Berapa biaya ke dokter hewan?

Berapa biaya ke dokter hewan ?

Banyak sekali pemilik hewan yang menanyakan hal ini kepada saya, baik melalui instagram @tanyadokterhewan maupun melalui website tanyadokterhewan.com.

Sebenarnya dari beberapa pertanyaan, pemilik ingin sekali membawa hewan nya ke dokter hewan ketika sakit, namun yang dikhawatirkan adalah biaya nya, khawatir mahal dan tidak sesuai dengan budget masing-masing. Biasanya juga  bingung dan tidak tahu  mencari alamat dokter hewan yang tepat di daerahnya masing-masing.

Saya juga pernah memberikan pertanyaan sebagai survey spontan dalam unggahan di instagram @tanyadokterhewan untuk menanyakan pandangan pemilik hewan seputar klinik maupun praktek dokter hewan. Bisa cek disini link nya: Instagram @tanyadokterhewan 

Ternyata komentar nya pun beragam, namun kebanyakan mengatakan mahal.

Lalu benarkah biaya ke dokter hewan itu mahal?

Masalah mahal atau murah pada dasarnya masing-masing memiliki pandangan yang berbeda. Tergantung prioritas masing-masing individu, jika memang sudah menganggarkan untuk menyisihkan sebagian dana untuk dana kesehatan hewan peliharaan tentu akan terasa ringan bagi pemilik. Namun, jika hewan peliharaan seperti anjing dan kucing belum menjadi prioritas (tidak dianggarkan dananya) maka ketika mendapati tagihan klinik mencapai Jutaan rupiah tentu akan terkejut dan terbebani.

Jika memang dibandingkan dengan biaya pengobatan manusia, memang cenderung lebih mahal (ini juga relatif tergantung kasusnya) karena belum ada tanggungan dari asuransi, lembaga penjamin dana kesehatan seperti BPJS, belum juga ada kartu sehat gratis.

Penyebab lainnya juga banyak obat dan peralatan yang harganya cukup mahal dan didapatkan dengan mengimpor dari luar negeri sehingga biaya yang dikeluarkan untuk alat dan obat lebih tinggi.

Berapa kisaran dana yang harus dikeluarkan untuk melakukan pemeriksaan di dokter hewan ?

Ini pertanyaan yang sering sekali ditanyakan, masalah rupiah tentu sangat sensitif untuk dibicarakan ya. Tapi, sebenarnya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan mahal atau tidaknya rupiah yang harus dikeluarkan untuk pemeriksaan ke dokter hewan, yaitu :

  1. Jenis tempat praktik dokter hewan

    Dokter hewan yang melakukan praktik atau pelayanan jasa medis veteriner terdapat beberapa jenis tempat praktik, yaitu :

    a. Praktik dokter hewan mandiri

    Praktik ini merupakan praktik yang dijalankan oleh dokter hewan secara individu. Management nya pun dikelola sendiri, biasanya dokter hewan praktik mandiri menggunakan nama pribadi di papan nama tempat praktek nya. Misalnya Praktek dokter hewan drh. Puspasari . Tarif Jasa pelayanan sepenuhnya bergantung kepada dokter.

    b. Praktek dokter hewan Bersama (PDHB)

    Praktik ini merupakan praktik yang dijalankan beberapa dokter hewan dalam satu tempat praktik dan terdapat dokter hewan penanggung jawab. Tarif jasa pelayanan tentu bervariasi tergantung masing-masing management.

    c. Klinik dokter hewan

    Klinik dokter hewan memiliki management yang jelas umumnya swasta, bisa juga perseorangan dengan susunan management yang terstruktur. Memiliki dokter hewan lebih dari 1 biasanya, dan ada dokter hewan koordinator atau penanggung jawab. Klinik ini memiliki perlengkapan yang lebih lengkap dari dokter hewan praktik mandiri, sudah ada laboratorium di klinik untuk pemeriksaan darah dan juga pemeriksaan lab lainnya. Tarif jasa pelayanan nya tentu bergantung masing-masing manajemen dan tindakan yang dilakukan.

    d. Puskeswan

    Jika pelayanan kesehatan pada manusia ada Puskesmas, kalau di hewan terdapat Puskeswan (pusat kesehatan hewan). Puskeswan merupakan salah satu UPT (unit pelayanan teknis) di bawah Dinas pertanian, peternakan pada Kota maupun Kabupaten. Tarif jasa pelayanan nya diatur dalam Perda (peraturan daerah) biasa nya tarifnya lebih terjangkau.

    e. Rumah sakit Hewan

    Rumah sakit hewan bisa dikelola oleh swasta maupun universitas. Beberapa universitas yang memiliki Fakultas Kedokteran Hewan memiliki Rumah Sakit Hewan Pendidikan.  Biasanya rumah sakit hewan pendidikan mengikutsertakan calon dokter hewan yang sedang melakukan koasistensi untuk belajar. Rumah sakit hewan ada juga yang dikelola oleh pemerintah tingkat provinsi salah satunya Rumah sakit hewan Provinsi Jawa Barat di Cikole.

    Terdapat juga rumah sakit hewan yang dikelola oleh yayasan swasta, salah satunya Rumah sakit hewan Jakarta.

    Rumah sakit hewan memiliki fasilitas yang sangat lengkap, biasanya dijadikan rujukan oleh klinik maupun praktek dokter hewan mandiri.

    Biaya jasa pelayanan medis pada rumah sakit tergantung juga management nya, jika milik pemerintah biaya nya sudah diatur sehingga lebih terjangkau.

  2. Jenis Tindakan dan Pelayanan

    Jenis tindakan dan pelayanan terhadap anjing dan kucing juga mempengaruhi biaya yang dikeluarkan oleh pemilik, diantaranya :

    a. Konsultasi

    Biaya konsultasi biasanya tidak termasuk biaya obat dan vaksin. Kisarannya 50.000-150.000 rupiah, bisa lebih tinggi atau lebih rendah tergantung kebijakan masing-masing.

    b. Biaya Tindakan

    Jika diperlukan, dokter akan melakukan tindakan lanjutan misalnya infus, pemeriksaan kerokan kulit, pemeriksaan darah, ronsen (X ray), USG, jahit luka dan tindakan lainnya. Biaya nya bervariasi tergantung dari jenis pelayanan, untuk ronsen (X-ray) dan USG berkisar 200.000 rupiah, sementara pengambilan darah lengkap berkisar 200.000-300.000 rupiah. Biaya ini sepenuhnya bergantung dengan kebijakan masing-masing manajemen maupun dokter.

    c. Operasi

    Tindakan lanjutan operasi jika perlu dilakukan, biayanya tergantung dari kondisi, keparahan, dan jenis operasi yang dilakukan. Operasi yang rumit tentu membutuhkan biaya yang cukup mahal. Steril dan kastrasi juga salah satu tindakan operasi yang biayanya bervariasi. Operasi berkisar 500.000 hingga lebih dari 2 juta rupiah.

    d. Terapi tambahan

    Biaya terapi misalnya akupuntur, massage (pijat) dan terapi lainnya dilakukan oleh dokter.

    e. Biaya obat

    Biaya obat tentu sangat bergantung dari jumlah dan jenis obat yang digunakan. Bisa tersedia di dokter hewan ataupun bisa diberikan resep dan ditebus di apotek terdekat.

    f. Rawat Inap

    Rawat inap sakit biasanya ada biaya visit dokter setiap hari dan biaya pengobatan harian. Biaya nya tentu tergantung lama rawat inap dan jenis terapi yang setiap hari diberikan dokter.

    g. Biaya House call (panggil dokter ke rumah)

    Beberapa dokter menyediakan juga jasa untuk melakukan perawatan di rumah pemilik. Biasanya dokter akan menentukan biaya transportasi atau biaya kunjungan di luar biaya konsultasi dokter. Tentu besar biaya nya tergantung jarak tempuh serta kebijakan masing-masing dokter ya.

    f. Vaksinasi

    Vaksinasi termasuk program penting untuk menjaga kesehatan anjing dan kucing. Jenis vaksin untuk anjing dan kucing bisa cek disini : vaksinasi anjing dan kucing

    Biaya vaksinasi tergantung jenis vaksinnya, kisarannya 200.000, bisa lebih murah ataupun lebih tinggi.

    g. Biaya emergency (gawat darurat)

    Biaya penanganan gawat darurat ini biasanya lebih tinggi dari biaya normal karena dilakukan di luar jam kerja normal. Klinik 24 jam maupun rumah sakit hewan bisa menerima kasus emergency karena ada dokter jaga yang bergantian bertugas setiap harinya.

Dimana bisa mendapatkan kontak dokter hewan?

Saat ini, mendapatkan info mengenai apapun sangat mudah sekali. Hanya dengan menggunakan handphone, masuk ke mesin pencari (search engine), masukkan keyword yang diinginkan dan semua informasi pun diperoleh.

Jadi, untuk mengetahui kontak dokter hewan bisa langsung cek masing-masing ya. Untuk mengetahui info biaya, bisa ditanyakan langsung ke tempat praktek, klinik, maupun rumah sakit hewan yang akan dituju.

Pada beberapa daerah memang keberadaan dokter hewan masih terbatas, ini juga masih menjadi tantangan untuk profesi ini. Semoga dengan bertambahnya universitas yang memiliki fakultas kedokteran hewan, persebaran dokter hewan semakin merata.

Informasi tambahan : Saat ini ada 11 Universitas yang memiliki Fakultas kedokteran hewan / Program studi dokter hewan yaitu Universitas Syiah Kuala Aceh (Unsyiah), Universitas Padjajaran (Unpad), Institut Pertanian Bogor (IPB), Unversitas Gajah Mada (UGM), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Wijaya Kusuma (UWKS), Universitas Udayana (Bali), Universitas Nusa Tenggara Barat (UNTB), Universitas Hassanudin (Unhas), Universitas Nusa Cendana (Undana).

Kalau Tanya dokter hewan melalui media sosial atau online boleh tidak?

Kadang, banyak juga yang merasa kecewa karena sudah nulis panjang-panjang, curhat panjang lebar kondisi anjing dan kucing nya di website tanyadokterhewan.com maupun komentar instagram @tanyadokterhewan, oleh dokter dijawab “sebaiknya diperiksakan ke dokter hewan ya!” .

Tidak jarang banyak yang kesal dan menjawab balik “gimana sih, kan udah nanya panjang, dijawabnya ke dokter lagi” terus ada juga yang bilang ” loh ini kan udah nanya sama dokter”, atau ada juga yang dari awal sudah bilang ” dok, saya jauh dan gak tau dimana dokter hewan, saya mau tanya kucing saya gini dok” , dan lain lainnya.

Ini perlu diluruskan ya, jadi melakukan tanya jawab atau diskusi dengan dokter hewan ataupun forum pecinta hewan melalui media sosial maupun online memang tidak ada salahnya untuk tau gambaran secara umum atau kemungkinan yang terjadi berdasarkan pertanyaan yang disampaikan. Namun pemeriksaan oleh dokter hewan penting dan tetap perlu dilakukan karena diagnosa tidak bisa diberikan tanpa melakukan pemeriksaan.

Pemeriksaan juga penting untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat, dikhawatirkan jika tidak dilakukan pemeriksaan dulu lalu langsung memberikan obat tanpa saran dokter akan memperparah kondisinya.

Dokter perlu tau dulu kondisinya dengan melihat langsung, kalau tidak melihat, tidak meraba, bisa saja yang diutarakan dengan yang kenyataannya berbeda. Terutama kalau kondisinya sudah darurat, wajib sekali diperiksakan ke dokter hewan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Cek juga disini : 12 kondisi wajib ke dokter hewan

 

Lalu, bagaimana supaya pemilik tenang dan tidak kewalahan berobat ke dokter hewan?

Berikut 7 tips agar pemilik tidak kewalahan berobat ke dokter hewan :

 

1. Sisihkan sebagian uang harian, mingguan, atau bulanan untuk budget kesehatan anjing dan kucing. Jadi, ketika ada kondisi darurat atau hewan sakit tidak repot untuk mencari dana kembali.

2. Rajin mencari info seputar kegiatan bakti sosial yang berkaitan dengan anjing dan kucingSaat ini, sangat banyak yayasan, komunitas, maupun tempat praktek dokter hewan, klinik maupun rumah sakit hewan yang mengadakan program bakti sosial. Biasanya melakukan pemeriksaan gratis, vaksinasi rabies gratis, harga khusus untuk vaksinasi, bahkan steril bersubsidi dan steril gratis. Biasanya terdapat syarat dan ketentuannya dan kuota nya pun dibatasi, jadi perlu semangat dan gesit untuk mendapatkan slot nya.

3. Melakukan check up (pemeriksaan rutin) ke dokter hewan, minimal 6 bulan atau 1 tahun sekali. Dokter akan memeriksa secara keseluruhan dan memberikan saran seputar kondisinya.

4. Melakukan vaksinasi dan memberikan obat cacing rutin. Vaksinasi hanya bisa dilakukan pada hewan yang sehat saja, jadi saat kondisi ini sangat baik untuk konsultasi juga dengan dokter hewan dan mendapatkan saran selanjutnya seputar nutrisi dan kesehatan anjing dan kucing. Obat cacing juga diberikan berdasarkan saran dokter hewan, biasanya dokter juga akan mengingatkan pemberian obat antiektoparasit (obat kutu) rutin.

Cek info vaksinasi disini : Mengapa wajib vaksinasi pada anjing dan kucing 

Info cacingan pada anjing dan kucing bisa cek disini : 10 pertanyaan tentang cacingan pada anjing dan kucing

5. Berikan makanan yang sesuai dengan kebutuhan dan usia anjing dan kucing

Info lebih lengkap bisa cek panduan nya disini : Panduan lengkap memberi makanan pada anjing dan kucing

6.Suplemen bisa saja diberikan untuk anjing dan kucing jika dirasa perlu, terutama suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

7.Berikan perhatian dan kasih sayang yang cukup

Anjing dan kucing bukan seperti barang yang dikandangkan dan dibiarkan saja. Mereka perlu perawatan, dijaga kebersihan, kesehatan, serta diberikan kasih sayang dengan diajak berkomunikasi dan bermain. Jika anjing dan kucing merasa aman dan nyaman tentu akan senang dan tidak tertekan, ini juga mempengaruhi daya tahan tubuh nya. Kondisi pskis dan fisik yang baik akan meningkatkan daya tahan tubuh sehingga menurunkan resiko terkena penyakit.

 

Mengambil keputusan untuk merawat anjing dan kucing perlu dibutuhkan komitmen untuk menyediakan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Sebagai pemilik hewan yang bertanggung jawab perlu memikirkan biaya kesehatannya, sesuaikan dengan budget yang dimiliki. Jangan akhirnya keberatan dengan biaya, dan membuat anjing dan kucing tidak diperhatikan.

Hal yang pelru dipikirkan adalah biaya kesehatan, biaya kesehatan dan pemeriksaan ke dokter hewan sangat bergantung dari kondisi kesehatan anjing dan kucing. Penting bagi pemilik untuk diperhatikan yaitu memastikan kebutuhan anjing dan kucing sesuai, mengurangi faktor penyebab stress sehingga bisa nyaman dan sehat. Kalau anjing dan kucing sehat, tentu pemilik juga akan senang, hidup juga lebih sehat.

Hotspot pada anjing dan kucing

Hotspot pada anjing dan kucing

Hotspot, istilah ini sepertinya memang tidak asing ya, namun biasanya merujuk pada tempat atau wilayah yang memiliki jaringan internet nirkabel yang baik. Nah, pada kali ini yang dibahas adalah seputar hotspot pada anjing dan kucing yang merupakan istilah untuk peradangan pada kulit (penyakit kulit pada anjing dan kucing).

Hotspot atau acute moist dermatitis, atau pyotraumatic dermatitis. Dari nama lainnya bisa diartikan peradangan kulit yang basah dan sifatnya akut (baru terjadi), atau bisa juga diartikan dengan peradangan disertai luka (akibat gigitan atau jilatan) bernanah pada kulit.

Mengapa anjing dan kucing bisa terkena hotspot?

Anjing dan kucing yang mengalami hotspot awalnya merasakan gatal pada kulit, penyebabnya tentu beragam bisa karena parasit, infeksi jamur, alergi maupun penyebab lainnya.

Info lengkapnya bisa cek disini : Penyebab penyakit kulit pada anjing dan kucing 

Gatal pada kulit menyebabkan anjing dan kucing menggesek maupun menjilati, menggigit, maupun menggaruk bagian yang gatal, lama kelamaan akan melebar dan menyebabkan iritasi pada kulit.

Kulit yang mengalami peradangan akan sakit ketika disentuh, biasanya anjing dan kucing yang terkena hotspot akan cenderung marah saat dipegang bagian tersebut.

Hotspot pada anjing akibat gigitan pinjal (sumber : Noli 2014)

Bagian kulit mana yang bisa mengalami hotspot?

Biasanya anjing dan kucing yang mengalami hotspot akan memperlihatkan luka atau radang daerah tertentu atau lokal. Bagian kulit uang umumnya bisa terkena hotspot yaitu bagian dada, punggung, selangkangan (groin). Pada bagian-bagian tersebut akan mudah dijilat maupun digigit jika anjing dan kucing merasa gatal.

Anjing lebih sering mengalami kondisi ini dibandingkan kucing. Anjing dengan rambut yang tebal, panjang, dan kurang dijaga kebersihannya akan cenderung mengalami kondisi gangguan kulit, salah satunya hotspot.

Bagaimana kulit anjing dan kucing yang mengalami hotspot?

anjing dan kucing yang mengalami hotspot akan memperlihatkan beberapa gejala diantaranya :

  1. kulit merah
  2. terlihat menebal (bengkak)
  3. basah
  4. saat dipegang akan kesakitan
  5. jika sudah ada infeksi bakteri lanjutan akan bernanah.
Hotspot pada bagian leher anjing (Sumber : Schaer dan Gaschen 2016)

Apa yang perlu dilakukan kalau anjing dan kucing terkena hotspot?

Melakukan pengobatan dan perawatan penyakit kulit memang bisa saja dilakukan dirumah. Tapi akan lebih baik jika diperiksakan ke dokter, supaya mendapatkan penanganan yang tepat sesuai kondisinya.

1.Jangan biarkan anjing menggaruk luka

Penting sekali bagi pemilik untuk menghindarkan anjing maupun kucing untuk menggaruk ataupun menjilati bagian yang luka, karena akan memperparah kondisinya. Anjing maupun kucing jika perlu bisa menggunakan elizabeth collar atau corong untuk anjing.

Info lengkap penggunaan elizabeth collar bisa cek disini : 6 Tips mengobati luka pada anjing dan kucing 

2. Berikan obat sesuai petunjuk dokter

Dokter akan memberikan pengobatan sesuai dengan kondisi dan penyebabnya. Antihistamin, antibiotik, maupun anti radang berupa salep atau obat minum bisa juga diberikan dokter jika ada indikasi alergi ataupun infeksi bakteri.

Obat perlu diberikan sesuai arahan dokter.

3. Mencukur rambut bisa membantu persembuhan luka

Penanganan luka juga perlu diperhatikan misalnya melakukan pencukuran rambut sekitar luka untuk menjaga luka agar tidak terkontaminasi serta memudahkan memberi obat sehingga mempercepat persembuhan.

4. Membersihkan kulit yang luka dengan antiseptik

Membersihkan luka juga cukup sulit, biasanya anjing dan kucing akan tidak suka lalu marah bahkan menggigit karena sakit. sehingga perlu bantuan orang lain jika memanh dibutuhkan.

Membersihkan luka setiap hari sesuai saran dokter sebelum diberikan obat luar atau salep. antiseptik bisa digunakan untuk membersihkan luka, dipasaran banyak merk nya bisa rivanol, detol, baiknya dicampur dengan air hangat. setelah sedikit mengering, lalu dioleskan obat dari dokter.

Pastikan saat membersihkan tangan kita bersih, sehingga mengurangi kontaminasi.

5. Menggunakan Minyak kelapa maupun minyak zaitun untuk mempercepat persembuhan luka

Bahan alami yang mudah ditemukan dan aman untuk anjing maupun kucing diantaranya minyak kelapa (VCO) dan minyak zaitun (Olive oil). Namun penggunaannya tetap perlu diawasi oleh dokter.

Apa yang harus dilakukan untuk menghindari anjing dan kucing terkena hotspot?

1.Menjaga kebersihan. Kebersihan lingkungan dan kandang, kebersihan anjingnya sendiri. Jika semuanya bersih, resiko adanya kutu atau caplak juga rendah. 

2.Pemilik rajin melakukan perawatan rambut dan kulit anjing. Rajin menyisir rambut, memandikan dengan rutin setidaknya sebulan sekali atau dua kali bagi anjing dengan rambut panjang. Rambut dan kulit yang bersih membuat kondisi selalu sehat.

Pastikan setelah mandi, kulit dikeringkan sempurna untuk menghindari infeksi akibat jamur.

3. Memberikan nutrisi dan makanan yang seimbang.

Memberikan makanan yang sesuai dengan usia dan kebutuhan anjing maupun kucing. Perhatikan juga reaksi ketika dilakukan pergantian pakan, jika ada bahan yang memicu alergi sebaiknya dihentikan pemberiannya.

Cek disini : Alergi pada anjing dan kucing 

4. Melakukan check up rutin ke dokter hewan.

Pemeriksaan ke dokter hewan bisa dilakukan 6 bulan sekali.

Anjing maupun kucing yang terkena hotspot bisa ditanggulangi dengan memberikan pengobatan dan perawatan sesuai dengan saran dokter hewan disertai dengan daya tahan tubuh anjing dan kucing yang baik. Peran pemilik juga sangat penting untuk selalu sabar dan telaten dalam mengobati anjing maupun kucingnya untuk mempercepat proses persembuhan.

Referensi :

Scharer M, Gaschen F.2016. Clinical medicine of the dog and cat 3rd edition. CRC Press.

Noli C, Foster K, Rosenkrantz W.2014. Veterinary Allergy. Wiley

Nuttal T, Harvey RG, McKeever PJ. 2009. A colour Handbook of skin disease of the dog and cat. Manson publishing

 

Pyoderma, Penyakit kulit bernanah pada anjing dan kucing

Pyoderma, Penyakit kulit bernanah pada anjing dan kucing

Kulit merupakan salah satu organ terpenting untuk manusia maupun anjing dan kucing. Seperti yang kita ketahui, kulit berfungsi sebagai penutup tubuh, kulit juga berperan sebagai pelindung atau pertahanan utama terhadap berbagai gangguan terutama gangguan dari luar. Kulit terlihat tipis namun ternyata kulit memiliki beberapa lapisan yang cukup kompleks. Kondisi kulit yang buruk menandakan adanya ketidakseimbangan di dalam tubuh sehingga memudahkan berbagai zat maupun agen penyakit merusak integritas (keutuhan) kulit.

Kondisi kulit yang mengalami gangguan sering kita kenal dengan penyakit kulit, penyebabnya tentu bisa bermacam-macam dikarenakan faktor internal (dalam) maupun eksternal (luar). Lebih lengkapnya silahkan baca disini : Penyebab penyakit kulit pada anjing dan kucing 

Biasanya pada anjing dan kucing, penyakit kulit termasuk hal yang sering dikeluhkan oleh pemilik. Pemilik merasa tidak betah dengan garukan anjing dan kucing yang menyebabkan luka, garuk hingga rontok dan botak, serta menimbulkan bau tidak sedap dari kulit yang luka terbuka dan bernanah.

Kenapa bisa ada nanah pada kulit dan membuat bau?

Nanah (pus) merupakan eksudat atau cairan yang keluar melalui luka yang berisi sel pertahanan, bakteri, maupun debri sel (sel-sel yang mati).

Nanah pada kulit anjing dan kucing merupakan efek dari kondisi kulit yang integritas (keutuhan) nya terganggu. Nanah merupakan ciri adanya peradangan yang disertai kontaminasi bakteri.  Kulit akan bau karena ada infeksi akibat bakteri yang menghasilkan gas, juga kelenjar keringat di kulit yang mengalami peradangan.

Kondisi radang disertai nanah pada anjing dan kucing disebut juga PYODERMA (pyo-nanah, derm-kulit).

Pyoderma pada anjing german shepherd (sumber : zoetis.ca)

Bagaimana bisa terjadi pyoderma pada anjing dan kucing?

Salah satu bakteri yang biasa menyebabkan pyoderma pada anjing dan kucing merupakan bakteri normal yang ada di kulit yaitu Staphylococcus.

Pada kondisi tubuh yang normal dan kulit yang sehat, perkembangan bakteri ini tidak signfikan.

Namun, kondisi kulit yang tidak baik (gatal, merah, lecet berdarah) disertai daya tahan tubuh yang tidak baik membuat bakteri ini semakin berkembang. Perkembangan bakteri juga didukung oleh adanya darah dan luka terbuka pada kulit, darah merupakan media yang baik untuk bakteri berkembang.

Sementara luka terbuka akan menarik sistem pertahanan, makrofag, dan sel pertahanan lainnya untuk menutup luka akhirnya timbullah nanah berwarna hijau.

Anjing dan kucing yang mengalami pyoderma akan memperlihatkan gejala, diantaranya:

1. Iritasi kulit yang semakin lama semakin parah 

Biasanya ditandai dengan gatal yang berlebihan, kemerahan di kulit, kerontokan rambut, luka yang cukup parah hingga terbuka. Pada anjing biasanya diperparah jika anjing sering menjilati dan menggigit bagian tersebut karena gatal. Pada kucing bisa menimbulkan luka lecet karena dijilat oleh duri yang tajam pada lidahnya. 

Pyoderma pada kucing (Sumber : vetbook.org)

2. Terdapat kemerahan di kulit

Merah dikulit merupakan salah satu tanda adanya radang pada kulit. Pembuluh darah aktif ke bagian yang gatal dan luka untuk mengeluarkan sel pertahanan (salah satu mekanisme tubuh).

3. Kemerahan dan luka menyebar ke seluruh tubuh

Kondisi ini sering terjadi dikarenakan daya tahan tubuh yang menurun.

4. Bau menyengat dari kulit

Kulit yang meradang, merah disertai luka dan nanah akan menimbulkan bau amis maupun bau darah.

5. Kerontokan rambut pada kulit yang terinfeksi

Rontok pada rambut disebabkan anjing dan kucing menjilati dan menggigit bagian yang gatal. Selain itu rambut rontok juga diakibatkan keutuhan kulit terganggu, jadi folikel rambut rusak dan menyebabkan rontok.

Apa yang harus dilakukan kalau anjing dan kucing mengalami pyoderma?

1. Usahakan anjing dan kucing mendapatkan nutrisi dengan baik

Kalau sudah sampai terlihat adanya nanah, kemungkinan terjadi infeksi yang cukup lama. Biasanya akan terlihat juga gejala lain selain gejala kulit karena anjing atau kucing sudah kesakitan dan tidak nyaman, seperti tidak nafsu makan dan lemas. 

Jadi, penanganan yang perlu dilakukan terlebih dahulu adalah meningkatkan nafsu makan dan mengembalikan energinya.

Pemberian makanan dan nutrisi yang baik juga diteruskan selama masa penyembuhan. Asupan makanan sangat mempengaruhi kondisi tubuh dan mempercepat persembuhan.  Dokter mungkin akan memberikan beberapa saran jenis makanan jika memang ada indikasi alergi.

2. Periksakan ke dokter hewan

Segera periksakan ke dokter hewan, dokter akan melihat dan memeriksa secara menyeluruh kondisi kulit anjing dan kucing. Jika diperlukan dokter akan melakukan pemeriksana lanjutan dengan melakukan pemeriksaan eksudat dan bagian yang terinfeksi dengan mikroskop (teknik pewarnaan Gram) maupun kultur bakteri untuk melihat bakteri yang menginfeksi.

Dokter akan memberikan saran terapi sesuai dengan diagnosanya, jika mengalami pyoderma dokter akan memberikan antibiotik, terapi mandi mungkin bisa disarankan dokter dengan shampoo khusus, biasanya untuk kasus seperti ini perlu juga rambut dicukur untuk mempermudah pengobatan dan mempercepat persembuhan. (terapi ini tentu dilakukan berdasarkan saran dokter, terapi yang tidak tepat akan memperburuk kondisinya)

3. Pisahkan anjing yang sakit dengan anjing lainnya

Kondisi kulit pada anjing dan kucing bisa menular terutama kalau infeksinya dsebabkan oleh pinjal, kutu, maupun jamur jika bersentuhan bisa menular.

4. Bersihkan kandang, jaga tetap kering

Kebersihan kandang perlu diperhatikan, kondisi lembab, kotor, gelap, dan pengap bisa memperburuk kondisi anjing, kucing, serta memperparah kondisi kesehatan kulitnya.

5. Lakukan terapi dan berikan obat sesuai saran dokter

Pengobatan penyakit kulit termasuk pyoderma bisa memakan waktu yang lama, sehingga pemilik harus sabar dan telaten. Pemberian obat juga harus teratur jangan malas memberikan obat dan kontrol ke dokter. Obat yang diberikan terutama antbiotik perlu diberikan sesuai resep, jika tidak diberikan secara berkala dan sesuai persembuhan akan lama. Bahkan bakteri bisa juga resisten (kebal) terhadap obat akibatnya tidak efektif lagi obatnya.

Apakah ada jenis anjing dan kucing yang cenderung lebih sering mengalami kondisi pyoderma?

Sebenarnya pyoderma bisa terjadi pada anjing dan kucing usia dan jenis apa saja. Namun, jika anjing maupun kucing memiliki jenis kulit yang lembab, dan berlipat-lipat resiko terkena kondisi ini akan lebih tinggi.

Kucing dengan hidung pesek dan rambut yang panjang, jika tidak dirawat dengan benar akan membuat kulit dan rambut lembab, terutama di bagian hidung karena kulit bagian tersebut melipat, akan mudah lembab dan terinfeksi jamur. Pada kondisi ini sangat mungkin juga terkena infeksi bakteri yang menyebabkan pyoderma.

Begitu juga dengan anjing dengan kulit yang berlipat seperti Bulldog, Chinese shar-pei memiliki kulit yang melipat-lipat, pada beberapa jenis juga memperlihatkan lipatan yang ekstrem.

Jika tidak rajin dibersihkan pada bagian yang melipat, bisa juga menjadi lembab dan mudah mengalami radang dan infeksi bakteri pada bagian tersebut.

Pyoderma pada lipatan kulit bagian hidung anjing English Bulldog (sumber : Scharer M, Gaschen F.2016)

 

Bagaimana cara mencegah pyoderma pada anjing dan kucing?

Anjing dan kucing dengan gaya hidup yang baik, makanan sesuai, kondisi lingkungan yang nyaman, tidak lembab, dan bersih bisa menurunkan resiko penyakit kulit termasuk pyoderma.

Hal lain yang perlu dilakukan oleh pemilik yaitu :

  1. Rutin memperhatikan kondisi kulit anjing dan kucing
  2. Jika memiliki anjing dengan kulit berlipat, sebaiknya rajin diperhatikan dan dibersihkan, pastikan tetap kering
  3. Mandikan secara teratur terutama anjing rambut panjang
  4. Jika menggunakan rantai, pastikan tidak terlalu kencang yang bisa melukai kulit dan menyebabkan infeksi
  5. Sisir rambut kucing setiap hari terutama kucing rambut panjang
  6. Berikan treatment rutin antikutu
  7. Perhatikan reaksi setiap memberi makanan baru atau melakukan pergantian makanan, jika gatal sebaiknya konsultasi ke dokter sebelum ada infeksi
  8. Memberikan suplemen maupun vitamin sesuai dengan saran dokter hewan
  9. Konsultasi rutin dengan dokter hewan minimal 6 bulan sekali

Keberhasilan pengobatan dipengaruhi juga oleh peran pemilik, kenyamanan dan kondisi anjing dan kucing, serta komunikasi dengan dokter hewan.  Pastikan anjing dan kucing mendapatkan perawatan terbaik, anjing dan kucing sehat akan membuat pemilik nyaman dan tenang.

Referensi :

Schaer M, Gaschen F.2016. Clinical medicine of the dpg and cat. CRC press

Nuttal T, Harvey GR, McKeever PJ.2009. a colour handbook of disease of the dog and cat. Manson Publishing

 

Kenapa hewan qurban yang sakit tidak boleh dipotong? 

Melaksanakan qurban saat hari raya idul adha merupakan momen spesial bagi muslim di seluruh dunia. Tentu hari spesial ini perlu diisi dengan sesuatu yang baik dan memberikan yang terbaik. Termasuk niat untuk berqurban dan memilih hewan qurban, harus baik dan mantap supaya qurban berkah dan bermanfaat bagi yang berqurban maupun penerima qurban.

Tips untuk memilih hewab qurban bisa cek disini ya : 5 tips memilih hewan qurban 

Nah, salah satu syaratnya adalah hewan qurban harus sehat. Status sehat ini penting sekali untuk hewan qurban karena nanti nya daging yang akan dibagikan dikonsumsi oleh orang banyak. Sehingga daging harus sesuai dengan prinsip ASUH yaitu aman, sehat, utuh dan halal.

Aman, Daging hewan qurban yang aman maksudnya terhindar dari cemaran kimia, fisik, maupun biologis. Misalnya daging terbebas dari zat kimia berbahaya, obat-obatan, ada benda berbahaya (pecahan kaca, batu), cemaran biologis seperti bakteri penyebab keracunan.

Sehat, daging berasal dari hewan yang sehat tidak membahayakan dan menyebabkan kerugian secara ekonomi maupun kesehatan bagi  penerima hewan qurban.

Utuh pada daging maksudnya tidak ditambahkan atau dicampur apapun pada daging.

Halal, proses penyembelihan sesuai dengan syariat islam sehingga daging bisa dikonsumsi dgn baik.

Untuk mencapai aspek daging yang ASUH perlu dipastikan hewan qurban yang disembelih sehat, tidak dalam keadaan sakit.

Kenapa?

Hewan yang memperlihatkan gejala sakit perlu diwaspadai, dikhawatirkan agen penyebab penyakitnya bisa menular ke manusia (zoonosis). Sehingga individu yang mengonsumsi daging tersebut akan terinfeksi, lingkungan akan tercemar. Beberapa penyakit pun berakibat fatal jika dikonsumsi oleh manusia.

Berikut adalah beberapa penyakit yang bisa berasal dari hewan qurban yang sakit :

1. Anthrax

Anthrax merupakan penyakit zoonotik bakterial (menular ke manusia dan diakibatkan oleh bakteri). Bakteri yang menyebabkan penyakit ini yaitu Bacillus anthracis. Anthrax terjadi secara cepat (akut) pada hewan ruminansia (sapi, kambing, domba, kerbau), hewan yang terinfeksi bakteri ini akan memperlihatkan kondisi lemah, demam, tidak nafsu makan, adanya darah yang keluar dari lubang hidung, telinga, dan kemaluan.  Lama kelamaan hewan akan lemas dan akhirnya mati.

Biasanya karena takut rugi dan tidak sabar menunggu, hewan langsung dipotong padahal kondisinya sakit dan terinfeksi. Bahayanya jika hewan disembelih yaitu terjadi kontaminasi bakteri di lingkungan yang bisa menulari manusia dan hewan lainnya.

Penularan terjadi jika manusia terutama individu yang memiliki luka terbuka terkena darah maupun cairan dari hewan terinfeksi, akhirnya bakteri masuk ke dalam tubuh.  Bisa juga menular jika konsumsi daging terinfeksi dan masuk nya bakteri melalui hidung (secara inhalasi). Pada manusia gejala klinisnya demam tinggi, pegal, tidak nafsu makan, terdapat bisul hitam (cenang hideung), kondisi yang parah bisa juga menyebabkan kematian.

2. ORF (lepuh di kulit sekitar mulut)

Penyakit orf merupakan salah satu penyakit yang juga sifatnya menular ke manusia, penyebabnya dikarenakan infeksi virus. Penyakit orf bisa dilihat dari kulit yang mengalami lepuh disekitar mulut.

Penyakit orf bisa menular antara kambing maupun domba. Penyakit ini pada kambing dan domba bisa terjadi karena daya tahan tubuh menurun akibat transportasi jadi rentan terpapar penyakit, maupun memang sebelumnya sudah terinfeksi sebelum dilakukan pengiriman.

Orf pada kambing dan domba ternyata bisa menular ke manusia, pada individu dengan daya tahan tubuh yang kurang baik bisa tertular virus ini. Infeksi pada manusia akan terlihat adanya luka, lepuh di kulit yang kontak dengan kambing atau domba yang terinfeksi.  Sehingga, proses pemotongan hewan maupun daging perlu berhati-hati dan sebaiknya hanya dilakukan pada hewan yang sehat saja.

Saat ini, dinas peternakan bekerja sama dengan Fakultas kedokteran hewan pada beberapa daerah di Indonesia sudah melakukan pemeriksaan hewan qurban sebelum dan saat Hari Raya Idul Adha untuk memastikan kondisi hewan qurban yang dipotong sehat dan sesuai sehingga daging yang dibagikan aman untuk masyarakat.

 

5 Tips Memilih hewan qurban Idul adha 1438 H (2017)

5 Tips Memilih hewan qurban Idul adha 1438 H (2017)

Alhamdulillah bulan September 2017 ini masih dipertemukan dengan hari raya Idul adha. Saya mengucapkan selamat hari raya idul adha bagi seluruh muslim dunia :).

Hari raya idul adha bagi umat muslim merupakan salah satu momentum penting untuk melakukan kegiatan berqurban. Umat muslim di seluruh dunia berlomba-lomba mengambil kesempatan berqurban, bagi mereka yang mampu tentu event ini sangat dinantikan.

Hewan yang digunakan untuk berqurban di Indonesia yaitu kambing, domba, sapi, dan kerbau.

Memilih hewan qurban termasuk salah satu hal yang penting bagi muslim yang akan berqurban. Hewan qurban yang gemuk, sehat tentu menjadi kunci yang utama untuk agar qurban lebih maksimal.

Lalu, apa saja yang perlu diperhatikan saat memilih hewan qurban?

Berikut 5 tips untuk memilih hewan qurban:

1. Pilih hewan qurban yang sehat

Hewan qurban yang dipilih tentu diutamakan hewan yang sehat.

Bagaimana mengetahui hewan qurban yang sehat?

  1. Hewan qurban akan aktif, ketika didekati akan mundur dan menghindar
  2. Hewan qurban memperlihatkan mata yang jernih dan berbinar, tidak sayu, tidak ada kotoran mata
  3. Hewan qurban tidak ada ingus atau lendir dari hidungnya
  4. Kulit tidak ada keropeng
  5. Nafsu makan baik (biasanya saat disodori rumput atau daun akan merespon)
  6. Bersih bagian pantat (anus) karena kotoran tidak lembek atau cair

Jika menemukan hewan yang sakit sebaiknya tidak dipotong atau ditunda pemotongannya karena cukup berbahaya kalau ternyata sakitnya dikarenakan penyakit infeksius yang bisa juga menular ke manusia (zoonosis).

Akan lebih baik jika ada label sehat ataupun surat keterangan sehat dari dokter hewan.. Biasanya beberapa hari sebelum hari raya akan ada pemeriksaan oleh dokter hewan dari dinas peternakan setempat.

Hewan Qurban yang telah diperiksa diberi cap sehat
(sumber : detik.com)

2. Pilih hewan qurban dengan massa otot yang cukup (tidak kurus)

Massa otot dikenal juga dengan daging, semakin banyak massa ototnya tentu akan semakin mahal harganya. Biasanya kita mengenal kondisi ini dengan kondisi gemuk, padahal hewan qurban yang dipilih tidak harus selalu gemuk namun bisa juga dipilih yang memiliki massa otot yang baik. Kalau patokannya gemuk, ada kambing yang memang secara genetik tubuhnya ramping karena tinggi sehingga tidak terlihat gemuk.

Yang perlu diperhatikan untuk mengetahui hewan dengan massa otot yang cukup yaitu :

  1. Penonjolan tulang punggung, hewan dengan massa otot yang baik tidak akan terlihat adanya penonjolan di tulang punggung nya. Pada domba dengan rambut yang tebal bisa dilakukan perabaan bagian punggung, saat diraba tidak langsung terasa tulang punggung, namun ada otot dan lemak yang melapisinya.
  2. Penonjolan pinggul , pada hewan yang kurus akan sangat terlihat jelas bagian pinggulnya. Pada hewan qurban dengan massa otot yang baik, tidak akan terlihat bagian pinggul, yang terlihat adalah bagian membundar dan tebal di pinggul.
  3. Tulang iga, pada hewan qurban yang memliki massa otot yang sedikit akan terlihat tulang iga nya, berupa garis-garis tulang di daerah dada.

Hewan qurban dengan massa otot yang cukup biasanya akan terlihat lebih bundar  dan padat bahasa awamnya “sekel”.

Kambing untuk qurban yang baik (sumber : agrinak.com)

3. Pilih hewan qurban yang cukup umur

Usia hewan qurban yang dipilih pada kambing dan domba diatas 1 atau 1.5 tahun, pada sapi dan kerbau diatas 2 tahun. Penentuan usia hewan qurban bisa dilihat dari bentuk gigi nya yang sudah tanggal dan berganti.

Gigi susu pada hewan qurban akan terlihat ukurannya serupa dengan warna lebih putih, sedangkan ketika sudah berganti bentuknya akan lebih besar dan berwarna lebih kuning.

Sapi cukup umur (lebih dari 2 tahun), gigi sudah berganti gigi permanen (Sumber : detik.com)

4. Pilih hewan jantan dengan testis yang turun sempurna

Hewan qurban yang dipilih sebaiknya hewan yang jantan dengan testis (buah zakar) yang turun sempurna. Pada hewan qurban jantan akan terlihat testis yang menggantung dengan bentuk yang simetris kiri dan kanan. Sebaiknya tidak memilih hewan qurban dengan testis yang tidak turun ataupun turun hanya satu testis karena termasuk kategori cacat.

5. Pilih hewan yang tidak cacat

Tentu kita ingin memberikan yang terbaik kan saat momen spesial? Jadi, usahakan pilih hewan qurban yang fisiknya baik dan sempurna, tidak mengalami kecacatan.

Cacat perlu dibedakan dengan cedera, karena beberapa kondisi bisa ditemukan kambing atau domba yang beradu menyebabkan patahnya tanduk. Pada kondisi ini perlu dipertimbangkan lagi karena bukan termasuk cacat tapi cedera, selama kondisi fisiknya baik dan sehat masih bisa dijadikan hewan qurban. Ada juga yang berpendapat makruh, sehingga tetap diutamakan yang fisiknya sempurna terlebih dahulu. Cacat yang dimaksud adalah cacat yang lama terjadi (bisa dari lahir) dan tidak sembuh selama waktu qurban. Misalnya mata kambing buta (bisa di cek saat dipegang matanya tidak ada respon kedip), kaki pincang sudah lama, bentuk kaki tidak sempurna, testis tidak turun dan tidak simetris, lumpuh tidak bisa berdiri.

Bagi muslim yang berkesempatan berqurban jangan sampai kesempatan ini berlalu begitu saja ya. Pilih hewan qurban yang terbaik sehingga penerima qurban pun senang.