TANYA DOKTER HEWAN

Berapa biaya ke dokter hewan?

Berapa biaya ke dokter hewan ?

Banyak sekali pemilik hewan yang menanyakan hal ini kepada saya, baik melalui instagram @tanyadokterhewan maupun melalui website tanyadokterhewan.com.

Sebenarnya dari beberapa pertanyaan, pemilik ingin sekali membawa hewan nya ke dokter hewan ketika sakit, namun yang dikhawatirkan adalah biaya nya, khawatir mahal dan tidak sesuai dengan budget masing-masing. Biasanya juga  bingung dan tidak tahu  mencari alamat dokter hewan yang tepat di daerahnya masing-masing.

Saya juga pernah memberikan pertanyaan sebagai survey spontan dalam unggahan di instagram @tanyadokterhewan untuk menanyakan pandangan pemilik hewan seputar klinik maupun praktek dokter hewan. Bisa cek disini link nya: Instagram @tanyadokterhewan 

Ternyata komentar nya pun beragam, namun kebanyakan mengatakan mahal.

Lalu benarkah biaya ke dokter hewan itu mahal?

Masalah mahal atau murah pada dasarnya masing-masing memiliki pandangan yang berbeda. Tergantung prioritas masing-masing individu, jika memang sudah menganggarkan untuk menyisihkan sebagian dana untuk dana kesehatan hewan peliharaan tentu akan terasa ringan bagi pemilik. Namun, jika hewan peliharaan seperti anjing dan kucing belum menjadi prioritas (tidak dianggarkan dananya) maka ketika mendapati tagihan klinik mencapai Jutaan rupiah tentu akan terkejut dan terbebani.

Jika memang dibandingkan dengan biaya pengobatan manusia, memang cenderung lebih mahal (ini juga relatif tergantung kasusnya) karena belum ada tanggungan dari asuransi, lembaga penjamin dana kesehatan seperti BPJS, belum juga ada kartu sehat gratis.

Penyebab lainnya juga banyak obat dan peralatan yang harganya cukup mahal dan didapatkan dengan mengimpor dari luar negeri sehingga biaya yang dikeluarkan untuk alat dan obat lebih tinggi.

Berapa kisaran dana yang harus dikeluarkan untuk melakukan pemeriksaan di dokter hewan ?

Ini pertanyaan yang sering sekali ditanyakan, masalah rupiah tentu sangat sensitif untuk dibicarakan ya. Tapi, sebenarnya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan berkaitan dengan mahal atau tidaknya rupiah yang harus dikeluarkan untuk pemeriksaan ke dokter hewan, yaitu :

  1. Jenis tempat praktik dokter hewan

    Dokter hewan yang melakukan praktik atau pelayanan jasa medis veteriner terdapat beberapa jenis tempat praktik, yaitu :

    a. Praktik dokter hewan mandiri

    Praktik ini merupakan praktik yang dijalankan oleh dokter hewan secara individu. Management nya pun dikelola sendiri, biasanya dokter hewan praktik mandiri menggunakan nama pribadi di papan nama tempat praktek nya. Misalnya Praktek dokter hewan drh. Puspasari . Tarif Jasa pelayanan sepenuhnya bergantung kepada dokter.

    b. Praktek dokter hewan Bersama (PDHB)

    Praktik ini merupakan praktik yang dijalankan beberapa dokter hewan dalam satu tempat praktik dan terdapat dokter hewan penanggung jawab. Tarif jasa pelayanan tentu bervariasi tergantung masing-masing management.

    c. Klinik dokter hewan

    Klinik dokter hewan memiliki management yang jelas umumnya swasta, bisa juga perseorangan dengan susunan management yang terstruktur. Memiliki dokter hewan lebih dari 1 biasanya, dan ada dokter hewan koordinator atau penanggung jawab. Klinik ini memiliki perlengkapan yang lebih lengkap dari dokter hewan praktik mandiri, sudah ada laboratorium di klinik untuk pemeriksaan darah dan juga pemeriksaan lab lainnya. Tarif jasa pelayanan nya tentu bergantung masing-masing manajemen dan tindakan yang dilakukan.

    d. Puskeswan

    Jika pelayanan kesehatan pada manusia ada Puskesmas, kalau di hewan terdapat Puskeswan (pusat kesehatan hewan). Puskeswan merupakan salah satu UPT (unit pelayanan teknis) di bawah Dinas pertanian, peternakan pada Kota maupun Kabupaten. Tarif jasa pelayanan nya diatur dalam Perda (peraturan daerah) biasa nya tarifnya lebih terjangkau.

    e. Rumah sakit Hewan

    Rumah sakit hewan bisa dikelola oleh swasta maupun universitas. Beberapa universitas yang memiliki Fakultas Kedokteran Hewan memiliki Rumah Sakit Hewan Pendidikan.  Biasanya rumah sakit hewan pendidikan mengikutsertakan calon dokter hewan yang sedang melakukan koasistensi untuk belajar. Rumah sakit hewan ada juga yang dikelola oleh pemerintah tingkat provinsi salah satunya Rumah sakit hewan Provinsi Jawa Barat di Cikole.

    Terdapat juga rumah sakit hewan yang dikelola oleh yayasan swasta, salah satunya Rumah sakit hewan Jakarta.

    Rumah sakit hewan memiliki fasilitas yang sangat lengkap, biasanya dijadikan rujukan oleh klinik maupun praktek dokter hewan mandiri.

    Biaya jasa pelayanan medis pada rumah sakit tergantung juga management nya, jika milik pemerintah biaya nya sudah diatur sehingga lebih terjangkau.

  2. Jenis Tindakan dan Pelayanan

    Jenis tindakan dan pelayanan terhadap anjing dan kucing juga mempengaruhi biaya yang dikeluarkan oleh pemilik, diantaranya :

    a. Konsultasi

    Biaya konsultasi biasanya tidak termasuk biaya obat dan vaksin. Kisarannya 50.000-150.000 rupiah, bisa lebih tinggi atau lebih rendah tergantung kebijakan masing-masing.

    b. Biaya Tindakan

    Jika diperlukan, dokter akan melakukan tindakan lanjutan misalnya infus, pemeriksaan kerokan kulit, pemeriksaan darah, ronsen (X ray), USG, jahit luka dan tindakan lainnya. Biaya nya bervariasi tergantung dari jenis pelayanan, untuk ronsen (X-ray) dan USG berkisar 200.000 rupiah, sementara pengambilan darah lengkap berkisar 200.000-300.000 rupiah. Biaya ini sepenuhnya bergantung dengan kebijakan masing-masing manajemen maupun dokter.

    c. Operasi

    Tindakan lanjutan operasi jika perlu dilakukan, biayanya tergantung dari kondisi, keparahan, dan jenis operasi yang dilakukan. Operasi yang rumit tentu membutuhkan biaya yang cukup mahal. Steril dan kastrasi juga salah satu tindakan operasi yang biayanya bervariasi. Operasi berkisar 500.000 hingga lebih dari 2 juta rupiah.

    d. Terapi tambahan

    Biaya terapi misalnya akupuntur, massage (pijat) dan terapi lainnya dilakukan oleh dokter.

    e. Biaya obat

    Biaya obat tentu sangat bergantung dari jumlah dan jenis obat yang digunakan. Bisa tersedia di dokter hewan ataupun bisa diberikan resep dan ditebus di apotek terdekat.

    f. Rawat Inap

    Rawat inap sakit biasanya ada biaya visit dokter setiap hari dan biaya pengobatan harian. Biaya nya tentu tergantung lama rawat inap dan jenis terapi yang setiap hari diberikan dokter.

    g. Biaya House call (panggil dokter ke rumah)

    Beberapa dokter menyediakan juga jasa untuk melakukan perawatan di rumah pemilik. Biasanya dokter akan menentukan biaya transportasi atau biaya kunjungan di luar biaya konsultasi dokter. Tentu besar biaya nya tergantung jarak tempuh serta kebijakan masing-masing dokter ya.

    f. Vaksinasi

    Vaksinasi termasuk program penting untuk menjaga kesehatan anjing dan kucing. Jenis vaksin untuk anjing dan kucing bisa cek disini : vaksinasi anjing dan kucing

    Biaya vaksinasi tergantung jenis vaksinnya, kisarannya 200.000, bisa lebih murah ataupun lebih tinggi.

    g. Biaya emergency (gawat darurat)

    Biaya penanganan gawat darurat ini biasanya lebih tinggi dari biaya normal karena dilakukan di luar jam kerja normal. Klinik 24 jam maupun rumah sakit hewan bisa menerima kasus emergency karena ada dokter jaga yang bergantian bertugas setiap harinya.

Dimana bisa mendapatkan kontak dokter hewan?

Saat ini, mendapatkan info mengenai apapun sangat mudah sekali. Hanya dengan menggunakan handphone, masuk ke mesin pencari (search engine), masukkan keyword yang diinginkan dan semua informasi pun diperoleh.

Jadi, untuk mengetahui kontak dokter hewan bisa langsung cek masing-masing ya. Untuk mengetahui info biaya, bisa ditanyakan langsung ke tempat praktek, klinik, maupun rumah sakit hewan yang akan dituju.

Pada beberapa daerah memang keberadaan dokter hewan masih terbatas, ini juga masih menjadi tantangan untuk profesi ini. Semoga dengan bertambahnya universitas yang memiliki fakultas kedokteran hewan, persebaran dokter hewan semakin merata.

Informasi tambahan : Saat ini ada 11 Universitas yang memiliki Fakultas kedokteran hewan / Program studi dokter hewan yaitu Universitas Syiah Kuala Aceh (Unsyiah), Universitas Padjajaran (Unpad), Institut Pertanian Bogor (IPB), Unversitas Gajah Mada (UGM), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Wijaya Kusuma (UWKS), Universitas Udayana (Bali), Universitas Nusa Tenggara Barat (UNTB), Universitas Hassanudin (Unhas), Universitas Nusa Cendana (Undana).

Kalau Tanya dokter hewan melalui media sosial atau online boleh tidak?

Kadang, banyak juga yang merasa kecewa karena sudah nulis panjang-panjang, curhat panjang lebar kondisi anjing dan kucing nya di website tanyadokterhewan.com maupun komentar instagram @tanyadokterhewan, oleh dokter dijawab “sebaiknya diperiksakan ke dokter hewan ya!” .

Tidak jarang banyak yang kesal dan menjawab balik “gimana sih, kan udah nanya panjang, dijawabnya ke dokter lagi” terus ada juga yang bilang ” loh ini kan udah nanya sama dokter”, atau ada juga yang dari awal sudah bilang ” dok, saya jauh dan gak tau dimana dokter hewan, saya mau tanya kucing saya gini dok” , dan lain lainnya.

Ini perlu diluruskan ya, jadi melakukan tanya jawab atau diskusi dengan dokter hewan ataupun forum pecinta hewan melalui media sosial maupun online memang tidak ada salahnya untuk tau gambaran secara umum atau kemungkinan yang terjadi berdasarkan pertanyaan yang disampaikan. Namun pemeriksaan oleh dokter hewan penting dan tetap perlu dilakukan karena diagnosa tidak bisa diberikan tanpa melakukan pemeriksaan.

Pemeriksaan juga penting untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat, dikhawatirkan jika tidak dilakukan pemeriksaan dulu lalu langsung memberikan obat tanpa saran dokter akan memperparah kondisinya.

Dokter perlu tau dulu kondisinya dengan melihat langsung, kalau tidak melihat, tidak meraba, bisa saja yang diutarakan dengan yang kenyataannya berbeda. Terutama kalau kondisinya sudah darurat, wajib sekali diperiksakan ke dokter hewan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Cek juga disini : 12 kondisi wajib ke dokter hewan

 

Lalu, bagaimana supaya pemilik tenang dan tidak kewalahan berobat ke dokter hewan?

Berikut 7 tips agar pemilik tidak kewalahan berobat ke dokter hewan :

 

1. Sisihkan sebagian uang harian, mingguan, atau bulanan untuk budget kesehatan anjing dan kucing. Jadi, ketika ada kondisi darurat atau hewan sakit tidak repot untuk mencari dana kembali.

2. Rajin mencari info seputar kegiatan bakti sosial yang berkaitan dengan anjing dan kucingSaat ini, sangat banyak yayasan, komunitas, maupun tempat praktek dokter hewan, klinik maupun rumah sakit hewan yang mengadakan program bakti sosial. Biasanya melakukan pemeriksaan gratis, vaksinasi rabies gratis, harga khusus untuk vaksinasi, bahkan steril bersubsidi dan steril gratis. Biasanya terdapat syarat dan ketentuannya dan kuota nya pun dibatasi, jadi perlu semangat dan gesit untuk mendapatkan slot nya.

3. Melakukan check up (pemeriksaan rutin) ke dokter hewan, minimal 6 bulan atau 1 tahun sekali. Dokter akan memeriksa secara keseluruhan dan memberikan saran seputar kondisinya.

4. Melakukan vaksinasi dan memberikan obat cacing rutin. Vaksinasi hanya bisa dilakukan pada hewan yang sehat saja, jadi saat kondisi ini sangat baik untuk konsultasi juga dengan dokter hewan dan mendapatkan saran selanjutnya seputar nutrisi dan kesehatan anjing dan kucing. Obat cacing juga diberikan berdasarkan saran dokter hewan, biasanya dokter juga akan mengingatkan pemberian obat antiektoparasit (obat kutu) rutin.

Cek info vaksinasi disini : Mengapa wajib vaksinasi pada anjing dan kucing 

Info cacingan pada anjing dan kucing bisa cek disini : 10 pertanyaan tentang cacingan pada anjing dan kucing

5. Berikan makanan yang sesuai dengan kebutuhan dan usia anjing dan kucing

Info lebih lengkap bisa cek panduan nya disini : Panduan lengkap memberi makanan pada anjing dan kucing

6.Suplemen bisa saja diberikan untuk anjing dan kucing jika dirasa perlu, terutama suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

7.Berikan perhatian dan kasih sayang yang cukup

Anjing dan kucing bukan seperti barang yang dikandangkan dan dibiarkan saja. Mereka perlu perawatan, dijaga kebersihan, kesehatan, serta diberikan kasih sayang dengan diajak berkomunikasi dan bermain. Jika anjing dan kucing merasa aman dan nyaman tentu akan senang dan tidak tertekan, ini juga mempengaruhi daya tahan tubuh nya. Kondisi pskis dan fisik yang baik akan meningkatkan daya tahan tubuh sehingga menurunkan resiko terkena penyakit.

 

Mengambil keputusan untuk merawat anjing dan kucing perlu dibutuhkan komitmen untuk menyediakan waktu dan biaya yang tidak sedikit. Sebagai pemilik hewan yang bertanggung jawab perlu memikirkan biaya kesehatannya, sesuaikan dengan budget yang dimiliki. Jangan akhirnya keberatan dengan biaya, dan membuat anjing dan kucing tidak diperhatikan.

Hal yang pelru dipikirkan adalah biaya kesehatan, biaya kesehatan dan pemeriksaan ke dokter hewan sangat bergantung dari kondisi kesehatan anjing dan kucing. Penting bagi pemilik untuk diperhatikan yaitu memastikan kebutuhan anjing dan kucing sesuai, mengurangi faktor penyebab stress sehingga bisa nyaman dan sehat. Kalau anjing dan kucing sehat, tentu pemilik juga akan senang, hidup juga lebih sehat.