5 Cara Aman Mudik Dengan Hewan Peliharaan

5 Cara Aman Mudik Dengan Hewan Peliharaan

Mudik, salah satu hal yang wajib untuk masyarakat Indonesia, terutama untuk yang bekerja di luar daerahnya. Rasanya sedih kalau tidak bisa mudik, pulang kampung saat momen lebaran tiba. Tiket lebaran pastinya sudah habis 2-3 bulan sebelum lebaran, ludes !

Menyenangkan memang kalau bisa pulang kampung, melepas rindu dengan sanak saudara dan keluarga.

Tapi, bagi pemilik hewan peliharaan, tidak semudah itu bisa meninggalkan hewan peliharaannya.

Akan terus khawatir, kebingungan memikirkan nasib hewan peliharaannya ketika kita pulang kampung. Terfikir untuk mudik bareng dengan hewan peliharaan? sebaiknya cek dulu 5 tips sebelum mudik dengan hewan peliharaan :

1. Sebaiknya, hindari membawa hewan peliharaan di motor maupun mobil.

Hal ini bisa sangat berbahaya untuk anjing maupun kucing, karena tidak pernah bisa memprediksikan kondisi yang ada dijalanan. Macet, panas, sudah pasti menjadi hal yang sulit dihindari saat mudik lebaran.

Kondisi ini pada manusia saja bisa membuat stress, kelelahan, apalagi hewan peliharaan. Anjing dan kucing bisa kepanasan walaupun di dalam mobil yang ber-ac karena suhu di mobil sangat mudah meningkat, belum lagi diletakkan di pet cargo ataupun pet carrier yang ukurannya tidak cukup besar. Kecuali jarak nya sangat dekat tidak lebih dari 3 jam perjalanan.

Kalau begitu, tidak perlu pakai pet cargo, gunakan tali saja .

Ini juga sangat tidak disarankan, karena bisa mencelakanan anjing maupun kucing, bisa menjadi lebih ketakutan lalu tidak tenang di dalam kendaraan. Bahkan kucing bisa loncat kalau jendela dibuka sedikit saja karena ketakutan dan stress.

Perjalanan 5-6 jam bahkan lebih tentu bisa sangat melelahkan, belum lagi sulit untuk pup maupun pipis. Tidak mengherankan juga setelah perjalanan bisa membuat anjing dan kucing menjadi tidak nafsu makan akhirnya sakit.

Belum lagi jika mudik membawa bawaan yang banyak, mobil bisa penuh, jadi sangat tidak direkomendasikan.

Membawa dengan menggunakan bus juga tidak direkomendasikan, lebih membuat kucing dan anjing menjadi stress juga tak jarang mengganggu orang lain. Membuat orang disektar kurang nyaman.

2. Gunakan moda transportasi pesawat udara

Jika memilih ingin tetap dibawa ke kampung halaman, sangat disarankan menggunakan pesawat.

Pesawat memiliki waktu perjalanan tidak lama, terdapat jasa cargo untuk membawa hewan peliharaan menggunakan pesawat sehingga akan lebih aman.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa langsung hubungi maskapai penerbangan yang akan digunakan. Kemungkinan bisa juga ditolak, tidak diperkenankan untuk ke daerah tujuan dikarenakan status daerah yang dituju maupun daerah asal belum bebas dari virus Rabies.

Secara umum yang harus dipersiapkan untuk membawa hewan peliharaan melalui pesawat yaitu :

 

3. Selain pesawat, moda transportasi lain yang direkomendasikan untuk digunakan yaitu kereta api

Kereta api memiliki jasa cargo sendiri yang juga melayani pengiriman hewan peliharaan.

Pengiriman menggunakan kereta api lebih drekomendasikan dibandingkan dengan mobil atau motor karena bebas macet dan biasanya tiba tepat pada waktunya.

Pilih perjalanan sore hari atau malam agar udara tidak terlalu panas. Perjalanan yang cukup lama juga sangat mungkin membuat stress, jadi pastikan hewan sehat, gunakan pet cargo atau pet carrier yang ukurannya sesuai (sebaiknya jangan paka keranjang buah), sediakan minum yang cukup.

Pastikan jasa ekspedisi yang digunakan terpercaya dan aman.

Penjemputan juga harus segera dilakukan di statsiun tujuan agar hewan bisa langsung beristirahat. Biasanya karena efek perjalanan dan sangat mungkin juga mengalami motion sickness atau mual sehingga hewan bisa juga tidak nafsu makan.

4. Menggunakan jasa penitipan hewan (pet hotel)

Alternatif lain yang lebih aman yaitu menggunakan jasa penitipan hewan (pet hotel). Saat ini banyak sekali jasa penitipan hewan yang diiklankan melalui media sosial maupun diketahui dari mulut ke mulut. Biasanya petshop-petshop juga memberikan jasa penitipan hewan ini. Tapi, ada juga jasa pet hotel khusus untuk anjing maupun kucing.

Biasanya yang jadi pertimbangan adalah biaya menginap permalam nya yang cukup menguras kantong. Biaya berkisar 40.000-125000 rupiah per malam bahkan lebih, tentu semakin mahal harganya biasanya service dan fasilitas yang ditawarkan pun semakin baik.

Paling penting untuk saya pribadi ketika memilih tempat penitipan hewan yaitu ada dokter hewan karena sangat mungkin ketika dititipkan hewan menjadi sakit karena tidak nyaman dengan lingkungan dan stress bertemu kucing lainnya. Ketika ada dokter hewan akan lebih tenang karena diawasi oleh dokter yang kompeten dan profesional.

Hal lain yang perlu diperhatikan juga yaitu :

1.Hewan harus sehat, harus sudah vaksinasi 

Penularan penyakit saat boarding atau penitipan bisa sangat cepat karena banyak hewan dari berbagai pemilik yang mungkin cara pemeliharaannya berbeda. Jadi tindakan pencegahan dengan vaksinasi sebaiknya dilakukan beberapa bulan sebelum melakukan penitipan.

Kenapa tidak bisa dilakukan vaksinasi mendadak ?

proses vaksinasi membutuhkan waktu untuk tubuh bisa menyesuaikan daya tahan tubuh dan membentuk antibod sehingga proses ini perlu dilakukan optimal. Perpindahan, bertemu dengan kucing lain, bertemu dengan orang baru, suasana yang ramai akan membuat kucing tidak nyaman dan sangat mungkin juga menyebabkan daya tahan tubuhnya menjadi drop.

2. Membawa makanan sendiri

Pakan kucing satu dan lainnya mungkin saja berbeda, sebaiknya kta membawa pakan yang biasa anjing maupun kucing kita makan. Pergantian pakan yang mendadak bisa juga membuat anjing maupun kucing merasa tidak nyaman, kadang pergantian pakan ini pun bisa merubah bentuk feses jadi lebih lembek.

3. Tidak perlu membawa perlengkapan sendiri

Menurut saya pribadi, selain pet carrier atau pet cargo, kita tidak perlu membawa perlengkapan apapun sendiri karena dikhawatirkan kita membawa virus maupun bakteri dari rumah kita ke tempat penitipan hewan. tentu akan membahayakan hewan lainnya, karena seperti yang kita ketahui perlengkapan juga bisa menjadi salah satu media pembawa agen penyakit.

Penitipan hewan peliharaan yang baik tentu memiliki SOP yang tepat untuk membersihkan dan melakukan disinfeksi terhadap peralatan dan kandang maupun kamar nya sehingga bisa mengurangi resiko adanya agen penyakit.

Terkecuali memang ada benda khusus yang bisa membuat nyaman anjing dan kucing nya dan diperbolehkan untuk dibawa ke tempat penginapan dengan syarat tertentu yang ditentukan pengelola.

Info lebih lanjut seputar pentipan hewan peliharaan bisa cek disini : 6 Hal sebelum menitipkan hewan peliharaan

5. Menggunakan jasa petsitter

Selain penitipan hewan (pet hotel), Anda juga bisa menggunakan jasa pet sitter.

Pet sitter merupakan salah satu alternatif menitipkan hewan peliharaan kepada orang lain dan penyedia jasa datang ke rumah klien nya. Kalau saya pribadi memilih untuk menggunakan pet sitter tapi yang menjaga tetangga terdekat maupun teman yang sangat dikenali, selain mereka mengenal kita dan hewan peliharaan kita dengan baik,  juga memberikan kenyamanan tersendiri kepada saya pribadi.

Lebih mudah juga kalau ingin berkomunikasi, menanyakan kabar anjing dan kucing kita. Sebelum pergi meninggalkan anjing dan kucing dengan pet sitter pastikan info nya sudah tersampaikan semua, termasuk info dokter hewan yang bisa dihubungi ketika kondisi darurat.

Jangan lupa sebelum melakukan perjalanan maupun penitipan sebaiknya diperiksakan dulu ke dokter hewan ya.

Hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah memberikan kenyamanan bagi hewan peliharaan dan tentunya kita sebagai pemilik hewan peliharaan. Jangan lupa selalu jaga kesehatan anjing dan kucing nya, selama liburan jangan lupa juga selalu update dan tanyakan kabar hewan peliharaan kita.

*P.S Jika ada yang ingin ditanyakan/didiskusikan jangan sungkan bertanya melalui komentar di bawah ini ya.

Jangan lupa juga share artikel ini agar informasinya bisa bermanfaat bagi orang lain.

Drh Puspasari Respatiningtyas.
https://tanyadokterhewan.com