Kucing dan anjing bisa juga turun berok loh! Berikut 5 hal penting mengenai turun berok (hernia) pada anjing dan kucing – TANYA DOKTER HEWAN

Kucing dan anjing bisa juga turun berok loh! Berikut 5 hal penting mengenai turun berok (hernia) pada anjing dan kucing

Kucing dan anjing bisa juga turun berok loh! Berikut 5 hal penting mengenai turun berok (hernia) pada anjing dan kucing

Pemilik yang pernah memelihara anjing dan kucing dari bayi, pernahkah memperhatikan adanya tonjolan pada bagian perut kucing atau anjing? Pada anak anjing dan kucing yang normal, tonjolan tersebut tentu tidak akan muncul.

Tonjolan tersebut bisa terlihat pada bagian pusar maupun bagian selangkangan pada anjing dan kucing.

Tonjolan itu disebut dengan Hernia. Hernia merupakan bagian organ yang keluar dari rongga kantung/penggantung organ, dan terdapat cincin atau lubang keluarnya jaringan, sehingga dari luar nampak seperti tonjolan. Hernia yang menonjol ke luar sifatnya reponible, bisa dimasukkan melalui cincin hernia, tidak sakit, dan bisa keluar lagi.

Berikut 5 hal penting mengenai turun berok (hernia) pada anjing dan kucing.

1.Hernia bisa terjadi pada anak kucing dan anjing maupun dewasa 

Hernia (turun berok) pada anjing dan kucing umumnya terjadi pada anakan, biasanya karena kelainan sejak lahir, dinding perutnya terlalu tipis jadi menyebabkan lemak atau organ bisa keluar ke rongga perut.

Tapi, kucing dan anjing dewasa juga sangat mungkin terkena hernia. Beberapa penyebabnya seperti kecelakaan, hamil dengan jumlah anak yang banyak dan ukuran anak besar (terutama disertai dengan otot perut induk yang tipis).

Hernia pada anjing dan kucing

2. Pemeriksaan oleh dokter hewan sangat penting untuk mengetahui hernia

Ciri-ciri anjing dan kucing yang mengalami hernia :

  1. Benjolan tidak wajar, semakin besar
  2. ketika ditekan bisa dimasukkan ke dalam dan bisa keluar lagi
  3. terdapat cincin hernia (berupa lubang) untuk masuk dan keluarnya jaringan
  4. Terkadang tidak sakit saat jaringan atau organ dimasukkan ke dalam

Hernia pada anjing dan kucing bisa diketahui dengan pemeriksaan langsung oleh dokter hewan.

Dokter bisa juga melakukan pemeriksaan lanjutan dengan menggunakan ronsen (x ray) untuk mengetahui organ yang masuk ke cincin hernia, ataupun memastikan kondisinya benar-benar mengalami hernia, karena bisa saja benjolan bukan hernia tapi tumor dan radang lainnya.

3. Operasi dilakukan untuk menangani hernia 

Beberapa kasus hernia bisa hilang sendiri seiring bertambahnya usia, namun kebanyakan akan terus menonjol dan membesar karena tekanan organ lainnya.

Pada kondisi ini perlu dilakukan operasi untuk menanganinya. Operasi hernia tentu harus dilakukan oleh dokter hewan. Operasi bertujuan untuk menutup lubang (cincin) hernia sehingga tidak bisa keluar kembali.

4. Hernia umbilikal salah satu hernia yang sering terjadi pada anjing dan kucing

Hernia umbilikal merupakan hernia yang terjadi pada daerah umbilicus (pusar).

Biasanya terlihat sejak usia anak, penonjolan nya terlihat kecil pada awalnya, namun seiring bertambahnya usia, dan organ pun berkembang maka tekanan meningkat dan tonjolan akan semakin membesar.

Lama kelamaan akan membuat anjing dan kucing tidak nyaman karena bisa saja usus juga terjepit di dalam ruang hernia.

Jika usus terjepit, bisa menyebabkan kematian jaringan dan membusuk akhirnya infeksi.

Pada kucing dewasa, hernia ini juga bisa saja terjadi kalau mengalami kecelakaan daerah perut, atau induk hamil dengan dinding perut yang tipis. Sangat mungkin juga mengalami kerobekan dinding perut dan menyebabkan hernia.

Hernia pada kucing

5. Selain hernia umbilikal, ada juga jenis hernia lain yaitu inguinal dan diafragmatika

Hernia inguinal 

Hernia ini terjadi pada daerah selangkangan atau paha bagian dalam.

Pada selangkangan terdapat jaringan terbuka yang disebut inguinal canal yang dilewati oleh pembuluh darah dan saluran sperma yang menuju ke arah testis.

Pada betina inguinal canal hanya berisi lemak menuju vagina.

Saat keadaan hernia, inguinal canal terbuka terlalu lebar dan usus keluar melewatinya.

Kondisi ini menyebabkan usus terperangkap, menghabat pembuluh darah dan menyebabkan kematian jaringan. 

Apakah hernia inguinal berbahaya?

Tidak seperti hernia umbilical, hernia inguinal lebih beresiko pada gangguan organ.

Sebenarnya tidak berbahaya tetapi jika sudah meluas, harus segera ditangani.

Dokter hewan akan merekomendasikan tindakan USG atau XRay untuk mengetahui organ apa yang tersangkut dirongga.

Hernia Inguinal pada anjing

Hernia diafragma

Hernia ini terjadi pada bagian diafragma, lapisan otot yang memisahkan rongga dada dan rongga perut.

Adanya lubang pada diafrgama yang menyebabkan organ pada rongga perut seperti lambung, hati, atau limpa tertarik ke rongga dada disebut dengan hernia diafragma.

Penyebabnya biasanya karena trauma.

Anjing atau kucing terbentur benda keras, tabrakan, atau mendapat tindakan kekerasan seperti dipukul atau ditendang. 

Tanda – tanda hernia diafragma

  • ritme detak jantung tidak normal
  • sesak nafas atau nafas tersengal
  • gejala tambahan seperti muntah dan diare yang menandakan adanya trauma pada hati dan usus

Apakah hernia diafragma berbahaya?

Hernia jenis ini sangat berbahaya karena disertai oleh trauma.

Melihat dari tanda-tandanya, anjing dan kucing harus segera diberikan penanganan.

Mendapati hewan dengan hernia diafragma harus segera dibawa ke dokter hewan.

 

Hernia pada anjing dan kucing bisa terjadi pada anak kucing, anak anjing, maupun usia dewasa. Anjing dan kucing yang terlihat adanya benjolan tidak wajar dan dicurigai hernia sebaiknya diperiksakan segera ke dokter.  Penanganan segera terhadap hernia bisa mengurangi kondisi tidak nyaman pada anjing dan kucing.

Leave a Reply

*