TANYA DOKTER HEWAN

Apakah diperbolehkan memelihara anjing dan kucing selama program hamil? 

Apakah diperbolehkan memelihara anjing dan kucing selama program hamil?

Jawabannya tentu boleh dong ! 🙂

Yuk cek alasannya

Kehamilan merupakan salah satu momen yang dinanti bagi pasangan yang sudah menikah. Usaha dan doa selalu dipanjatkan untuk memperoleh kehamilan yang sehat, sejahtera dan bahagia. Bagi beberapa orang memang ada yang perlu melakukan program khusus untuk hamil seperti menggunakan treatment obat, evaluasi status reproduksi, kombinasi diet dan gaya hidup sehat serta hal lainnya.
Tak jarang, banyak juga pemilik hewan atau mungkin yang ingin memiliki hewan peliharaan namun ragu karena kondisinya sedang hamil maupun sedang menjalankan program menuju hamil.
Berbagai kekhawatiran muncul, takut hewan yang dipelihara menularkan penyakit, mempengaruhi kesuburan dan lain sebagainya.

Belum lagi banyak rumor yang beredar mengenai kucing yang menyebabkan kemandulan pada wanita dan keguguran pada kehamilan, bahkan kecacatan janin.

Rumor ini didasari oleh adanya parasit yang memang hanya berkembang pada bangsa kucing saja yaitu Toxoplasma yang bisa menular ke manusia. Parasit ini menyebabkan Toxoplasmosis yang memang jika menginfeksi wanita terutama ibu hamil bisa menyebabkan perkembangan janin terganggu (toxoplasmosis kongenital)

Selanjutnya silahkan baca disini : fakta toxoplasma

Wanita, kucing, dan toxoplasma

Hal ini menyebabkan, banyak pemilik anjing yang juga menanyakan mengenai hal serupa. Diantaranya beberapa pertanyaan berikut:

Pemilik juga khawatir jika memelihara anjing bisa menyebabkan infeksi toxoplasma. Pada kucing penularannya terjadi jika ookista infektif yang berada di feses atau kotoran kucing termakan atau masuk ke tubuh melalui oral (melalui mulut), tentu secara tidak sengaja karena higiene dan sanitasi yang tidak terjaga salah satunya tidak cuci tangan setelah kontak atau memegang kotoran.

Pada hewan lain selain kucing, penularannya melalui daging atau otot hewan. Jadi menular tidak dari kotoranya (seperti yang terdapat pada kotoran kucing yang terinfeksi), tapi hanya terjadi kalau makan daging dari hewan tersebut terutama jika tidak dimasak dengan matang. Oleh karena itu pada ibu hamil disarankan makan daging matang.

Jadi, pada dasarnya memelihara hewan peliharaan baik kucing maupun anjing bagi wanita yang hamil, akan hamil atau sedang dalam program kehamilan tidak perlu khawatir dan tidak masalah.
Paling penting bagi kita untuk konsultasi kesehatan reproduksi kita jika memang ada kelainan ke dokter, menjaga gaya hidup yang baik, makan makanan yang berkualitas, baik, dan memiliki nilai gizi tinggi, olah raga, tetap bahagia dan tidak mudah stress. Jika merasa perlu melakukan pemeriksaan sebelum kehamilan bahkan sebelum menikah juga sangat disarankan.

Beberapa pertanyaan seputar kehamilan dan memelihara hewan peliharaan terutama kucing:
Bagaimana dengan melakukan tes Torch bagi wanita?

Sangat disarankan dilakukan untuk mengetahui status kesehatan tubuh thd infeksi Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus dan Herpesvirus. Sehingga jika diketahui ada infeksi bisa segera ditangani.

Apakah terdapat screening untuk kucing terhadap Toxoplasma?

Pada beberapa klinik hewan sudah tersedia test kit untuk mengetahui status infeksi parasit Toxoplasma di kucing.

Apakah Toxoplasma terdapat vaksinnya?

Saat ini belum terdapat vaksin bagi manusia maupun kucing dan anjing terhadap penyakit toxoplasmosis. Pada kambing dan domba masih dikembangkan, beberapa penelitian menggunakan vaksin hidup untuk mengurangi resiko kematian janin pada domba dan kambing.

Pencegahan merupakan hal yang paling penting dilakukan selain tentunya menjaga kesehatan dan kebugaran ibu. Ibu yang menjalani program kehamilan hendaknya selalu berkonsultasi dengan dokter secara berkala, menjaga kebersihan serta menjaga hidup sehat secara fisik maupun psikis.

Memelihara hewan baik anjing maupun kucing selama kehamilan maupun sedang menjalankan program kehamilan tidak menjadi masalah.