8 Penyebab keracunan pada anjing dan kucing – TANYA DOKTER HEWAN

8 Penyebab keracunan pada anjing dan kucing

8 Penyebab keracunan pada anjing dan kucing

Seperti manusia, anjing, kucing dan hewan lainnya pun bisa mengalami keracunan. Namun, keracunan pada anjing dan kucing biasanya diketahui pemilik setelah kondisinya cukup parah dan mengkhawatirkan. Hal ini disebabkan anjing dan kucing bisa makan apa saja yang menyerupai makanan tanpa disadari ternyata benda tersebut menyebabkan keracunan.

Lalu, apa saja yang bisa menyebabkan keracunan pada anjing dan kucing ? 

 

Penyebab keracunan pada anjing dan kucing (Kredit : Petinsurance.com)

Keracunan pada anjing dan kucing bisa disebabkan oleh berbagai benda disekitar kita seperi obat-obatan manusia, tanaman rumah, racun tikus, coklat, perlengkapan pembersih rumah, serta benda lainnnya disekitar kita. Memang kita sebagai pemilik perlu waspada dan berusaha membuat rumah aman agar tidak terjadi keracunan pada anjing dan kucing.

Berikut adalah 8 Penyebab keracunan pada anjing dan kucing :

1 Obat-obatan

Beberapa obat untuk manusia memang bisa dikonsumsi oleh hewan jika diberikan dengan dosis yang tepat. Namun, perlu diperhatikan tidak semua obat manusia bisa dikonsumsi oleh anjing dan kucing.

Misalnya saat kucing terlihat sakit, pemilik sembarangan memberikan obat yang mudah ditemukan di warung. Padahal obatnya terkandung ‘Paracetamol’ yang beracun dan membahayakan nyawa  kucing.

Efeknya akan langsung membuat kucing sesak nafas, kejang, bahkan bisa mengekibatkan kematian.

Paracetamol merk dagangnya bisa panadol, oskadon, sanmol, tempra, dan merk lainnya, pada kucing sangat berbahaya karena kucing tidak memiliki enzim yang bisa mengurai paracetamol di hati menjadi bentuk yang lebih sederhana. Sehingga zat aktif akan berada di hati dalam jumlah yang banyak dan menyebabkan keracunan.

Sebaiknya, pemberian obat-obatan untuk anjing dan kucing perlu dikonsultasikan dulu ke dokter hewan dan diberikan berdasarkan pengawasan dokter hewan untuk menghindari kondisi keracunan. 

Baca juga : Mengapa tidak boleh memberi obat sembarangan untuk anjing dan kucing 

  2. Makanan dan minuman 

Anjing dan kucing tak jarang penasaran terhadap berbagai hal termasuk makanan yang kita konsumsi. Sebagai pemilik kadang kita juga “gatal” ingin memberikan makanan yang kita makan untuk anjing dan kucing kita. Namun, ternyata tidak semua makanan aman untuk anjing dan kucing. Ada beberapa makanan yang bisa memberikan efek langsung setelah diberikan, atau bisa juga yang memperlihatkan efek lanjutan jika diberikan secara terus menerus dalam waktu yang lama.

Beberapa makanan yang perlu diperhatikan oleh pemilik anjing dan kucing selengkapnya bisa baca disini : Makanan yang tidak boleh dikonsumsi oleh anjing dan kucing.

Gejala keracunan  sebagai reaksi setelah makan makanan yang bisa berpotensi racun yaitu diare dan muntah.

Sehingga, sebaiknya pemilik lebih berhati-hati dan lebih memperhatikan perilaku anjing dan kucingnya.

3. Tanaman sekitar rumah

Selain makanan dan obat, ternyata tanaman sekitar rumah juga bisa mengakibatkan keracunan pada anjing dan kucing. Reaksinya bisa terlihat langsung terutama jika konsumsi dalam jumlah yang besar.

Walaupun pada dasarnya anjing dan kucing adalah karnivora atau pemakan daging, namun beberapa waktu juga penting untuk konsumsi hijauan. Tak jarang karena kondisi saluran cerna yang sedang tidak enak, bisa menyebabkan anjing dan kucing makan hijauan dalam jumlah yang banyak. Namun, jika tidak berhati-hati bisa saja konsumsi tanaman yang berbahaya bagi anjing dan kucing.

Beberapa contoh tanaman yang berbahaya diantaranya lidah buaya (terutama lendirnya jika terjilat), bunga lily, beberapa tanaman pakis dan paku, tanaman kuping gajah, tanaman poinsettia (kastuba) dan lain sebagainya. Info lebih lengkap bisa cek disini ya : Tanaman beracun untuk anjing dan kucing 

Untuk memastikan rumput yang aman bagi kucing dan anjing, bisa juga menanam rumput sendiri. Bisa cek disini info lengkap mengenai rumput untuk anjing dan kucing 

4. Pemanis buatan

Pemanis buatan seperti xylitol atau aspartam  akan menaikan hormon insulin didalam tubuh sehingga kadar gula akan turus secara drastis. Saat mengkonsumsi anjing dan kucing akan muntah-muntah dan kejang, setelah beberapa hari akan terjadi kegagalan hati.

5. Pestisida/insektisida

Bahan-bahan pembasmi serangga seperti kapur anti semut-kecoak dan lotion nyamuk diletakkan pada sembarang tempat bisa saja terjilat oleh anjing dan kucing yang sedang main.

Jika sudah terjilat, efeknya membuat kegagalan pada banyak organ. Anjing dan kucing akan muntah, kesulitan bernafas, kejang, hipersalivasi (keluar liur berlebih) , sempoyongan, dan koma.

6. Zat kimia cairan pembersih

Sesaat setelah mengepel lantai, tunggulah beberapa saat hingga benar-benar kering sebelum didatangi anjing dan kucing. Cairan pembersih mengandung desinfektan, zat kimia pembersih kuman (super pel, karbol, wipol, pemutih pakaian (bayclin), detergent), dan sebagainya yang semuanya bukan untuk dikonsumsi.

Jika terjilat, akan bersifat korosif (merusak jaringan seperti terbakar) dan sangat beracun.

Kulit anjing atau kucing akan tampak memerah, hipersalivasi, mata berair, gelisah karena kesakitan, dan semakin lemah. Anjing dan kucing bisa merasakan panas di organ-organ dalamnya seperti merasa terbakar.

7. Racun tikus

Racun tikus banyak macamnya dan dijual bebas di pasar, penggunaan utamanya tentu untuk membasmi tikus yang ada dilingkungan. Tikus dalam jumlah yang banyak bisa merugikan petani maupun meresahkan warga kalau masuk ke dalam rumah.

Kandungan dari racun tikus yaitu broudifacoum (brodifakum), warfarin, difethialon. Ketiga zat aktif ini menyebabkan kematian tikus dengan mempengaruhi darah tikus agar tidak membeku karena mengandung antikoagulan, sehingga menyebabkan darah tikus tidak membeku, lebih cair, sehingga menyebabkan pendarahan pada berbagai organ, lama kelamaan tikus akan mati.

Kebanyakan dari kita menggunakan racun untuk tikus dicampurkan dengan makanan yang juga disukai anjing dan kucing misalnya bakso, sosis ataupun ditebar begitu saja. Sementara bentuknya sangat menggiurkan dengan warna yang mencolok yaitu hijau ataupun merah, jadi selain tikus, sangat mungkin juga anjing dan kucing mengalami keracunan racun ini.

Jika tidak ditangani, keracunan racun tikus akan berakibat fatal pada anjing dan kucing.

8. Obat antiparasit (anti kutu) 

Obat antikutu khusus untuk anjing dan kucing memang banyak dijual dan dipasarkan di klinik, tempat praktek dokter hewan maupun di petshop dan pet supply store. Namun, penting sekali untuk memperhatikan dosis dan penggunaannya. Terkadang untuk menghemat, banyak juga pemilik yang menggunakan obat anti parasit untuk anjing digunakan pada kucing tanpa tau bahan aktifnya. Padahal ada beberapa zat aktif yang cukup berbahaya untuk kucing misalnya piretrin, permetrin, dengan dosis tertentu aman untuk anjing, namun untuk kucing akibatnya bisa fatal.

Oleh karena itu, pemilik harus lebih jeli membaca label, lebih waspada dan lebih bijak dalam penggunaannya. Akan sangat lebih baik jika dikonsultasikan terlebih dahulu ke dokter hewan sebelum pemberiannya.

Bagaimana tanda-tanda keracunan pada anjing dan kucing ? 

Tanda keracunan biasanya muncul sesaat setelah mengonsumsi zat yang berpotensi racun. Gejala akan tergantung dari jenis racun dan jumlah yang dikonsumsi. Gejala yang parah akan terlihat jika dikonsumsi dalam jumlah berlebih.

Tanda keracunan pada anjing dan kucing diantaranya:

  1. Lemas
  2. Muntah
  3. diare
  4. kejang
  5. muntah darah
  6. pendarahan
  7. banyak keluar lendir dari mulut (hipersalivasi)
  8. panting (nafas sambil menjulurkan lidah, terengah engah)
  9. sesak nafas
  10. selaput lendir pucat, bahkan bisa kebiruan, jika terkena organ hati akan terlihat kekuningan.

Cek juga : 5 Tips mengatasi keracunan pada anjing dan kucing 

Kondisi keracunan merupakan kondisi darurat (emergency) yang membutuhkan segera penanganan dokter. Jika tanda-tanda tersebut terlihat, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Dokter akan melakukan penanganan segera, sesuai dengan gejala yang terlihat. Jika muntah dan diare, sebaiknya dibawa dan diperlihatkan ke dokter untuk mempermudah dokter melakukan identifikasi.

 

referensi :

Peterson, talcot . 2012.Small animal toxicplogy 3rd Edition. Elsevier

 

1 comments

Dok mau tanya. Kucing persia kitten umur 1.5 bulan itu dikasih susu merk indomilk ap boleh. Terus obat dan penanganan untuk kucing jamur dan kutuan ap ya dok ? Mksh

Leave a Reply

*