yang biasa kita konsumsi untuk mabuk perjalanan, tapi dosisnya berbeda dan beberapa hal perlu sangat diperhatikan. Jadi untuk minimalisir resiko baiknya konsultasi dengan dokter hewan.

6. Apakah boleh menggunakan obat penenang atau obat bius bagi anjing dan kucing sebelum perjalanan?

Obat penenang kucing selama perjalanan

 

Pemberian obat penenang maupun obat bius tidak perlu dan tidak disarankan (kecuali ada kondisi khusus berdasarkan rekomendasi dokter hewan).
Kenapa ya? Bukannya kalau memberikan obat penenang itu akan membantu, jadinya kalau di perjalanan tidak akan menyebabkan stress pada anjing dan kucing?
Ternyata pemberian obat penenang sebelum perjalanan dengan harapan anjing dan kucing bisa lebih tenang bahkan tertidur selama perjalanan ternyata bisa memiliki efek sebaliknya, bisa membahayakan bagi anjing dan kucing.

Obat penenang atau sedativa bisa juga dikombinasikan dengan senyawa lain menjadi obat bius atau anestesi memang bisa digunakan pada anjing dan kucing dengan dosis tertentu dan indikasi yang jelas seperti operasi salah satunya. Penggunaanya diluar itu terutama tanpa pengawasan dokter hewan sebaiknya dihindari karena efek samping obat terhadap organ dan metabolisme.

Setelah pemberian obat penenang maupun obat bius, kesadaran anjing dan kucing sementara berkurang dengan harapan ketika dilakukan tindakan tidak akan merasakan sakit.

Efeknya memberikan sensasi pada otak untuk menghasilkan sensasi lain atau menghambat sensasi nyeri. Ini juga mempengaruhi kerja otot, metabolisme dan pengaturan suhu (thermoregulator). Biasanya efek samping yang ditimbulkan adalah penurunan suhu tubuh, otot tentu tidak sadar, collapse pada saluran nafas. Jika kondisi ini terjadi pada anjing dan kucing yang sedang berada diperjalanan bisa cukup berbahaya. Misalnya naik pesawat, kondisi pesawat yang naik ke ketinggian tertentu menyebabkan juga perubahan tekananan udara. Sehingga menyebabkan tekanan udara di paru-paru juga terganggu. Secara normal tubuh akan sadar melakukan penyesuaian, namun jika kondisinya dalam kondisi bius atau menggunakan obat penenang bisa menyebabkan collapse nya saluran nafas dan paru-paru.  Kondisi ini juga bisa mempengaruhi kerja organ lain salah satunya jantung, bisa mengalami gagal jantung.
Selain itu, efek obat  juga tidak lama, bisa jadi kucing dan anjing tersadar lebih awal. Hal ini bisa membahayakan, bisa menyebabkan trauma benturan maupun luka pada hewan.
Pemberian obat penenang juga tak jarang menyebabkan kekeringan dari organ seperti saluran cerna. Bisa menyebabkan mukosa atau selaput lendir kering serta dehidrasi.  Di dalam kendaraan tentu suhunya lebih tinggi dibandingkan diluar apalagi kalau berdesakan dan penuh sesak. Akibatnya bisa mengalami dehidrasi, kondisi ini tentu tidak kita inginkan. Karena dehidrasi bisa menyebabkan gangguan berbagai organ. Tak jarang juga kondisi panas dalam kendaraan bisa menyebabkan sengatan panas /kejutan panas/heat stroke.

Baca juga : Heat stroke pada anjing dan kucing 

Jadi memang mentransportasikan hewan dalam kondisi sadar disertai dengan perlengkapan dan persiapan yang mumpuni lebih disarankan jika memang terpaksa perlu melakukan perjalanan.

7. Bagaimana ukuran pet carrier yang sesuai untuk anjing dan kucing selama perjalanan?

Ukurannya tentu disesuaikan dengan ukuran tubuhnya, usahakan anjing dan kucing bisa selonjor dengan nyaman, tidak menekuk dan bisa berdiri.Ukuran 1-1,5 kali tubuhnya bisa juga digunakan dan disesuaikan. Saat ini banyak jenis dan bentuk pet carrier, untuk perjalanan dekat menggunakan bentuk ransel bisa digunakan (misalnya hanya pergi ke dokter hewan, pergi jalan-jalan sebentar, pergi ke petshop untuk grooming). Tapi untuk perjalanan jauh lebih dari 5 jam atau menggunakan pesawat dan kereta api, tentu penggunaan pet carrier dengan bahan kain dan bentuk ransel tidak disarankan. Lebih baik menggunakan kennel box atau pet cargo yang berbahan plastik kuat dengan pintu stainless, pintu plastik khawatir mudah digigiti dan terlepas.  Menggunakan keranjang seperti keranjang “rio” untuk jarak jauh juga sebaiknya dihindari, kecuali dengan pengawasan menggunakan mobil pribadi misalnya.  Bukaannya pada bagian atas sangat mudah terbuka bagi kucing dan anjing.

8. Apa efek samping membawa hewan dalam waktu yang lama (lebih dari 24 jam)?

Membawa anjing dan kucing dalam perjalanan selama berhari-hari sebenarnya tidak direkomendasikan. Jika memungkinkan baiknya menggunakan pesawat atau moda transportasi lain. Walau memang ketika penerbangan internasional bisa saja anjing maupun kucing mengalami perjalanan lebih dari 12 jam. Namun, jika menggunakan pesawat sudah terdapat standar yang cukup baik sehingga bisa dibilang lebih aman (tentu dengan persiapan yang matang dan sesuai).

Kadang kondisi memaksa untuk membawa anjing dan kucing dalam perjalanan dalam waktu yang lama. Efek nya pada anjing dan kucing tentu bisa membuat tidak nyaman, stress dalam perjalanan, apalagi kalau penuh sesak.

Kondisi yang mungkin terjadi jika perjalanan dalam waktu yang lama yaitu kucing dan anjing mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan, kelelahan, kepanasan bahkan mengalami sesak nafas. Jika tidak disertai dengan istirahat, pemberian makan dan minum,  bisa jadi juga berakibat kepada kematian.

Jadi sebagai pemilik perlu memperhatikan kondisi anjing dan kucingnya selama perjalanan.

9. Apakah ada jenis anjing dan kucing tertentu yang perlu diperhatikan saat melakukan perjalanan?

Pada dasarnya semua anjing dan kucing dengan persiapan yang matang dan konsultasi dengan dokter hewan bisa melakukan perjalanan. Namun memang pada jenis anjing dan kucing tertentu terutama dengan hidung pesek atau rahang pendek (brachycephalic breed) sebaiknya sangat diperhatikan. Bahkan ada beberapa maskapai internasional yang tidak menyarankan ras rahang pendek ini melakukan perjalanan.

 

Anjing rahang pendek
Anjing rahang pendek
sumber :www.aacargo.com

 

Kucing rahang pendek
Kucing rahang pendek
sumber :www.aacargo.com

Hal ini dikarenakan, pada ras anjing dan kucing hidung pesek atau rahang pendek, memiliki saluran nafas yang lebih sempit. Kondisi ini menyebabkan saluran nafasnya mudah sekali mengalami gangguan terutama kalau suhunya panas. Tidak heran ketika melihhat anjing atau kucing rahang pendek seperti pug, kucing exotic shorthair ataupun persia saat kondisi panas sangat mudah panting atau terengah-engah, tak jarang jadi mudah collapse. Bahkan kondisi ini bisa diperparah kalau terjadi pada anjing dan kucing dengan berat badan berlebih.

Jika pemilik memiliki anjing dan kucing jenis rahang pendek, sebaiknya lebih intensif memperhatikan kondisinya. Khawatir mengalami gangguan nafas.

Baca juga : Punya kucing hidung pesek? ini yang perlu diperhatikan 

Ras anjing rahang pendek 

10. Apa yang dilakukan setelah anjing dan kucing tiba ditempat tujuan?

Setelah melalui perjalanan dengan berbagai mode transportasi dan waktu tempuh yang berbeda. Anjing dan kucing masih perlu diperhatikan. Tidak bisa langsung dilepaskan begitu saja di tempat tujuan. Pemilik perlu memperhatikan beberapa hal yaitu :

1. Amati kondisi kucing dan anjing, kalau lemas bisa jadi terkena sengatan panas atau dehidrasi. Jadi perlu segera diberikan udara (dengan kipas), bisa kompres air dingin (bukan air es), beri minum yang cukup.

2. Ditempat baru pelan pelan dikenalkan, tidak perlu dipaksa kalau tidak mau keluar pet carrier atau kandang.

3. Tetap sediakan makanan dan minuman. Pakan yang basah lebih direkomendasikan karena lebih mudah dicerna.

4. Untuk anjing, jangan lupa ajak jalan2 agar bisa pup dan pipis. Untuk kucing, sediakan litterbox ditempat yang tidak teerlalu ramai orang.

5. Biasanya kalau ada hewan baru, anak kecil sering penasaran. Baiknya beri waktu untuk aniing kucing beristirahat.

Tetap perhatikan selalu kondisi anjing dan kucing setelah perjalanan, tak jarang kondisi perjalanan yang lama menyebabkan tubuh jadi mudah drop sehingga kemungkinan terpapar penyakit juga bisa terjadi.

Memiliki hewan peliharaan memang butuh perhatian dan tanggung jawab termasuk perlu memikirkan saat ada kepentingan lain yang mengharuskan melakukan perjalanan atau menitipkan hewan peliharaan. Namun dengan persiapan yang mumpuni dan menjaga kesehatan anjing dan kucing dengan baik tentu pemilik tidak perlu khawatir. Yang terpenting pemilik perlu tetap menjaga kondisi hewan dan juga kondisi dirinya sendiri selama, saat, dan sesudah perjalanan.

 

Bahan bacaan :

https://www.avma.org/public/PetCare/Pages/Traveling-with-Your-Pet-FAQs.aspx

https://www.merckvetmanual.com/special-pet-topics/travel-with-pets/introduction-to-travel-with-pets

https://www.aacargo.com/learn/animals.html

Plumb’s veterinary drug handbook 7th edition

 

 

 

 

 

 

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Jika Membeli Pakan Repack Untuk Anjing dan Kucing 

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Jika Membeli Pakan Repack Untuk Anjing dan Kucing 

Makanan untuk anjing dan kucing banyak sekali merk nya terdiri dari berbagai jenis. Pakan dijual dalam berbagai berat dan bentuk, ada yang dijual sachet atau pouch dan tin atau kaleng untuk wetfood. Ada juga dalam bentuk packaging berbagai berat mulai dari 250 gram hingga 20 kg untuk dry food. Tak jarang untuk memudahkan pembeli mendapatkan pakan dengan harga terjangkau, penjual juga melakukan repack alias bungkus ulang menjadi bungkusan lebih kecil. Pakan repack asalnya dari pakan dryfood dalam jumlah yang lebih besar. 

Keuntungan memberi pakan repack : 
1. Harga lebih murah karena kuantitas lebih kecil

2. Bisa beli dengan jumlah kecil, jadi bisa menyesuaikan kebutuhan 2 mingguan atau bulanan 

3. Bisa melihat reaksi makanan pada kucing dan anjing, kalau tidak cocok bisa mengganti ke merk lain tanpa pemilik perlu beli dalam jumlah besar lagi. (Setiap pergantian pakan perlu pelan2 dan bertahap mencampur pakan lama dan baru). 
Kekurangan : 

1. Tidak diketahui lama nya pakan sudah dikemas dan dipajang. 

2. Jumlah pakan atau feeding guidelines biasanya tdk di sertakan, jadi pemberian pakan jumlahnya bs saja tdk sesuai. 

3. Mudah terkontaminasi 

Kontaminasi pada pakan bisa berasal dari kontaminan fisik (debu, serpihan kaca, plastik, rambut dll). Kontaminan lain seperti bakteri, jamur, semut, serangga lain. 

Apa yang bisa terjadi kalau pakan untuk anjing dan kucing terkontaminasi? 

Kontaminasi pada pakan selain cukup berbahaya kalau ada kontaminan fisik, kontaminan lainnya bisa saja menyebabkan gangguan pencernaan pada kucing dan anjing, akibatnya bs juga anjing kucing mengalami diare, muntah. 

Untuk menghindari kontaminasi maupun hal yang tidak diinginkan akibat konsumsi pakan repack, sebaiknya perhatikan 5 hal ini ya : 

1. Perhatikan bungkus nya, biasanya kalau pakan repack yang cukup lama akan terlihat adanya kumpulan garam dan minyak di dalam bungkusan. Bungkusan terlihat lebih kusam.  Baiknya pilih bungkusan dengan menggunakan seal (penutup) yang baik. 

Perhatikan juga kondisi pembungkus, jangan sampai ada lubang, semut, lalat, bekas gigitan tikus. Bungkus yang terbuka, dan kondisi lain karena akan mempengaruhi kualitas pakan. Biasanya pakan jadi berbau tengik dan bisa juga jadi lembek (melempem). 

2. Setiap setelah membeli, sebaiknya pindahkan langsung ke tempat lain seperti toples, jar, container dll. Ini untuk menghindari kontaminasi dan pakan lebih terjaga, dibandingkan dengan menggunakan plastik saja. 

3. Jika memungkinan minta fresh pack. Kalau saya lebih senang membeli pakan repack dengan sistem fresh pack. Jadi saya tau bahwa pakan baru di packing. Meminimalisir kontaminasi dan kontak pakan dengan udara. 

4. Tanyakan juga expire date, sehingga diketahui pakan masih layak konsumsi atau tidak. Tanyakan juga aturan pemberian pakan atau feeding guidelines. Sehingga diketahui takaran pemberian pakan setiap hari sesuai berat badannya. Pada dasarnya dengan mengetahui feeding guidelines ini akan mudah memperhitungkan kebutuhan mingguan dan bulanan kucing dan anjing. Jadi lebih hemat. 

5. Tetap perhatikan reaksi setelah diberikan pakan. Perhatikan bentuk feses (kotorannya) jadi lembek atau tidak ada perubahan, perhatikan ada muntah atau tidak, dan kemungkinan gangguan pencernaan. Normalnya tidak akan ada perubahan perilaku maupun bentuk kotoran setelah diberikan pakan. 

Baca juga : panduan memberi makan pada anjing dan kucing 

Asupan cairan harian untuk anjing dan kucing 

Pada dasarnya, pembelian pakan dalam bentuk repack boleh saja. Namun pemilik juga perlu teliti sebelum membeli, tetap perhatikan reaksi setelah pemberian pakan. Yang terpenting lagi,  asupan cairan harian untuk kucing mencukupi. Terutama kalau menggunakan pakan kering. Tidak ada salahnya juga memberikan pakan basah maupun ikan dan ayam rebus sebagai variasi pakan selain menggunakan dry food atau pakan kering. Selain menjaga agar kucing dan anjing tidak bosan terhadap pakan, juga bisa mendapatkan protein hewani yang langsung dari bahan alam tentunya akan lebih baik. 

Jangan lupa tetap konsultasikan kondisi hewan ke dokter hewan jika terlihat adanya perubahan perilaku maupun aktifitas. 

Cara bijak menggunakan pakan terapi untuk anjing dan kucing

Cara Bijak Menggunakan Pakan Terapi Untuk Anjing dan Kucing

Cara bijak menggunakan pakan terapi untuk anjing dan kucing

 

Memiliki anjing dan kucing nyatanya tidak mudah, perlu komitmen dan tanggung jawab saat memutuskan untuk merawat mereka. Terlebih kondisinya saat ini anjing dan kucing benar-benar bergantung kepada manusia untuk pemenuhan kebutuhannya, bukan lagi seperti masa lalu yang masih menjadi hewan liar.

Namun, memiliki hewan peliharaan juga memberikan banyak manfaat untuk kehidupan manusia, akhirnya saat ini industri yang berkaitan dengan hewan peliharaan pun berkembang pesat. Tidak terkecuali industri pakan hewan, berbagai perusahaan besar sejak lama telah melakukan penelitian, memproduksi pakan khusus anjing dan kucing dengan berbagai variasi.

Perkembangan dunia hewan peliharaan pun menjadi sangat menarik untuk diulik dan dipelajari, sehingga banyak variasi muncul seperti keberadaan pakan khusus anjing dewasa, anakan, ras tertentu. Pakan khusus anjing dan kucing sakit tertentu, program penurunan berat badan dan lain sebagainya.

Lalu, muncullah berbagai istilah pakan khusus untuk anjing dan kucing salah satunya pakan terapi. Perusahaan perusahaan pakan terkemuka menamai nya dengan berbagai istilah seperti Prescription diet, Veterinary Diet, Therapeutic diet, dan lain sebagainya. Berbagai penamaan tersebut memiliki tujuan yang sama yaitu menyediakan pakan khusus sesuai kebutuhan anjing dan kucing terutama berkaitan dengan kesehatannya.

Biasanya kalau owner yang sudah pengalaman anjing atau kucingnya terkena penyakit tertentu dan dilakukan pengobatan ke dokter hewan. Dokter akan memberikan terapi secara medis, juga disarankan menggunakan terapi pakan.

Pakan terapi ini memiliki spesifikasi khusus tergantung tujuannya tentu formulasinya berdasarkan penelitian ahli. Pakan terapi tersedia untuk penyakit kulit, penurunan berat badan (anjing, kucing yang obesitas), saluran cerna yang sensitif, perawatan pasca operasi, penyakit kulit alergi, dan lainnya.

Jadi pada dasarnya pakan terapi ini khusus diberikan oleh dokter hewan berdasarkan pemeriksaan dan diagnosanya. Dan pakan ini pun dijual semestinya hanya di klinik atau tempat praktek saja.

Tapi, saya sering mendapati juga pemilik yang mencoba sendiri penggunaan pakan terapi tanpa konsultasi dengan dokter hewan. Salah satunya, kasus kucing yang terlihat mulai sulit kencing, setelah tanya sana sini pemilik mendapat saran menggunakan pakan khusus saja (dalam kasus ini khusus urinary). Setelah diberikan memang kencing kucing bisa jadi menjadi lebih lancar, tapi apakah menyelesaikan masalah?

Tentu tidak. Karena perlu ada pemeriksaan lanjutan dan terapi lain yang mendukung, bahkan perlu juga ditelusuri sebenarnya apa sih yang menyebabkan penyakit ini bisa terjadi. Bisa jadi kondisinya malah semakin kronis ketika tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

 

Lalu bagaimana cara bijak menggunakan pakan terapi untuk anjing dan kucing ?

1. Perlu rekomendasi dokter hewan

Dokter hewan akan melakukan pemeriksaan terhadap anjing dan kucing kita. Dokter akan melakukan observasi, evaluasi, dan pemeriksaan lanjutan secara lebih detail. Nantinya dokter akan menentukan apakah memang selain terapi obat diperlukan juga terapi pakan. Jika memang diperlukan untuk menunjang kondisi hewan, tentu dokter akan memberikan saran penggunaan pakan terapi.

Sebaiknya, jika pemilik ingin mengganti, mencampur, maupun melakukan perubahan pakan konsultasikan terlebih dahulu ke dokter hewan. Dokter juga akan melakukan evaluasi terkait pemberian pakan terapi terhadap anjing dan kucing, jadi bisa saja pemberiannya tidak terus menerus.

2. Baca Label sangat penting sekali, terutama aturan pemberian pakan

Setiap pakan hewan terutama yang bukan repack terdapat label dibelakang kemasan yang berisi keterangan produk, bahan-bahan yang digunakan, kelengkapan kemasan (kode produksi, exp date), juga feeding guidlines (aturan memberi pakan). Aturan memberi pakan ini penting sekali diperhatikan, karena setiap pabrik akan menghasilkan pakan dengan kalori berbeda jadi takaran pakan pun akan berbeda. Jadi, pastikan pakan yang kita berikan kepada anjing dan kucing kita, terutama saat menggunakan pakan terapi sesuai porsi hariannya. Misalnya tertulis untuk 3-5 kg per harinya 85 gram (2 cup) maka berikan sejumlah yang dituliskan. Jumlah pemberian pakan ini sudah sesuai dengan kebutuhan kalori harian kucing maupun anjing. Jangan karena kasihan dan takut lapar jadi ditambah terus porsinya.

Baca juga : Panduan memberi makanan kucing dan anjing 

3. Berikan cairan yang cukup

Pada dasarnya setiap pakan, terutama pakan kering terdapat anjuran ini. Biasanya terlewat untuk dibaca dan diperhatikan. Selalu berikan air yang bersih, layak dan cukup setiap hari untuk anjing dan kucing. Perlu kita perhatikan konsumsi cairan ini setiap harinya, karena kurangnya konsumsi cairan bisa berdampak buruk pada tubuh anjing dan kucing kita. Terutama kalau pakan yang digunakan adalah pakan kering, kadar air yang rendah perlu sekali tambahan asupan cairan untuk hewan peliharaan kita.

Berikan asupan cairan yang cukup setiap hari
(sumber :uk.animalblog.co)

baca juga : Berapa asupan cairan harian untuk anjing dan kucing? 

4. Tetap berikan pengobatan sesuai dengan resep dan saran dokter hewan

Terapi terhadap kasus penyakit tentunya berbeda-beda, jika ada kasus infeksi maupun gangguan organ tertentu dokter akan memberikan terapi yang sesuai dengan kasus dan kondisinya. Bisa jadi memang dokter menyarankan pakan terapi sebagai penunjang. Namun bukan berarti pakan terapi ini menjadi obat utama dalam menyelesaikan masalah atau penyakit. Jadi tetap berikan pengobatan secara medis berdasarkan resep dan saran dokter hewan. Dokter juga mungkin akan menyarankan juga modifikasi lingkungan seperti menyediakan tempat yang bersih dan nyaman untuk kucing dan anjing, meminimalisir stress, dan lain sebagainya.

Pakan terapi diberikan berdasarkan saran dokter hewan, bukan digunakan sebagai pengobatan, tapi salah satu penunjang pendukung terapi (pengobatan). Pengobatan secara medis dengan menggunakan obat-obatan atau terapi lain tetap perlu dilakukan berdasarkan pemeriksaan dokter hewan.

5. Perhatikan reaksi setelah memberikan pakan

Pakan terapi bukan berarti pakan yang tanpa menimbulkan problem, bisa jadi kandungan dari pakan membuat juga anjing dan kucing alergi. Atau bahkan awal pemberian bisa menyebabkan perubahan bentuk kotoran dan penurunan nafsu makan. Jadi perlu pemilik perhatikan dan konsultasikan ke dokter hewan. Beberapa pakan terapi memang ada yang baunya tidak menyengat dan berbeda sehingga kadang menyebabkan anjing dan kucing enggan memakannya.

 

Pakan terapi biasanya harganya lebih mahal, apakah ada alternatif lain?

Pada dasarnya pemberian pakan terapi ini hanya penunjang untuk mendukung terapi lainnya. Diharapkan kalau mendapat asupan nutrisi yang sesuai dengan kondisinya saat ini maka persembuhan akan lebih baik dan diharapkan lebih cepat. Namun tidak semua memiliki kemampuan yang sama untuk memberikan pakan terapi. Pemberian pakan dengan membuat sendiri bisa juga menjadi alternatif. Namun tentu perlu konsultasi ke dokter dulu mengenai bahan yang digunakan. Pemilik juga perlu rajin membaca mengenai pakan yang bisa membantu proses persembuhan terkait kasus nya.

 

Selain pakan, perlu juga diperhatikan hal lain seperti lingkungan, jangan sampai lingkungan membuat anjing dan kucing tidak nyaman bahkan stress (misalnya terlalu ramai, riuh, banyak hewan lain) jadi bisa memperburuk kondisinya.

 

Jadi, dalam memberikan pakan terapi sebaiknya tetap konsultasikan dengan dokter hewan. Kalau hewan kondisi normal dan sehat, tidak perlu pakan terapi karena kebutuhannya berbeda. Perawatan masa sakit dan pasca sakit pun perlu dilakukan dengan baik oleh pemilik.

Pemilik sebaiknya juga lebih disiplin ketika merawat anjing dan kucing yang sakit, sehingga diharapkan tidak terjadi kejadian berulang.  meminimalisir faktor penyebab dengan mengenal lebih dalam penyakit pada anjing dan kucing bisa juga membantu pemilik untuk melakkukan tindakan pencegahan. pencegahan memang langkah yang paling baik. Tentu diskusi dengan dokter hewan juga tetap penting, sehingga dokter bisa memberikan saran terhadap kondisinya.

 

Bahan bacaan :

http://todaysveterinarypractice.navc.com/focus-nutrition-nutritionists-view-counter-versus-therapeutic-veterinary-diets/

http://vetnutrition.tufts.edu/2017/07/dietary-treatment-of-bladder-stones/

https://www.banfield.com/exchange/practice-resources/strategies-for-using-veterinary-therapeutic-diets

Buku : Case LP, Daristotel L, Hayek MG, Raasch MF. 2011.  Canine and feline nutrition 3rd edition.MOsby Elsevier

 

4 Kondisi Perubahan Warna Kulit Anjing dan Kucing yang Perlu Pemilik Perhatikan

4 Kondisi Perubahan Warna Kulit Anjing dan Kucing yang Perlu Pemilik Perhatikan

4 Kondisi Perubahan Warna Kulit Anjing dan Kucing yang Perlu Pemilik Perhatikan

 

Anjing dan kucing sama juga seperti manusia terdapat pelindung tubuh selain kulit sebagai organ terluas melindungi tubuh. Pelindung tersebut menghasilkan lendir dari kelenjar yang terdiri dari sel-sel penyusun, jaringan ini disebut selaput lendir atau membran mukosa. Letaknya ada yang mudah kita lihat diantaranya gusi, bagian dalam bibir, vulva (alat kelamin), palatum (dinding mulut), kelopak mata, konjungtiva). Selaput lendir ini terdapat juga di organ bagian dalam organ-organ penting lainnya.

Normalnya warna kulit dan selaput lendir (membran mukosa seperti gusi, bagian dalam bibir, kelopak mata, vulva) pada anjing dan kucing berwarna pink rose. Kondisi pink rose ini menandakan aliran darah ke sel dan jaringan cukup. Namun, selaput lendir juga bisa mengalami perubahan warna jika terjadi gangguan organ atau trauma fisik. Pemilik perlu memperhatikan secara detail kondisi ini karena kalau dibiarkan bisa saja berakibat fatal.

Warna gusi normal pada anjing kucing
Warna gusi pada anjing kucing

4 kondisi perubahan warna kulit anjing dan kucing yang perlu pemilik perhatikan yaitu :

1.Warna putih pucat

Warna putih pucat disebut juga dengan palor/anemis. Kondisi ini bisa terjadi kalau anjing dan kucing mengalami kekurangan darah, gangguan jantung, penyempitan pembuluh darah (vasokontriksi) kondisi anemia, adanya parasit darah yang menyebabkan anemia, shock misalnya kecelakaan atau kondisi pendarahan dengan kehilangan darah dalam jumlah banyak.

Baca Juga :6 Kondisi kucing dan anjing yang perlu pemilik ketahui 

2. Warna kuning disebut juga ikterus/jaundice

Warna kuning diakibatkan peningkatan bilirubin dalam darah. Hal ini bisa disebabkan oleh gangguan fungsi hati, pada kucing disebabkan juga kondisi anorexia (tidak makan) dalam waktu lama yang menyebabkan heppatic lipidosis, sumbatan pada saluran empedu, keracunan yg menyebabkan lisisnya sel darah merah berlebih juga menyebabkan ikterus.

3. Warna merah

Warna merah merupakan kondisi kulit dengan warna merah darah, biasanya terjadi karena pendarahan. Terjadi lokal umumnya karena pada hewan normal, jika ada pendarahan hanya bagian yang mengalami pecah pembuluh darah saja yang memerah. Bagian lainnya tidak, kecuali ada kelainan pembekuan darah tentu bisa terjadi pendarahan pada berbagai organ.
Warna merah juga bisa menandakan kondisi hiperemi : peningkatan aliran darah pada jaringan. Bisa saja normal jika terjadi setelah melakukan aktifitas atau exercise, tapi bisa menjadi abnormal jika disebabkan oleh adanya peradangan sistemik, heatstroke (sengatan panas).

Baca juga : Heatstroke pada anjing kucing 

 

Perubahan warna kulit pada anjing dan kucing
Perubahan warna kulit pada anjing dan kucing

4. Warna biru atau sianosis

Warna biru atau sianosis menunjukkan kondisi kekurangan oksigen (hipoksia). Bisa disebabkan oleh lamanya anjing dan kucing ditempatkan di tempat yang panas dalam waktu yang lama, bisa juga disebabkan oleh keracunan yang menyebabkan hemoglobin tidak mengikat oksigen (methemoglobinemia) atau sel darah merah rusak jadi hemoglobin tdk bs mengikat oksigen. Padahal kita ketahui hemoglobin fungsinya membawa oksigen ke jaringan dan sel.

 

Warna Membran mukosa mengindikasikan aliran darah ke jaringan
Warna Membran mukosa mengindikasikan aliran darah ke jaringan

Tapi, pemilik juga perlu memperhatikan kalau anjing dan kucingnya memilki kulit berwarna hitam. Pada hewan dengan kulit hitam biasanya selaput membran nya yang berada di gusi berwarna hitam juga, kadang cukup menyulitkan. Tapi bisa di cek pada palatum (dinding mulut), vulva (bibir vagina), lidah, palpebrae (kelopak mata) dan konjungtiva.
Segera konsultasikan ke dokter hewan jika anjing dan kucing mengalami perubahan selaput membran. Biasanya disertai gejala gejala lain yang mengikuti, lemas, kejang, muntah, tidak nafsu makan. Jadi perlu penanganan segera oleh dokter. Pengobatan yang dilakukan dirumah bisa saja tidak membantu kalau kondisinya sangat parah.

Cek juga disini :

Normalnya warna kulit dan selaput lendir (membran mukosa seperti gusi, bagian dalam bibir, kelopak mata, vulva) pada anjing dan kucing berwarna pink rose. namun, jika anjing dan kucing mengalami gangguan organ atau trauma fisik bisa saja memperlihatkan perubahan warna kulit dan mukosa. pemilik perlu memperhatikan secara detail kondisi ini karena kalau dibiarkan bisa saja berakibat fatal. 4 kondisi perubahan warna kulit anjing dan kucing yang perlu pemilik perhatikan 1.warna putih pucat : warna putih pucat disebut juga dengan palor/anemis. Kondisi ini bisa terjadi kalau anjing dan kucing mengalami kekurangan darah, gangguan jantung, penyempitan pembuluh darah (vasokontriksi) kondisi anemia, adanya parasit darah yang menyebabkan anemia, shock misalnya kecelakaan atau kondisi pendarahan dengan kehilangan darah dalam jumlah banyak. 2. warna kuning disebut juga ikterus/jaundice : warna kuning diakibatkan peningkatan bilirubin dalam darah. Hal ini bisa disebabkan oleh gangguan fungsi hati, pada kucing disebabkan juga kondisi anorexia (tidak makan) dalam waktu lama yang menyebabkan heppatic lipidosis, sumbatan pada saluran empedu, keracunan yg menyebabkan lisisnya sel darah merah berlebih juga menyebabkan ikterus. 3. warna merah: merupakan kondisi kulit dengan warna merah darah, biasanya terjadi karena pendarahan. Terjadi lokal umumnya karena pada hewan normal, jika ada pendarahan hanya bagian yang mengalami pecah pembuluh darah saja yang memerah. Bagian lainnya tidak, kecuali ada kelainan pembekuan darah tentu bisa terjadi pendarahan pada berbagai organ. Waran merah juga bisa menandakan kondisi hiperemi : peningkatan aliran darah pada jaringan. Bs normal kalau habis melakukan aktifitas atau exercise, tapi bs menjadi abnormal kalau disebabkan oleh adanya peradangan sistemik, heatstroke, 4. warna biru atau sianosis : menunjukkan kondisi kekurangan oksigen (hipoksia). Bisa disebabkan oleh lamanya anjing dan kucing ditempatkan di tempat yang panas dalam waktu yang lama, bisa juga disebabkan oleh keracunan yang menyebabkan hemoglobin tidak mengikat oksigen (methemoglobinemia) atau sel darah merah rusak jadi hemoglobin tdk bs mengikat oksigen. Next ???

A post shared by tanyadokterhewan (@tanyadokterhewan) on

 

Referensi :

buku diagnostik klinik hewan kecil (setyo widodo et al. 2011) ,

textbook of veterinary internal medicine 8th ed.

Sumber gambar :

ikterus : animalclinicatthorndale.com,

anemis : animalhospitalofcampbellcounty.com,

cyanosis : petinformed ,

hyperemia : vet.uga.edu

 

Mengapa dokter tidak memberikan diagnosa dan resep obat secara online?

Mengapa dokter tidak memberikan diagnosa dan resep obat secara online?
Sebelumnya, baca juga ya syarat ketentuan tanyadokterhewan.com disini : syarat dan ketentuan 

Saat ini penggunaan internet memang luar biasa manfaatnya, banyak sekali info yang bisa didapatkan dari sharing para ahli di berbagai bidang. Saya secara pribadi juga mendapat banyak manfaat yang banyak dari internet. Bayangin deh ! Modal kuota 5000 sehari bisa dapet hiburan, info yang seabrek manfaatnya. Alhamdulillah. 

Tapi sayangnya, dibalik manfaat luar biasa dari internet banyak juga pihak yang memanfaatkan untuk hal negatif, menyebar keresahan melalui berita bohong, menebar kebencian dengan memihak dan memojokkan satu pihak, mencari kesalahan orang lain yang terkenal biasanya dengan mencari jejak digitalnya. Luar biasa kan pengaruh internet di masyarakat? 
Yes, oleh karena itu pengguna internet harus cerdas, bijak, dan pandai memilah informasi yang masuk. 
Walaupun sadar sekali pengguna internet itu dari berbagai latar belakang yang membuat penerimaan terhadap internet maupun berita pun berbeda. Ada yang langsung share, ada yang dicari dulu kebenarannya dan lainnya. 
Yuk, cukup kita berkutat dengan manfaat internet yang luar biasa ini. 

Sekarang perlu diperhatikan penggunaan internet untuk mendukung dunia kesehatan dan dunia medis. Banyak juga provider serta experts yang membuat situs terpercaya, edukasi berdasarkan literatur yang benar (jurnal, textbook, hasil penelitian dll), dan memberikan pelayanan secara daring alias online. Dan luar biasanya, pelayanan ini diberikan secara cuma cuma alias gratis loh. Ada sih beberapa yang berbayar, terutama kalau mau curhat sama dokter nya secara lebih intens. Tapi tanyadokterhewan.com masih gratis kok. 
Seneng kan dapet info gratisan dari eksperts? Saya juga seneng banget, gara2 internet saya bisa dapat banyak info dari textbook, jurnal, prosiding, dan situs oficial berbagai institusi yang saya yakini kevalidannya dengan gratis. Jadi saya juga ingin share info yang saya dapatkan kepada banyak orang secara gratis. Saya bisa belajar, teman-teman juga bisa belajar. 

Dunia kedokteran memiliki keterbatasan, pemeriksaan wajib dilakukan ! 
Tapi, dalam dunia kesehatan terutama kedokteran khusus nya kedokteran hewan terdapat keterbatasan. Tidak bisa seorang dokter memberikan diagnosa (penentuan penyakit), prognosa (perkiraan perjalanan penyakit), bahkan terapi tanpa dilakukan pemeriksaan langsung. Bahkan ketika dilakukan pemeriksaan langsung pun mungkin saja ada hal yang miss atau terlupa. 
Apalagi dokter hewan, perlu melihat secara langsung kondisi hewan. Bukan hanya mempercayai kata kata dari pemilik atau penjaga hewan nya, tapi perlu dilakukan teknik pemeriksaan, disertai dengan pemeriksaan lanjutan jika diperlukan. Nah berdasarkan pemeriksaan ini, akan diketahui penyebab sakit yang dialami hewan, kemungkinan penyakit penyakit lain yang serupa, penanganan yang sesuai dengan kondisinya. 
Bisa saja pemilik bilang, anjing saya kena jamur dok. Saat diperiksa ternyata bukan jamur, tapi infeksi parasit lain seperti tungau, bahkan bisa juga efek stress yang menyebabkan infeksi bakteri dan lainnya. Sehingga tak heran kalau pengobatan coba coba yang diberikan pemilik bisa jadi tidak efektif. 

Anjing saya batuk, saya kasih obat batuk merk X boleh gak ya? Padahal nyatanya, batuk itu hanya gejala penyebabnya bisa beragam. Bahkan gagal jantung kronis juga salah satu gejalanya batuk. Nah loh ! 

Bisa juga pemilik bilang kucing saya terkena infeksi mata sepertinya chlamidya, walau di indonesia diagnosa untuk penyakit ini pun terbatas (krn perlu pakai teknik diagnosa lab lbh canggih) . Tapi dokter akan melihat gejala lain yang mengikuti seperti ada infeksi saluran nafas, ingus, dll. Nah ini kan bisa dilihat kalau ada pemeriksaan, perlu di cek dulu suara nafas dan lainnya. Jadi tidak semua infeksi mata itu disebabkan oleh chlamidya, bisa jadi awalnya iritasi, tercakar, jadi infeksi. hal tersebut sangat mungkin juga terjadi, kan? 

Saya khawatir ketika memberikan pengobatan tanpa pemeriksaan, hewan kesayangan teman teman akan menjadi lebih parah ! 

Dokter memang mengetahui ilmu nya, tau obat nya, tapi tanpa dilakukan pemeriksaan sayangnya tidak bisa dilakukan. Saya khawatir kondisi hewan kesayangan teman teman ternyata lebih parah dari yang saya duga, ternyata lebih buruk bahkan tidak sesuai yang saya duga dengan kenyataannya. Pemberian obat tanpa mengetahui gejala yang jelas akan membuat pengobatan tidak efektif, apalagi tanpa mengetahui berat badan nya, sedangkan dosis obat perlu disesuaikan dengan berat badan. Perhitungannya pun tidak simpel, perlu penyesuaian konsentrasi obat kalau memang tidak sesuai bentuk obat nya misalnya obat sirup dengan satuan mg/5 ml sementara dosis dalam satuan mg/kg berat badan. 

Saya juga khawatir ketika memberikan saran salep mata tanpa pemeriksaan menyebabkan jaringan mata menjadi mati, mata lebih terluka dalam.

 
Dokter dituntut berpikiran luas dan menganalisa, menyatukan berbagai informasi untuk diramu menjadi kesimpulan penyakit dan pengobatan yang sesuai. 
Karena untuk menentukan penyakit itu, seorang dokter tidak bisa berpikiran sempit. Dokter perlu berwawasan luas sesuai pengalaman dan juga hal yang dipelajari melalui berbagai media, mengumpulkan informasi, disertai dengan informasi yang diutarakan oleh pemilik, lalu melihat secara langsung ke hewannya. Jadi semua itu harus diramu, dianalisa menjadi sebuah kesimpulan yang bisa nantinya mempengaruhi pengobatan yang dilakukan. Bisa jadi juga pengobatannya tidak efektif saat itu, banyak hal yang mempengaruhinya bisa jadi ada penyakit kronis, kondisi tubuh yang buruk, bahkan kondisi daya tahan tubuh yang tidak bisa merespon. Nah ini juga memungkinkan perlu dilakukan pengobatan lanjutan, oleh karena itu dokter memonitor serta memberikan jadwal kontrol untuk penyakit penyakit yang kiranya membutuhkan evaluasi lebih lanjut. 

Dengan tidak mencoba memberikan obat obatan terutama obat manusia tanpa dosis dan pengawasan dokter, merupakan cara terbaik yang bisa dilakukan pemilik. Pemilik bisa memberikan kenyamanan kepada hewan peliharaan, pemilik bisa memberikan kasih sayang, perhatian, makanan yang menggugah selera, cairan yang cukup ketika hewan sakit. 

Menggunakan obat obatan herbal atau berasal dari alam, bisa menjadi pilihan dengan merujuk ke dunia kesehatan manusia secara alami. Namun pemilik juga perlu mengetahui keamanan nya untuk hewan. Biasanya karena bahan alami, konsentrasi zat nya juga sangat sedikit jadi perlu juga diimbangi dengan perawatan ekstra terhadap hewan kesayangannya. 

Tidak punya biaya? Diskusi dengan dokter nya, dokter bisa mengerti kok ! 
Sebagai pemilik sebaiknya lebih mengerti, karena memang tugas dokter untuk membantu saja sesuai kemampuan dan keilmuannya. Walau saya sadar juga memang saat ini keberadaan profesi ini masih terbatas, kadang masalah biaya juga jadi hambatan. 

Tapi ada baiknya mencoba untuk konsultasi dan melakukan pemeriksaan (karena setiap hewan punya hak mendapat pemeriksaan dan pengobatan). Tak jarang juga saya mendapati klien yang ingin sekali mengobati pasiennya dengan dana terbatas, sebagai dokter kita juga tidak tutup mata kok. Kita paham, kita mengerti, asal dijelaskan dan didiskusikan. Kalau diam saja, dokternya juga tidak akan tau kalau kita mengalami kekurangan dana dan lain sebagainya. 

Saya mengerti semua ingin memberikan yang terbaik untuk hewan kesayangannya, begitu juga dengan saya sebagai dokter hewan tidak ingin membahayakan kondisi hewan kesayangannya. Semoga kita sama-sama belajar ya 🙂 
Drh. Puspasari Respatiningtyas