5 Cara Mencegah Kennel Cough (Batuk Pada Anjing) – TANYA DOKTER HEWAN
5 Cara Mencegah Kennel Cough (Batuk Pada Anjing)

5 Cara Mencegah Kennel Cough (Batuk Pada Anjing)

5 Cara Mencegah Kennel Cough (Batuk Pada Anjing)

Sama seperti manusia yang bisa mengalami gangguan saluran nafas, anjing pun bisa mengalami kondisi serupa.
Gangguan saluran nafas pada anjing bisa disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, alergi, manifestasi dari kelainan organ jantung, dan penyebab lainnya.

Batuk, salah satu gejala dari gangguan saluran nafas. Tak jarang, setelah membawa  pulang anjing dari tempat yang penuh dengan anjing seperti dog show atau acara komunitas binatang lainnya , anjing bisa mengalami batuk tanpa henti.

Selain kelelahan, bisa juga anjing mengalami gangguan pernafasan akibat infeksi. Salah satu gangguan saluran nafas yang menyerang anjing yaitu Kennel cough.

Kennel cough adalah istilah yang digunakan pada penyakit pernafasan infeksius yang menyerang anjing (canine infectious tracheobronchitis/Canine Infectious Respiratory Disease Complex), biasanya menginfeksi anjing yang berada di populasi padat seperti kennel atau shelter.

5 Cara Mencegah Kennel Cough (Batuk Pada Anjing)
5 Cara Mencegah Kennel Cough (Batuk Pada Anjing)

Anjing-anjing berusia muda terkadang terjangkit penyakit ini tanpa diketahui kemudian akan sembuh dengan sendirinya.

Apa penyebab kennel cough?

  • Agen Penyakit; kombinasi agen penyakit seperti virus parainfluenza dan bakteri Bordetella brochinseptica m dan virus lainnya seperti canine distemper virus, canine influenza virus, canine adenovirus type 2. 
  • Tempat yang dengan populasi anjing yang banyak dengan ventilasi dan sanitasi yang buruk.

Kennel cough bisa menular ke anjing lainnya terutama saat daya tahan tubuhnya menurun dan di tempat yang mudah kontak dengan anjing lain seperti penitipan hewan, shelter, kennel.

Bagaimana mencegah infeksi ini? 

Infeksi virus maupun bakteri penyebab kennel cough bisa dicegah dengan menerapkan 5 hal ini.

Berikut 5 cara mencegah kennel cough (batuk pada anjing)

1. Vaksinasi Anjing sejak usia 2 bulan

Vaksinasi Anjing sejak usia 2 bulan bisa mencegah keparahan gejala saat terkena infeksi virus maupun bakteri penyebab Kennel Cough.

2. Pastikan menjaga kebersihan kandang,

Jika memiliki shelter, kennel, atau memelihara banyak anjing di rumah, bersihkan kandang atau lantai rumah dengan desinfektan secara rutin, terutama jika ada anjing yang sakit. Disinfektan yang bisa digunakan yaitu deterjen, karbol, karbol sereh, chlorin, atau TH4.

3. Atur sirkulasi udara dengan baik

Tempat yang padat dan lembab, salah satu resiko terjadinya kennel cough. Jadi, pastikan anjing mendapatkan tempat yang sesuai dengan sirkulasi udara yang baik.

4. Pisahkan anjing yang sakit dan sehat

Kennel cough bisa menular antara anjing satu dan lainnya , jika terdapat anjing yang mulai memperlihatkan gejala batuk dan gangguan pernafasan sebaiknya pisahkan dari yang sehat.

Periksakan segera ke dokter untuk mendapatkan pengobatan agar infeksi tidak menyebar dan menulari anjing lainnya.

Jika mengadopsi anjing yang baru misalnya dari shelter atau tempat lain yang mungkin beresiko, sebaiknya dipisahkan selama 2 minggu dengan anjing lainnya.

Perpindahan tempat bisa menyebabkan daya tahan tubuh menurun, sehingga mudah terpapar penyakit. Dikhawatirkan jika langsung digabung, akan meningkatkan resiko infeksi.

5. Pemilik harus menjaga kebersihan diri

Selain menjaga kesehatan anjing, pemilik atau perawat anjing juga harus menjaga kebersihan diri.

Setelah kontak dengan anjing yang sakit, jangan lupa cuci tangan dengan sabun. Tangan, pakaian, dan peralatan lainnya yang kontak dengan anjing yang sakit bisa terkena lendir maupun dahak dan cipratan dari hidung maupun mulut anjing. Lendir ini bisa juga  menjadi sumber penularan untuk anjing lainnya.

 

Lalu, bagaimana ciri-ciri anjing yang terkena kennel cough? 

  • Batuk. Bunyi batuk kennel cough sangat khas, berbunyi seperti batuk kering dan seperti tersedak.
  • Nafsu makan turun. Pada awalnya, anjing yang menderita kennel cough hanya akan terlihat batuk. Lama-kelaman batuknya akan mengganggu dan anjing mulai malas makan.
  • Demam. Jika virus lain yang berkombinasi mulai menginfeksi, suhu tubuh anjing akan meningkat.
  • Lemas
  • Pada beberapa kasus bersin dan mata berair , disertai adanya ingus atau lendir dari hidung.
  • Mengeluarkan dahak. Dahak atau lendir yang keluar bisa menular ke anjing lainnya karena selain cairan, dahak juga terdapat bakteri penyebab infeksi ini (bakteri Bordetella bronchoseptica). 
  • Infeksi yang meluas bisa juga menyebabkan pneumonia (radang paru)
bagaimana ciri-ciri anjing yang terkena kennel cough
bagaimana ciri-ciri anjing yang terkena kennel cough

Gejala akan muncul 2-10 hari setelah infeksi terjadi

Jika terdapat anjing yang memperlihatkan gejala, apa yang harus dilakukan?

Menangani anjing yang menderita kennel cough

Saat membawa pulang anjing dari tempat yang penuh populasi anjingnya, kemudian mendengar suara batuk berat dan tidak berhenti, sebaiknya segera bawa ke dokter hewan untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut.

Pada anjing berusia muda yang ketahanan tubuhnya bagus, batuk akan hilang dengan sendirinya setelah 10-14 hari.

Tapi jika sudah menampakan gejala lain seperti sesak nafas, tidak nafsu makan, cenderung berdiam diri selama lebih adri 1 hari , sebaiknya secepatnya dibawa ke dokter hewan untuk segera mendapat penanganan. 

Saat sakit, pastikan anjing tetap nyaman dan makan dengan baik untuk mempercepat persembuhannya.

Makanan yang lembut, mudah dicerna, dan berbau menyengat bisa membantu meningkatkan nafsu makannya. Salah satu yang bisa diberikan yaitu puding kaldu ayam (gunakan ayam rebus, bukan kaldu instan), sup ayam, kaldu daging, labu rebus, dan buah-buahan seperti pepaya.

Tindakan terhadap anjing lain

Jika terdapat banyak anjing didalam satu rumah, segera pisahkan anjing yang dicurigai terkena kennel cough.

Pastikan sirkulasi didalam rumah lancar dan tidak pengap.

Apakah kennel cough bisa menular ke manusia ?

Penyebab kennel cough salah satunya adalah bakteri Bordetella bronchoseptica, bakteri ini bisa menginfeksi berbagai hewan termasuk juga manusia.

Indivdu yang memiliki resiko tinggi terinfeksi yaitu individu dengan daya tahan tubuh yang lemah, sehingga mudah terpapar berbagai infeksi seperti penderita HIV, individu yang sedang mendapatkan pengobatan khusus yang bisa melemahkan sistem imun, individu yang mendapatkan transplantasi organ, penderita kanker yang sedang melakukan terapi, atau kondisi lainnya yang menyebabkan indvidu mengalami penurunan sistem pertahanan tubuh.

Kondisi ini terjadi sangat jarang, sehingga dengan membiasakan hidup sehat, dan mencuci tangan dengan sabun setelah kontak dengan anjing yang sakit sangat disarankan untuk meminimalisir infeksi.

 

Kennel cough merupakan istilah penyakit saluran pernafasan pada anjing yang disebabkan oleh kombinasi infeksi virus maupun bakteri.  Penyakit ini tidak mematikan, tapi bisa menular ke anjing lainnya sehingga perlu segera diberikan penanganan oleh dokter hewan.

 

*P.S Jika ada yang ingin ditanyakan/didiskusikan jangan sungkan bertanya melalui komentar di bawah ini ya.
Jangan lupa juga share artikel ini agar informasinya bisa bermanfaat bagi orang lain.

Drh Puspasari Respatiningtyas.
https://tanyadokterhewan.com

Referensi :

Glaser CA, Powers EL, Greene CE.2012 .  Chapter 99 : Zoonotic Infection of medical Importance in Immunocompromised Humans. (Greene. Infectious Disease of the dog and cat 4th Edition). St Louis : Elsevier

Ford BR. 2012. Chapter 6 : Canine Infectious Respiratory Disease. (Greene. Infectious Disease of the dog and cat 4th Edition). St Louis : Elsevier

Johnson LR. 2010. Clinical Canine and Feline Respiratory medicine . Iowa : blackwell

Wernli D, Emonet S, Schrenzel J, Harbarth S. 2011. Evaluation of Eight cases of confirmed Bordetella bronchseptica infection and colonization over a 15-year period. Clinical Microbology and Infection 17:2.

Ghasemzadeh I, Namazi SH. 2015. Review of bacterial and viral zoonotc nfection transmitted by dog. J Med Life 8: 4

Leave a Reply

*