Apakah diperbolehkan memelihara anjing dan kucing selama program hamil? 

Apakah diperbolehkan memelihara anjing dan kucing selama program hamil? 

Kehamilan merupakan salah satu momen yang dinanti bagi pasangan yang sudah menikah. Usaha dan doa selalu dipanjatkan untuk memperoleh kehamilan yang sehat, sejahtera dan bahagia. Bagi beberapa orang memang ada yang perlu melakukan program khusus untuk hamil seperti menggunakan treatment obat, evaluasi status reproduksi, kombinasi diet dan gaya hidup sehat serta hal lainnya. 
Tak jarang, banyak juga pemilik hewan atau mungkin yang ingin memiliki hewan peliharaan namun ragu karena kondisinya sedang hamil maupun sedang menjalankan program menuju hamil. 
Berbagai kekhawatiran muncul, takut hewan yang dipelihara menularkan penyakit, mempengaruhi kesuburan dan lain sebagainya. 

Belum lagi banyak rumor yang beredar mengenai kucing yang menyebabkan kemandulan pada wanita dan keguguran pada kehamilan, bahkan kecacatan janin. 

Rumor ini didasari oleh adanya parasit yang memang hanya berkembang pada bangsa kucing saja yaitu Toxoplasma yang bisa menular ke manusia. Parasit ini menyebabkan Toxoplasmosis yang memang jika menginfeksi wanita terutama ibu hamil bisa menyebabkan perkembangan janin terganggu (toxoplasmosis kongenital) 

Selanjutnya silahkan baca disini : fakta toxoplasma 

Wanita, kucing, dan toxoplasma 

Nah dari rumor ini juga, banyak pemilik anjing yang juga menanyakan mengenai hal serupa. Diantaranya beberapa pertanyaan berikut: 

Memelihara anjing saat hamil

Pemilik juga khawatir jika memelihara anjing bisa menyebabkan infeksi toxoplasma. Pada kucing penularannya terjadi jika ookista infektif yang berada di feses atau kotoran kucing termakan atau masuk ke tubuh melalui oral. Pada hewan lain selain kucing, penularannya melalui daging atau otot hewan. Jadi menular tidak dari kotoran, tapi hanya terjadi kalau makan daging dari hewan tersebut terutama jika tidak dimasak dengan matang. 
Jadi, pada dasarnya memelihara hewan peliharaan baik kucing maupun anjing bagi wanita yang hamil, akan hamil atau sedang dalam program kehamilan tidak perlu khawatir dan tidak masalah. 
Paling penting bagi kita untuk konsultasi kesehatan reproduksi kita jika memang ada kelainan ke dokter, menjaga gaya hidup yang baik,  makan makanan yang berkualitas, baik, dan memiliki nilai gizi tinggi, olah raga, tetap bahagia dan tidak mudah stress. Jika merasa perlu melakukan pemeriksaan sebelum kehamilan bahkan sebelum menikah juga sangat disarankan. 
Bagaimana dengan melakukan tes Torch bagi wanita? 

Sangat disarankan dilakukan untuk mengetahui status kesehatan tubuh thd infeksi toxoplasma, rubella, cytomegalovirus dan herpesvirus. Sehingga jika diketahui ada infeksi bisa segera ditangani. 
Apakah terdapat screening untuk kucing terhadap toxoplasma? 

Pada beberapa klinik hewan sudah tersedia test kit untuk mengetahui status infeksi parasit toxoplasma di kucing. 

Apakah toxoplasma terdapat vaksinnya? 

Saat ini belum terdapat vaksin bagi manusia maupun kucing dan anjing terhadap penyakit toxoplasmosis. Pada kambing dan domba masih dikembangkan, beberapa penelitian menggunakan vaksin hidup untuk mengurangi resiko kematian janin pada domba dan kambing. 

Pencegahan merupakan hal yang paling pentinh dilakukan selain tentunya menjaga kesehatan dan kebugaran ibu. Ibu yang menjalani program kehamilan hendaknya selalu berkonsultasi dengan dokter secara berkala, menjaga kebersihan serta menjaga hidup sehat secara fisik maupun psikis. 

Memelihara hewan baik anjing maupun kucing selama kehamilan maupun sedang menjalankan program kehamilan tidak menjadi masalah. 

Apakah bulu atau rambut kucing penyebab asma dan alergi ? 

Apakah bulu atau rambut kucing penyebab asma dan alergi ? 
Banyak rumor yang berkembang di masyarakat mengenai dampak kesehatan negatif akibat memelihara kucing. Diantaranya bulu kucing penyebab asma dan alergi. 

Asma merupakan istilah lain gangguan saluran nafas, biasanya saluran nafas bagian atas. Pada orang awam menyebutnya bengek karena terdengar suara ngik ngik saat bernafas disertai sesak nafas. Penyebab asma bisa beragam bs karena infeksi, iritasi, atau alergi, yang menyebabkan penyempitan saluran nafas. Biasanya ini yang menyebabkan sesak nafas. Pada manusia asma sering dikaitkan dengan alergi, memang alergi bisa menimbulkan gejala sesak nafas menyerupai asma. Karena pada mekanisme alergi, histamin dikeluarkan sebagai respon alergi yang bisa merangsang penebalan lumen atau dinding saluran nafas. Sehingga memberikan efek penyempitan saluran nafas. 
Namun, bukan bulu atau rambut kucing penyebabnya. Karena partikel rambut atau bulu terlalu besar masuk ke saluran nafas. Sehingga yang paling memungkinkan menyebabkan alergi yaitu kulit mati maupun debu yang menempel pada rambut kucing. Partikelnya yang halus memudahkan masuk nya ke saluran nafas, pada individu yang sensitif akan menganggap partikel tersebut merupakan benda asing atau alergen sehingga bisa menimbulkan reaksi alergi yang memperlihatkan gejala sesak nafas. 
Tentu untuk konfirmasi jenis alergi perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan, karena penyebab alergi sangat bervariasi. Selain itu, penting bagi pemilik untuk selalu menjaga kebersihan rambut kucing. Khususnya kucing rambut panjang, karena setiap hari kucing rambut panjang akan rontok sehingga perlu dilakukan penyisiran setiap hari. Selain itu rambutnya yang panjng dan tebal memungkinkan untuk kulit menjadi lebih lembab, banyak debu yang menempel sehingga perlu juga rajin dilakukan perawatan mandi. Pada rambut panjang 1 bulan 2 kali dianjurkan melakukan mandi. 
Jadi, pada dasarnya bulu atau rambut kucing bukan penyebab alergi. Namun yang menyebabkan alergi adalah kulit mati serta debu yang menempel pada rambut atau bulu kucing. Dengan menjaga kebersihan rambut kucing, resiko terjadinya alergi diharapkan berkurang. 

Kenapa rambut anjing dan kucing saya rontok? 

Kenapa rambut anjing dan kucing saya rontok? 

Bagi pemilik yang memiliki kucing biasanya sering melihat banyaknya rambut kucing menempel pada berbagai permukaan pakaian, sofa, tempat tidur, dan juga karpet. Bahkan ketika dielus elus saja biasanya banyak juga rambut yang terbawa pada tangan. 

Bagi orang yang sensitif dengan debu dan kulit mati, biasanya akan menyebabkan reaksi bersin bahkan gatal-gatal kalau alergi. Nah yang dicurigai biasanya karena keberadaan rambut terutama dari kucing. Padahal yang membuat alergi itu bukan rambut atau bulunya, tapi debu maupun kulit mati dan dandruff atau ketombe yang bisa menempel pada rambut dan kulit anjing dan kucing. 

Nah, apakah rambut atau bulu rontok pada anjing dan kucing merupakan hal yang normal? 

Seperti manusia, secara tidak sadar setiap hari kita juga merontokkan rambut kita karena setiap hari ada rambut yang tumbuh baru dan mengalami pergantian. Pada kucing rambut panjang terutama, akan sangat jelas terlihat adanya kerontokan rambut ini. 

Tapi, jika rontok rambut tidak disertai dengan gatal, kebotakan, menjilat bagian kulit berlebihan maka masih tergolong normal walau jumlahnya terlihat berlebihan. 

Perlu diwaspadai oleh pemilik jika kucing mengalami kerontokan rambut disertai dengan adanya bagian kulit yang merah, gatal, botak,  rambut yang kusam, penurunan berat badan, serta kondisi dehidrasi. Jika ciri ciri tersebut terlihat, kemungkinan kucing sedang dalam kondisi kulit tidak sehat. 
Selain itu, pada kucing rambut panjang perlu juga diperhatikan kondisi hairball. Normalnya kucing akan memuntahkan rambut yang masuk ke mulut setelah beberapa hari. Jika jumlahna sedikit tidak akan berbahaya, namun ketika rambut yang masuk dan menjadi hairball serta menyebabkan sumbatan maka disebut trichobezoar. Kondisi ini tentu berbahaya bagi kucing karena bisa menyumbat saluran cerna dan mengganggu fungsinya. 
Jadi pemilik perlu memperhatikan kondisi kucing nya dengan seksama. Untuk mengurangi hairball pada kucing rambut panjang khususnya, bisa dilakukan brushing dan combing (sisir) setiap hari. Selain membuat kucing lebih relaks karena sensasi pijitan sisir rambut, juga melancarkan peredaran darah di kulit serta mengurangi rambut yang masuk ke mulut melalui jilatan. 
Lalu, apa saja yang menyebabkan kucing dan anjing mengalami rambut rontok? 

Rambut rontok bisa disebabkan oleh berbagai hal diantaranya 

1. Kekurangan nutrisi 

2. Radang kulit yang diakibatkan parasit, jamur, 

Biasanya terlihat lokal pada daerah yang terinfeksi saja, tapi kondisi infeksi sistemik juga mungkin terjadi pada seluruh tubuh jika kondisi tubuh sangat buruk dan parah. 

3. Kondisi alergi

Umumnya terlihat pada bagian tertentu disertai kemerahan serta gatal. Kondisi ini terjadi bisa karena alergi gigitan serangga, alergi makanan mungkin terjadi tapi cukup sulit diidentifikasi. 

4. Kelainan hormon

Pada anjing umun terjadi akibat adanya ketidakaeinbangan hormon salah satunya thyroid, umumnya kerontokan d isertai juga kehitaman pada kulit. 

5. Kondisi stress

Kucing dan anjing yg stress serta tidak nyaman biasanya akan mudah mengalami penurunan daya tahan tubuh. Kondisi ini juga menpengaruhi kesehatab kulit. Kucing yg stress sering menjilati rambut berlebihan akbirnya menyebabkan rontok dan botak. 
Bagaimana penanganan rambut rontok pada kucing dan anjing ? 

Sebenarnya untuk melakukan penanganan rambut rontok perlu dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu sehingga mendapatkan pemeriksaan yang tepat, diagnosa yang tepat serta terapi yabg sesuai dengan kondisinya. 
Pemberian minyak seperti vco ataupun zaitun bisa juga diberikan untuk menghindari kondisi kulit kering dan berkerak akibat kondisi ranbut botak. 
Nutrisi juga perlu diperhatikan, pastikan anjing dan kucing mendapatkan cairan yabg cukup. Protein hewani yg cukup karena omega 3 dan omega 6 yang bisa membantu menjaga kesehatan kulit terdapat pada protein hewani seperti ikan salah satunya. 

Suplemen untuk kulit yang khusus bagi anjing dan kucing juga bisa diberikan. Berupa minyak ikan maupun suplemen omega 3 yang khusus untuk anjing kucing. 

Penting sekali bagi pemilik untuk memperhatikan kondisi kulit dan rambut anjing dan kucingnya. Karena kondisi kulit dan rambut yang sehat menandakan kondisi tubuh yang baik. 
Kondisi rambut rontok pada anjing dan kucing itu normal jika tidak disertai debgab gatal, kebotakan, kemerahan, serta perubahan altifitas tubuh. Segera konsultasikan ke dokter hewan terdekat jika anjing dan kucing mengalami kelainan kulit untuk mendapatkan penanganan yang sesuai. 

10 Pertanyaan Seputar Penitipan Hewan dan Mudik Bersama Anjing Kucing

10 Pertanyaan Seputar Penitipan Hewan dan Mudik Bersama Anjing Kucing

Pasti untuk teman-teman yang merantau sudah tentu memiliki rencana mudik setiap lebaran. Rasanya kurang pas dan tentunya sangat disayangkan kalau tidak sampai mudik lebaran, apalagi rasa rindu yang memuncah ingin bertemu dengan orang tua dan sanak saudara di kampung halaman. Gitu kan ya rasanya?

Nah, ini juga yang bikin para mudikers selalu hunting tiket beberapa bulan sebelum lebaran, kalau tidak bisa ambles gak kebagian. Huhu.

Buat teman-teman yang punya hewan peliharaan, tantangan lain muncul nih saat mudik lebaran. Mulai memikirkan sama siapa kucing, anjing kita akan dirawat selama kita mudik. Sementara kalau dibawa mudik juga tidak memungkinkan. Akhirnya pilihan hati jatuh pada rencana memanfaatkan jasa penitipan hewan peliharaan. Lazimnya memang banyak penyedia jasa penitipan hewan untuk anjing dan kucing saja, tapi ada juga yang menyediakan jasa penitipan untuk hewan eksotis (hamster, kura-kura, kelinci, landak mini, ular dan lainnya).

Terus kalau udah dititipin jadinya tenang hati ini? Hmm. Gak juga sih, biasanya tetep kepikiran. Khawatir sama hewan kesayangan kita kalau kenapa-kenapa saat dititipkan. Jadi memang untuk memilih penitipan ini tidak bisa asal, tidak bisa asal murah, asal deket. Tapi perlu dipertimbangkan berbagai hal.

Sebelumnya saya sudah bahas di artikel ini ya : 6 Hal Penting Sebelum Menitipkan Anjing dan Kucing 

Walau sudah dibahas, masih sering juga saya mendapat pertanyaan dari pemilik hewan yang ingin menitipkan hewannya ataupun ingin mudik bersama hewan kesayangannya. Berikut 10 pertanyaan yang sering ditanyakan seputar penitipan hewan dan mudik bersama anjing kucing :

1. Apa yang perlu dipersiapkan sebelum menitipkan anjing dan kucing?

Selain bisa baca di artikel ini : 6 Hal Penting Sebelum Menitipkan Anjing dan Kucing 

Pemilik juga perlu benar-benar memperhatikan kondisi kucing dan anjingnya. Baiknya sebelum dititipkan konsultasikan dulu dengan dokter hewan selain melakukan reservasi pet hotel atau jasa penitipan. Hal yang harus diperhatikan yaitu :

Hewan harus sehat, tidak sedang sakit, tidak ada problem kulit, tidak memiliki kutu.

Beberapa syarat ini lazimnya sudah harus dipenuhi sebelum menitipkan, karena kondisi di penitipan terutama high season akan penuh. Kondisi ini sangat mungkin membuat anjing dan kucing kita tidak nyaman, merasa terancam, jadi kalau kondisinya tidak fit bisa mudah stress dan mengalami penurunan daya tahan tubuh. Bisa saja sepulang dari dititipkan malah menjadi sakit, baik karena adanya penularan maupun memang kondisi tubuh tidak baik.

Problem kulit seperti jamur, adanya tungau, maupun ektoparasit seperti kutu, pinjal, caplak sebaiknya sangat diperhatikan. Ektoparasit sangat mudah menular dari satu hewan ke hewan lain. Kita tidak mau hewan kita tertular dan juga tidak mau menularkan ke hewan lainnya.

Jadi, wajib sekali kondisi ini diperhatikan.

2. Apakah vaksin dan obat cacing wajib untuk anjing dan kucing sebelum dititipkan?

Vaksinasi terutama vaksin inti dan rabies untuk anjing dan kucing wajib dilakukan sebelum menitipkan. Biasanya penitipan juga mensyaratkan vaksinasi dibuktikan dengan buku vaksinasi. Vaksinasi penting agar kucing dan anjing memiliki perlindungan terhadap infeksi,sehingga resiko sakit akan berkurang. 

Baca juga : Mengapa wajib vaksinasi pada anjing dan kucing? 

Pemberian obat cacing rutin juga jangan sampai terlewat. Penularan cacing bisa terjadi akibat kontak hewan satu sama lainnya terutama jika terkena kotoran kucing dan anjing lain. Pinjal atau kutu loncat juga bisa menularkan cacing terutama cacing pita, jadi memang perlu diperhatikan.

Baca juga : 10 pertanyaan mengenai cacingan pada anjing dan kucing 

3. Sebaiknya kalau tidak mau dititipkan karena khawatir, apa alternatif yang bisa dilakukan?

Beberapa pemilik anjing dan kucing juga lebih memilih membawa hewan peliharaannya selain dititipkan walau hal ini tetap beresiko bagi anjing dan kucing, tentunya perjalanan membutuhkan persiapan lebih matang.

Alternatif lain yang bisa dilakukan yaitu dengan menitpkan kepada orang terdekat yang kebetulan tidak bepergian selama kita tidak ada di rumah. Atau bisa juga menggunakan jasa pet sitter profesional. Walau masih jarang keberadaannya, namun ada juga penyedia jasa ini.

Jadi kucing dan anjing kita masih berada di rumah namun dilakukan visit setiap hari untuk mendapatkan perawatan. Biasanya pet sitter akan melakukan pemberian makan, mengajak bermain, mengajak jalan-jalan anjing keluar rumah dan lainnya. Nah, untuk menggunakan jasa ini tentu perlu seleksi yang lebih ketat karena orang asing masuk ke properti kita untuk menghandle hewan kesayangan kita. Pastikan bertanggung jawab dan memiliki rasa kepedulian tinggi terhadap hewan peliharaan.

Kalau saya pribadi memiliki tetangga yang bisa dipercaya untuk menjaga kucing kami selama kami bepergian. Jadi lebih tenang dan nyaman, kita hanya perlu menyiapkan schedule pakan, jumlah pakan yang diberikan, jumlah air minum harian, dan kebutuhan lainnya. Tentunya ada imbal jasa yang diberikan, tidak gratis ya !

4. Kalau memutuskan untuk membawa serta hewan peliharaan menggunakan kendaraan apa saja yg harus diperhatikan?

Pada dasarnya perjalanan bukan merupakan hal menyenangkan bagi anjing dan kucing. Bagi kita saja perjalanan cukup melelahkan dan membosankan, beberapa ada yang mengalami mabuk perjalanan yang sangat tidak nyaman. Begitu juga dengan anjing dan kucing, terutama saat menggunakan transportasi darat (mobil) saat mudik bisa mengalami kemacetan tak terduga. Tak jarang mereka mengalami ketakutan, gelisah, tidak nyaman selama perjalanan. Akibatnya tak jarang kondisi anjing dan kucing jadi drop setelah perjalanan.

Baca juga : 5 cara aman mudik dengan hewan peliharaan 

Oleh karena itu, perlu diperhatikan beberapa hal sebelum kita membawa anjing dan kucing :

  •  Pastikan sehat , konsultasi dengan dokter hewan sebelum berangkat.
  • Usia sebaiknya diatas 3 bulan saat melakukan perjalanan
  • Berikan tempat yang sesuai , pakai kandang atau pet carrier yang ukurannya sesuai. Usahakan anjing dan kucing bisa selonjor dengan nyaman, bisa berdiri dengan 4 kaki. Jadi tidak sesak dan kesulitan bergerak.
Posisi hewan yang sesuai dalam kennel box
Posisi hewan yang sesuai dalam kennel box
sumber :www.aacargo.com
  • Sediakan minum (pakai pet drinker saat kondisi ini diperbolehkan) dan makanan kering 
  • Untuk menghindari muntah, 1 jam sebelum perjalanan baiknya tidak diberi makanan dalam jumlah besar.  
  • Sering istirahat terutama kalau perjalanan dengan moda transportasi darat. Apalagi saat mudik, macet jadi sering sering istirahat. Istirahat setiap 2 jam sekali sangat disarankan. Cukup sulit kalau menggunakan kendaraan umum (biasanya juga tidak diperbolehkan), tapi kalaupun diperbolehkan, setiap ada waktu istirahat usahakan buka pet carrier, gunakan leash agar kucing atau anjing tidak kabur.
  • Kalau menggunakan logistik kereta api, lebih baik gunakan saat sore atau malam hari. Hindari menggunaan pet carrier yang ukurannya kecil, apalagi keranjang buah. Pakai kandang akan lebih baik walau terlihat lebih repot. Jangan lupa, tetap sediakan minum dan makanan, karena perjalanan cukup panjang. Perhatikan kelayakan pet carrier, jangan sampai rusak, mudah terbuka. Kondisi ini bisa sangat merepotkan kalau sampai terbuka maupun terlepas.
  • Kalau menggunakan pesawat, pastikan pakai pet carrier yang ukurannya sudah disesuaikan. Kalau penerbangan internasional biasanya ada ketentuan yang lebih detail. Pastikan semua dokumen lengkap, hewan siap berangkat. Penerbangan dengan pesawat silahkan baca disini : 4 langkah membawa hewan dengan pesawat Membawa anjing dan kucing menggunakan penerbangan internasional 
Kennel box yang sesuai untuk anjing dan kucing
Kennel box untuk anjing dan kucing sumber : www.aacargo.com

5. Apakah obat antimabuk perjalanan manusia bisa digunakan untuk anjing dan kucing?

Seperti manusia, anjing dan kucing juga bisa mengalami mabuk perjalanan. Oleh karena itu memang perlu juga dilatih agar terbiasa dengan suasa kendaraan. Tapi tentu perlu meluangkan waktu lebih untuk melakukan proses ini. Biasanya kalau mual anjing dan kucing akan memperlihatkan kondisi berliur berlebihan (pada anjing lebih jelas terlihat), terlihat cemas (pupil mata membesar, nafas cepat, terenga-engah, terlihat sekali menjilati bibir berulang kali karena mual), kucing sering menjilati tubuhnya berlebihan, kadang ada yang lebih agresif saat perjalanan, bahkan bisa jadi sangat pendiam tapi tetap waspada. 

Kondisi ini tidak terjadi pada semua hewan, bisa jadi hanya beberapa hewan saja. Pengalaman saya membawa anjing dan kucing bandung bogor menggunakan mobil, tidak ada yang mengalami mabuk perjalanan walau tanpa diberikan obat antimual sebelumnya.

Tidak memberikan makanan 1 jam sebelum bepergian bisa juga membantu. Selain itu, bisa juga konsultasikan ke dokter hewan untuk diresepkan obat antimabuk perjalanan bisa diberikan 30 menit -1 jam sebelum perjalanan. Walaupun obat yang digunakan mungkin sama dengan obat yang biasa kita konsumsi untuk mabuk perjalanan, tapi dosisnya berbeda dan beberapa hal perlu sangat diperhatikan. Jadi untuk minimalisir resiko baiknya konsultasi dengan dokter hewan.

6. Apakah boleh menggunakan obat penenang atau obat bius bagi anjing dan kucing sebelum perjalanan?

Obat penenang kucing selama perjalanan

 

Pemberian obat penenang maupun obat bius tidak perlu dan tidak disarankan (kecuali ada kondisi khusus berdasarkan rekomendasi dokter hewan).
Kenapa ya? Bukannya kalau memberikan obat penenang itu akan membantu, jadinya kalau di perjalanan tidak akan menyebabkan stress pada anjing dan kucing?
Ternyata pemberian obat penenang sebelum perjalanan dengan harapan anjing dan kucing bisa lebih tenang bahkan tertidur selama perjalanan ternyata bisa memiliki efek sebaliknya, bisa membahayakan bagi anjing dan kucing.

Obat penenang atau sedativa bisa juga dikombinasikan dengan senyawa lain menjadi obat bius atau anestesi memang bisa digunakan pada anjing dan kucing dengan dosis tertentu dan indikasi yang jelas seperti operasi salah satunya. Penggunaanya diluar itu terutama tanpa pengawasan dokter hewan sebaiknya dihindari karena efek samping obat terhadap organ dan metabolisme.

Setelah pemberian obat penenang maupun obat bius, kesadaran anjing dan kucing sementara berkurang dengan harapan ketika dilakukan tindakan tidak akan merasakan sakit.

Efeknya memberikan sensasi pada otak untuk menghasilkan sensasi lain atau menghambat sensasi nyeri. Ini juga mempengaruhi kerja otot, metabolisme dan pengaturan suhu (thermoregulator). Biasanya efek samping yang ditimbulkan adalah penurunan suhu tubuh, otot tentu tidak sadar, collapse pada saluran nafas. Jika kondisi ini terjadi pada anjing dan kucing yang sedang berada diperjalanan bisa cukup berbahaya. Misalnya naik pesawat, kondisi pesawat yang naik ke ketinggian tertentu menyebabkan juga perubahan tekananan udara. Sehingga menyebabkan tekanan udara di paru-paru juga terganggu. Secara normal tubuh akan sadar melakukan penyesuaian, namun jika kondisinya dalam kondisi bius atau menggunakan obat penenang bisa menyebabkan collapse nya saluran nafas dan paru-paru.  Kondisi ini juga bisa mempengaruhi kerja organ lain salah satunya jantung, bisa mengalami gagal jantung.
Selain itu, efek obat  juga tidak lama, bisa jadi kucing dan anjing tersadar lebih awal. Hal ini bisa membahayakan, bisa menyebabkan trauma benturan maupun luka pada hewan.
Pemberian obat penenang juga tak jarang menyebabkan kekeringan dari organ seperti saluran cerna. Bisa menyebabkan mukosa atau selaput lendir kering serta dehidrasi.  Di dalam kendaraan tentu suhunya lebih tinggi dibandingkan diluar apalagi kalau berdesakan dan penuh sesak. Akibatnya bisa mengalami dehidrasi, kondisi ini tentu tidak kita inginkan. Karena dehidrasi bisa menyebabkan gangguan berbagai organ. Tak jarang juga kondisi panas dalam kendaraan bisa menyebabkan sengatan panas /kejutan panas/heat stroke.

Baca juga : Heat stroke pada anjing dan kucing 

Jadi memang mentransportasikan hewan dalam kondisi sadar disertai dengan perlengkapan dan persiapan yang mumpuni lebih disarankan jika memang terpaksa perlu melakukan perjalanan.

7. Bagaimana ukuran pet carrier yang sesuai untuk anjing dan kucing selama perjalanan?

Ukurannya tentu disesuaikan dengan ukuran tubuhnya, usahakan anjing dan kucing bisa selonjor dengan nyaman, tidak menekuk dan bisa berdiri.Ukuran 1-1,5 kali tubuhnya bisa juga digunakan dan disesuaikan. Saat ini banyak jenis dan bentuk pet carrier, untuk perjalanan dekat menggunakan bentuk ransel bisa digunakan (misalnya hanya pergi ke dokter hewan, pergi jalan-jalan sebentar, pergi ke petshop untuk grooming). Tapi untuk perjalanan jauh lebih dari 5 jam atau menggunakan pesawat dan kereta api, tentu penggunaan pet carrier dengan bahan kain dan bentuk ransel tidak disarankan. Lebih baik menggunakan kennel box atau pet cargo yang berbahan plastik kuat dengan pintu stainless, pintu plastik khawatir mudah digigiti dan terlepas.  Menggunakan keranjang seperti keranjang “rio” untuk jarak jauh juga sebaiknya dihindari, kecuali dengan pengawasan menggunakan mobil pribadi misalnya.  Bukaannya pada bagian atas sangat mudah terbuka bagi kucing dan anjing.

8. Apa efek samping membawa hewan dalam waktu yang lama (lebih dari 24 jam)?

Membawa anjing dan kucing dalam perjalanan selama berhari-hari sebenarnya tidak direkomendasikan. Jika memungkinkan baiknya menggunakan pesawat atau moda transportasi lain. Walau memang ketika penerbangan internasional bisa saja anjing maupun kucing mengalami perjalanan lebih dari 12 jam. Namun, jika menggunakan pesawat sudah terdapat standar yang cukup baik sehingga bisa dibilang lebih aman (tentu dengan persiapan yang matang dan sesuai).

Kadang kondisi memaksa untuk membawa anjing dan kucing dalam perjalanan dalam waktu yang lama. Efek nya pada anjing dan kucing tentu bisa membuat tidak nyaman, stress dalam perjalanan, apalagi kalau penuh sesak.

Kondisi yang mungkin terjadi jika perjalanan dalam waktu yang lama yaitu kucing dan anjing mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan, kelelahan, kepanasan bahkan mengalami sesak nafas. Jika tidak disertai dengan istirahat, pemberian makan dan minum,  bisa jadi juga berakibat kepada kematian.

Jadi sebagai pemilik perlu memperhatikan kondisi anjing dan kucingnya selama perjalanan.

9. Apakah ada jenis anjing dan kucing tertentu yang perlu diperhatikan saat melakukan perjalanan?

Pada dasarnya semua anjing dan kucing dengan persiapan yang matang dan konsultasi dengan dokter hewan bisa melakukan perjalanan. Namun memang pada jenis anjing dan kucing tertentu terutama dengan hidung pesek atau rahang pendek (brachycephalic breed) sebaiknya sangat diperhatikan. Bahkan ada beberapa maskapai internasional yang tidak menyarankan ras rahang pendek ini melakukan perjalanan.

 

Anjing rahang pendek
Anjing rahang pendek
sumber :www.aacargo.com

 

Kucing rahang pendek
Kucing rahang pendek
sumber :www.aacargo.com

Hal ini dikarenakan, pada ras anjing dan kucing hidung pesek atau rahang pendek, memiliki saluran nafas yang lebih sempit. Kondisi ini menyebabkan saluran nafasnya mudah sekali mengalami gangguan terutama kalau suhunya panas. Tidak heran ketika melihhat anjing atau kucing rahang pendek seperti pug, kucing exotic shorthair ataupun persia saat kondisi panas sangat mudah panting atau terengah-engah, tak jarang jadi mudah collapse. Bahkan kondisi ini bisa diperparah kalau terjadi pada anjing dan kucing dengan berat badan berlebih.

Jika pemilik memiliki anjing dan kucing jenis rahang pendek, sebaiknya lebih intensif memperhatikan kondisinya. Khawatir mengalami gangguan nafas.

Baca juga : Punya kucing hidung pesek? ini yang perlu diperhatikan 

Ras anjing rahang pendek 

10. Apa yang dilakukan setelah anjing dan kucing tiba ditempat tujuan?

Setelah melalui perjalanan dengan berbagai mode transportasi dan waktu tempuh yang berbeda. Anjing dan kucing masih perlu diperhatikan. Tidak bisa langsung dilepaskan begitu saja di tempat tujuan. Pemilik perlu memperhatikan beberapa hal yaitu :

1. Amati kondisi kucing dan anjing, kalau lemas bisa jadi terkena sengatan panas atau dehidrasi. Jadi perlu segera diberikan udara (dengan kipas), bisa kompres air dingin (bukan air es), beri minum yang cukup.

2. Ditempat baru pelan pelan dikenalkan, tidak perlu dipaksa kalau tidak mau keluar pet carrier atau kandang.

3. Tetap sediakan makanan dan minuman. Pakan yang basah lebih direkomendasikan karena lebih mudah dicerna.

4. Untuk anjing, jangan lupa ajak jalan2 agar bisa pup dan pipis. Untuk kucing, sediakan litterbox ditempat yang tidak teerlalu ramai orang.

5. Biasanya kalau ada hewan baru, anak kecil sering penasaran. Baiknya beri waktu untuk aniing kucing beristirahat.

Tetap perhatikan selalu kondisi anjing dan kucing setelah perjalanan, tak jarang kondisi perjalanan yang lama menyebabkan tubuh jadi mudah drop sehingga kemungkinan terpapar penyakit juga bisa terjadi.

Memiliki hewan peliharaan memang butuh perhatian dan tanggung jawab termasuk perlu memikirkan saat ada kepentingan lain yang mengharuskan melakukan perjalanan atau menitipkan hewan peliharaan. Namun dengan persiapan yang mumpuni dan menjaga kesehatan anjing dan kucing dengan baik tentu pemilik tidak perlu khawatir. Yang terpenting pemilik perlu tetap menjaga kondisi hewan dan juga kondisi dirinya sendiri selama, saat, dan sesudah perjalanan.

 

Bahan bacaan :

https://www.avma.org/public/PetCare/Pages/Traveling-with-Your-Pet-FAQs.aspx

https://www.merckvetmanual.com/special-pet-topics/travel-with-pets/introduction-to-travel-with-pets

https://www.aacargo.com/learn/animals.html

Plumb’s veterinary drug handbook 7th edition

 

 

 

 

 

 

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Jika Membeli Pakan Repack Untuk Anjing dan Kucing 

5 Hal yang Perlu Diperhatikan Jika Membeli Pakan Repack Untuk Anjing dan Kucing 

Makanan untuk anjing dan kucing banyak sekali merk nya terdiri dari berbagai jenis. Pakan dijual dalam berbagai berat dan bentuk, ada yang dijual sachet atau pouch dan tin atau kaleng untuk wetfood. Ada juga dalam bentuk packaging berbagai berat mulai dari 250 gram hingga 20 kg untuk dry food. Tak jarang untuk memudahkan pembeli mendapatkan pakan dengan harga terjangkau, penjual juga melakukan repack alias bungkus ulang menjadi bungkusan lebih kecil. Pakan repack asalnya dari pakan dryfood dalam jumlah yang lebih besar. 

Keuntungan memberi pakan repack : 
1. Harga lebih murah karena kuantitas lebih kecil

2. Bisa beli dengan jumlah kecil, jadi bisa menyesuaikan kebutuhan 2 mingguan atau bulanan 

3. Bisa melihat reaksi makanan pada kucing dan anjing, kalau tidak cocok bisa mengganti ke merk lain tanpa pemilik perlu beli dalam jumlah besar lagi. (Setiap pergantian pakan perlu pelan2 dan bertahap mencampur pakan lama dan baru). 
Kekurangan : 

1. Tidak diketahui lama nya pakan sudah dikemas dan dipajang. 

2. Jumlah pakan atau feeding guidelines biasanya tdk di sertakan, jadi pemberian pakan jumlahnya bs saja tdk sesuai. 

3. Mudah terkontaminasi 

Kontaminasi pada pakan bisa berasal dari kontaminan fisik (debu, serpihan kaca, plastik, rambut dll). Kontaminan lain seperti bakteri, jamur, semut, serangga lain. 

Apa yang bisa terjadi kalau pakan untuk anjing dan kucing terkontaminasi? 

Kontaminasi pada pakan selain cukup berbahaya kalau ada kontaminan fisik, kontaminan lainnya bisa saja menyebabkan gangguan pencernaan pada kucing dan anjing, akibatnya bs juga anjing kucing mengalami diare, muntah. 

Untuk menghindari kontaminasi maupun hal yang tidak diinginkan akibat konsumsi pakan repack, sebaiknya perhatikan 5 hal ini ya : 

1. Perhatikan bungkus nya, biasanya kalau pakan repack yang cukup lama akan terlihat adanya kumpulan garam dan minyak di dalam bungkusan. Bungkusan terlihat lebih kusam.  Baiknya pilih bungkusan dengan menggunakan seal (penutup) yang baik. 

Perhatikan juga kondisi pembungkus, jangan sampai ada lubang, semut, lalat, bekas gigitan tikus. Bungkus yang terbuka, dan kondisi lain karena akan mempengaruhi kualitas pakan. Biasanya pakan jadi berbau tengik dan bisa juga jadi lembek (melempem). 

2. Setiap setelah membeli, sebaiknya pindahkan langsung ke tempat lain seperti toples, jar, container dll. Ini untuk menghindari kontaminasi dan pakan lebih terjaga, dibandingkan dengan menggunakan plastik saja. 

3. Jika memungkinan minta fresh pack. Kalau saya lebih senang membeli pakan repack dengan sistem fresh pack. Jadi saya tau bahwa pakan baru di packing. Meminimalisir kontaminasi dan kontak pakan dengan udara. 

4. Tanyakan juga expire date, sehingga diketahui pakan masih layak konsumsi atau tidak. Tanyakan juga aturan pemberian pakan atau feeding guidelines. Sehingga diketahui takaran pemberian pakan setiap hari sesuai berat badannya. Pada dasarnya dengan mengetahui feeding guidelines ini akan mudah memperhitungkan kebutuhan mingguan dan bulanan kucing dan anjing. Jadi lebih hemat. 

5. Tetap perhatikan reaksi setelah diberikan pakan. Perhatikan bentuk feses (kotorannya) jadi lembek atau tidak ada perubahan, perhatikan ada muntah atau tidak, dan kemungkinan gangguan pencernaan. Normalnya tidak akan ada perubahan perilaku maupun bentuk kotoran setelah diberikan pakan. 

Baca juga : panduan memberi makan pada anjing dan kucing 

Asupan cairan harian untuk anjing dan kucing 

Pada dasarnya, pembelian pakan dalam bentuk repack boleh saja. Namun pemilik juga perlu teliti sebelum membeli, tetap perhatikan reaksi setelah pemberian pakan. Yang terpenting lagi,  asupan cairan harian untuk kucing mencukupi. Terutama kalau menggunakan pakan kering. Tidak ada salahnya juga memberikan pakan basah maupun ikan dan ayam rebus sebagai variasi pakan selain menggunakan dry food atau pakan kering. Selain menjaga agar kucing dan anjing tidak bosan terhadap pakan, juga bisa mendapatkan protein hewani yang langsung dari bahan alam tentunya akan lebih baik. 

Jangan lupa tetap konsultasikan kondisi hewan ke dokter hewan jika terlihat adanya perubahan perilaku maupun aktifitas.