10 Pertanyaan Seputar Penitipan Hewan dan Mudik Bersama Anjing Kucing – TANYA DOKTER HEWAN

10 Pertanyaan Seputar Penitipan Hewan dan Mudik Bersama Anjing Kucing

10 Pertanyaan Seputar Penitipan Hewan dan Mudik Bersama Anjing Kucing

Pasti untuk teman-teman yang merantau sudah tentu memiliki rencana mudik setiap lebaran. Rasanya kurang pas dan tentunya sangat disayangkan kalau tidak sampai mudik lebaran, apalagi rasa rindu yang memuncah ingin bertemu dengan orang tua dan sanak saudara di kampung halaman. Gitu kan ya rasanya?

Nah, ini juga yang bikin para mudikers selalu hunting tiket beberapa bulan sebelum lebaran, kalau tidak bisa ambles gak kebagian. Huhu.

Buat teman-teman yang punya hewan peliharaan, tantangan lain muncul nih saat mudik lebaran. Mulai memikirkan sama siapa kucing, anjing kita akan dirawat selama kita mudik. Sementara kalau dibawa mudik juga tidak memungkinkan. Akhirnya pilihan hati jatuh pada rencana memanfaatkan jasa penitipan hewan peliharaan. Lazimnya memang banyak penyedia jasa penitipan hewan untuk anjing dan kucing saja, tapi ada juga yang menyediakan jasa penitipan untuk hewan eksotis (hamster, kura-kura, kelinci, landak mini, ular dan lainnya).

Terus kalau udah dititipin jadinya tenang hati ini? Hmm. Gak juga sih, biasanya tetep kepikiran. Khawatir sama hewan kesayangan kita kalau kenapa-kenapa saat dititipkan. Jadi memang untuk memilih penitipan ini tidak bisa asal, tidak bisa asal murah, asal deket. Tapi perlu dipertimbangkan berbagai hal.

Sebelumnya saya sudah bahas di artikel ini ya : 6 Hal Penting Sebelum Menitipkan Anjing dan Kucing 

Walau sudah dibahas, masih sering juga saya mendapat pertanyaan dari pemilik hewan yang ingin menitipkan hewannya ataupun ingin mudik bersama hewan kesayangannya. Berikut 10 pertanyaan yang sering ditanyakan seputar penitipan hewan dan mudik bersama anjing kucing :

1. Apa yang perlu dipersiapkan sebelum menitipkan anjing dan kucing?

Selain bisa baca di artikel ini : 6 Hal Penting Sebelum Menitipkan Anjing dan Kucing 

Pemilik juga perlu benar-benar memperhatikan kondisi kucing dan anjingnya. Baiknya sebelum dititipkan konsultasikan dulu dengan dokter hewan selain melakukan reservasi pet hotel atau jasa penitipan. Hal yang harus diperhatikan yaitu :

Hewan harus sehat, tidak sedang sakit, tidak ada problem kulit, tidak memiliki kutu.

Beberapa syarat ini lazimnya sudah harus dipenuhi sebelum menitipkan, karena kondisi di penitipan terutama high season akan penuh. Kondisi ini sangat mungkin membuat anjing dan kucing kita tidak nyaman, merasa terancam, jadi kalau kondisinya tidak fit bisa mudah stress dan mengalami penurunan daya tahan tubuh. Bisa saja sepulang dari dititipkan malah menjadi sakit, baik karena adanya penularan maupun memang kondisi tubuh tidak baik.

Problem kulit seperti jamur, adanya tungau, maupun ektoparasit seperti kutu, pinjal, caplak sebaiknya sangat diperhatikan. Ektoparasit sangat mudah menular dari satu hewan ke hewan lain. Kita tidak mau hewan kita tertular dan juga tidak mau menularkan ke hewan lainnya.

Jadi, wajib sekali kondisi ini diperhatikan.

2. Apakah vaksin dan obat cacing wajib untuk anjing dan kucing sebelum dititipkan?

Vaksinasi terutama vaksin inti dan rabies untuk anjing dan kucing wajib dilakukan sebelum menitipkan. Biasanya penitipan juga mensyaratkan vaksinasi dibuktikan dengan buku vaksinasi. Vaksinasi penting agar kucing dan anjing memiliki perlindungan terhadap infeksi,sehingga resiko sakit akan berkurang. 

Baca juga : Mengapa wajib vaksinasi pada anjing dan kucing? 

Pemberian obat cacing rutin juga jangan sampai terlewat. Penularan cacing bisa terjadi akibat kontak hewan satu sama lainnya terutama jika terkena kotoran kucing dan anjing lain. Pinjal atau kutu loncat juga bisa menularkan cacing terutama cacing pita, jadi memang perlu diperhatikan.

Baca juga : 10 pertanyaan mengenai cacingan pada anjing dan kucing 

3. Sebaiknya kalau tidak mau dititipkan karena khawatir, apa alternatif yang bisa dilakukan?

Beberapa pemilik anjing dan kucing juga lebih memilih membawa hewan peliharaannya selain dititipkan walau hal ini tetap beresiko bagi anjing dan kucing, tentunya perjalanan membutuhkan persiapan lebih matang.

Alternatif lain yang bisa dilakukan yaitu dengan menitpkan kepada orang terdekat yang kebetulan tidak bepergian selama kita tidak ada di rumah. Atau bisa juga menggunakan jasa pet sitter profesional. Walau masih jarang keberadaannya, namun ada juga penyedia jasa ini.

Jadi kucing dan anjing kita masih berada di rumah namun dilakukan visit setiap hari untuk mendapatkan perawatan. Biasanya pet sitter akan melakukan pemberian makan, mengajak bermain, mengajak jalan-jalan anjing keluar rumah dan lainnya. Nah, untuk menggunakan jasa ini tentu perlu seleksi yang lebih ketat karena orang asing masuk ke properti kita untuk menghandle hewan kesayangan kita. Pastikan bertanggung jawab dan memiliki rasa kepedulian tinggi terhadap hewan peliharaan.

Kalau saya pribadi memiliki tetangga yang bisa dipercaya untuk menjaga kucing kami selama kami bepergian. Jadi lebih tenang dan nyaman, kita hanya perlu menyiapkan schedule pakan, jumlah pakan yang diberikan, jumlah air minum harian, dan kebutuhan lainnya. Tentunya ada imbal jasa yang diberikan, tidak gratis ya !

4. Kalau memutuskan untuk membawa serta hewan peliharaan menggunakan kendaraan apa saja yg harus diperhatikan?

Pada dasarnya perjalanan bukan merupakan hal menyenangkan bagi anjing dan kucing. Bagi kita saja perjalanan cukup melelahkan dan membosankan, beberapa ada yang mengalami mabuk perjalanan yang sangat tidak nyaman. Begitu juga dengan anjing dan kucing, terutama saat menggunakan transportasi darat (mobil) saat mudik bisa mengalami kemacetan tak terduga. Tak jarang mereka mengalami ketakutan, gelisah, tidak nyaman selama perjalanan. Akibatnya tak jarang kondisi anjing dan kucing jadi drop setelah perjalanan.

Baca juga : 5 cara aman mudik dengan hewan peliharaan 

Oleh karena itu, perlu diperhatikan beberapa hal sebelum kita membawa anjing dan kucing :

  •  Pastikan sehat , konsultasi dengan dokter hewan sebelum berangkat.
  • Usia sebaiknya diatas 3 bulan saat melakukan perjalanan
  • Berikan tempat yang sesuai , pakai kandang atau pet carrier yang ukurannya sesuai. Usahakan anjing dan kucing bisa selonjor dengan nyaman, bisa berdiri dengan 4 kaki. Jadi tidak sesak dan kesulitan bergerak.
Posisi hewan yang sesuai dalam kennel box
Posisi hewan yang sesuai dalam kennel box
sumber :www.aacargo.com
  • Sediakan minum (pakai pet drinker saat kondisi ini diperbolehkan) dan makanan kering 
  • Untuk menghindari muntah, 1 jam sebelum perjalanan baiknya tidak diberi makanan dalam jumlah besar.  
  • Sering istirahat terutama kalau perjalanan dengan moda transportasi darat. Apalagi saat mudik, macet jadi sering sering istirahat. Istirahat setiap 2 jam sekali sangat disarankan. Cukup sulit kalau menggunakan kendaraan umum (biasanya juga tidak diperbolehkan), tapi kalaupun diperbolehkan, setiap ada waktu istirahat usahakan buka pet carrier, gunakan leash agar kucing atau anjing tidak kabur.
  • Kalau menggunakan logistik kereta api, lebih baik gunakan saat sore atau malam hari. Hindari menggunaan pet carrier yang ukurannya kecil, apalagi keranjang buah. Pakai kandang akan lebih baik walau terlihat lebih repot. Jangan lupa, tetap sediakan minum dan makanan, karena perjalanan cukup panjang. Perhatikan kelayakan pet carrier, jangan sampai rusak, mudah terbuka. Kondisi ini bisa sangat merepotkan kalau sampai terbuka maupun terlepas.
  • Kalau menggunakan pesawat, pastikan pakai pet carrier yang ukurannya sudah disesuaikan. Kalau penerbangan internasional biasanya ada ketentuan yang lebih detail. Pastikan semua dokumen lengkap, hewan siap berangkat. Penerbangan dengan pesawat silahkan baca disini : 4 langkah membawa hewan dengan pesawat Membawa anjing dan kucing menggunakan penerbangan internasional 
Kennel box yang sesuai untuk anjing dan kucing
Kennel box untuk anjing dan kucing sumber : www.aacargo.com

5. Apakah obat antimabuk perjalanan manusia bisa digunakan untuk anjing dan kucing?

Seperti manusia, anjing dan kucing juga bisa mengalami mabuk perjalanan. Oleh karena itu memang perlu juga dilatih agar terbiasa dengan suasa kendaraan. Tapi tentu perlu meluangkan waktu lebih untuk melakukan proses ini. Biasanya kalau mual anjing dan kucing akan memperlihatkan kondisi berliur berlebihan (pada anjing lebih jelas terlihat), terlihat cemas (pupil mata membesar, nafas cepat, terenga-engah, terlihat sekali menjilati bibir berulang kali karena mual), kucing sering menjilati tubuhnya berlebihan, kadang ada yang lebih agresif saat perjalanan, bahkan bisa jadi sangat pendiam tapi tetap waspada. 

Kondisi ini tidak terjadi pada semua hewan, bisa jadi hanya beberapa hewan saja. Pengalaman saya membawa anjing dan kucing bandung bogor menggunakan mobil, tidak ada yang mengalami mabuk perjalanan walau tanpa diberikan obat antimual sebelumnya.

Tidak memberikan makanan 1 jam sebelum bepergian bisa juga membantu. Selain itu, bisa juga konsultasikan ke dokter hewan untuk diresepkan obat antimabuk perjalanan bisa diberikan 30 menit -1 jam sebelum perjalanan. Walaupun obat yang digunakan mungkin sama dengan obat yang biasa kita konsumsi untuk mabuk perjalanan, tapi dosisnya berbeda dan beberapa hal perlu sangat diperhatikan. Jadi untuk minimalisir resiko baiknya konsultasi dengan dokter hewan.

6. Apakah boleh menggunakan obat penenang atau obat bius bagi anjing dan kucing sebelum perjalanan?

Obat penenang kucing selama perjalanan

 

Pemberian obat penenang maupun obat bius tidak perlu dan tidak disarankan (kecuali ada kondisi khusus berdasarkan rekomendasi dokter hewan).
Kenapa ya? Bukannya kalau memberikan obat penenang itu akan membantu, jadinya kalau di perjalanan tidak akan menyebabkan stress pada anjing dan kucing?
Ternyata pemberian obat penenang sebelum perjalanan dengan harapan anjing dan kucing bisa lebih tenang bahkan tertidur selama perjalanan ternyata bisa memiliki efek sebaliknya, bisa membahayakan bagi anjing dan kucing.

Obat penenang atau sedativa bisa juga dikombinasikan dengan senyawa lain menjadi obat bius atau anestesi memang bisa digunakan pada anjing dan kucing dengan dosis tertentu dan indikasi yang jelas seperti operasi salah satunya. Penggunaanya diluar itu terutama tanpa pengawasan dokter hewan sebaiknya dihindari karena efek samping obat terhadap organ dan metabolisme.

Setelah pemberian obat penenang maupun obat bius, kesadaran anjing dan kucing sementara berkurang dengan harapan ketika dilakukan tindakan tidak akan merasakan sakit.

Efeknya memberikan sensasi pada otak untuk menghasilkan sensasi lain atau menghambat sensasi nyeri. Ini juga mempengaruhi kerja otot, metabolisme dan pengaturan suhu (thermoregulator). Biasanya efek samping yang ditimbulkan adalah penurunan suhu tubuh, otot tentu tidak sadar, collapse pada saluran nafas. Jika kondisi ini terjadi pada anjing dan kucing yang sedang berada diperjalanan bisa cukup berbahaya. Misalnya naik pesawat, kondisi pesawat yang naik ke ketinggian tertentu menyebabkan juga perubahan tekananan udara. Sehingga menyebabkan tekanan udara di paru-paru juga terganggu. Secara normal tubuh akan sadar melakukan penyesuaian, namun jika kondisinya dalam kondisi bius atau menggunakan obat penenang bisa menyebabkan collapse nya saluran nafas dan paru-paru.  Kondisi ini juga bisa mempengaruhi kerja organ lain salah satunya jantung, bisa mengalami gagal jantung.
Selain itu, efek obat  juga tidak lama, bisa jadi kucing dan anjing tersadar lebih awal. Hal ini bisa membahayakan, bisa menyebabkan trauma benturan maupun luka pada hewan.
Pemberian obat penenang juga tak jarang menyebabkan kekeringan dari organ seperti saluran cerna. Bisa menyebabkan mukosa atau selaput lendir kering serta dehidrasi.  Di dalam kendaraan tentu suhunya lebih tinggi dibandingkan diluar apalagi kalau berdesakan dan penuh sesak. Akibatnya bisa mengalami dehidrasi, kondisi ini tentu tidak kita inginkan. Karena dehidrasi bisa menyebabkan gangguan berbagai organ. Tak jarang juga kondisi panas dalam kendaraan bisa menyebabkan sengatan panas /kejutan panas/heat stroke.

Baca juga : Heat stroke pada anjing dan kucing 

Jadi memang mentransportasikan hewan dalam kondisi sadar disertai dengan perlengkapan dan persiapan yang mumpuni lebih disarankan jika memang terpaksa perlu melakukan perjalanan.

7. Bagaimana ukuran pet carrier yang sesuai untuk anjing dan kucing selama perjalanan?

Ukurannya tentu disesuaikan dengan ukuran tubuhnya, usahakan anjing dan kucing bisa selonjor dengan nyaman, tidak menekuk dan bisa berdiri.Ukuran 1-1,5 kali tubuhnya bisa juga digunakan dan disesuaikan. Saat ini banyak jenis dan bentuk pet carrier, untuk perjalanan dekat menggunakan bentuk ransel bisa digunakan (misalnya hanya pergi ke dokter hewan, pergi jalan-jalan sebentar, pergi ke petshop untuk grooming). Tapi untuk perjalanan jauh lebih dari 5 jam atau menggunakan pesawat dan kereta api, tentu penggunaan pet carrier dengan bahan kain dan bentuk ransel tidak disarankan. Lebih baik menggunakan kennel box atau pet cargo yang berbahan plastik kuat dengan pintu stainless, pintu plastik khawatir mudah digigiti dan terlepas.  Menggunakan keranjang seperti keranjang “rio” untuk jarak jauh juga sebaiknya dihindari, kecuali dengan pengawasan menggunakan mobil pribadi misalnya.  Bukaannya pada bagian atas sangat mudah terbuka bagi kucing dan anjing.

8. Apa efek samping membawa hewan dalam waktu yang lama (lebih dari 24 jam)?

Membawa anjing dan kucing dalam perjalanan selama berhari-hari sebenarnya tidak direkomendasikan. Jika memungkinkan baiknya menggunakan pesawat atau moda transportasi lain. Walau memang ketika penerbangan internasional bisa saja anjing maupun kucing mengalami perjalanan lebih dari 12 jam. Namun, jika menggunakan pesawat sudah terdapat standar yang cukup baik sehingga bisa dibilang lebih aman (tentu dengan persiapan yang matang dan sesuai).

Kadang kondisi memaksa untuk membawa anjing dan kucing dalam perjalanan dalam waktu yang lama. Efek nya pada anjing dan kucing tentu bisa membuat tidak nyaman, stress dalam perjalanan, apalagi kalau penuh sesak.

Kondisi yang mungkin terjadi jika perjalanan dalam waktu yang lama yaitu kucing dan anjing mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan, kelelahan, kepanasan bahkan mengalami sesak nafas. Jika tidak disertai dengan istirahat, pemberian makan dan minum,  bisa jadi juga berakibat kepada kematian.

Jadi sebagai pemilik perlu memperhatikan kondisi anjing dan kucingnya selama perjalanan.

9. Apakah ada jenis anjing dan kucing tertentu yang perlu diperhatikan saat melakukan perjalanan?

Pada dasarnya semua anjing dan kucing dengan persiapan yang matang dan konsultasi dengan dokter hewan bisa melakukan perjalanan. Namun memang pada jenis anjing dan kucing tertentu terutama dengan hidung pesek atau rahang pendek (brachycephalic breed) sebaiknya sangat diperhatikan. Bahkan ada beberapa maskapai internasional yang tidak menyarankan ras rahang pendek ini melakukan perjalanan.

 

Anjing rahang pendek
Anjing rahang pendek
sumber :www.aacargo.com

 

Kucing rahang pendek
Kucing rahang pendek
sumber :www.aacargo.com

Hal ini dikarenakan, pada ras anjing dan kucing hidung pesek atau rahang pendek, memiliki saluran nafas yang lebih sempit. Kondisi ini menyebabkan saluran nafasnya mudah sekali mengalami gangguan terutama kalau suhunya panas. Tidak heran ketika melihhat anjing atau kucing rahang pendek seperti pug, kucing exotic shorthair ataupun persia saat kondisi panas sangat mudah panting atau terengah-engah, tak jarang jadi mudah collapse. Bahkan kondisi ini bisa diperparah kalau terjadi pada anjing dan kucing dengan berat badan berlebih.

Jika pemilik memiliki anjing dan kucing jenis rahang pendek, sebaiknya lebih intensif memperhatikan kondisinya. Khawatir mengalami gangguan nafas.

Baca juga : Punya kucing hidung pesek? ini yang perlu diperhatikan 

Ras anjing rahang pendek 

10. Apa yang dilakukan setelah anjing dan kucing tiba ditempat tujuan?

Setelah melalui perjalanan dengan berbagai mode transportasi dan waktu tempuh yang berbeda. Anjing dan kucing masih perlu diperhatikan. Tidak bisa langsung dilepaskan begitu saja di tempat tujuan. Pemilik perlu memperhatikan beberapa hal yaitu :

1. Amati kondisi kucing dan anjing, kalau lemas bisa jadi terkena sengatan panas atau dehidrasi. Jadi perlu segera diberikan udara (dengan kipas), bisa kompres air dingin (bukan air es), beri minum yang cukup.

2. Ditempat baru pelan pelan dikenalkan, tidak perlu dipaksa kalau tidak mau keluar pet carrier atau kandang.

3. Tetap sediakan makanan dan minuman. Pakan yang basah lebih direkomendasikan karena lebih mudah dicerna.

4. Untuk anjing, jangan lupa ajak jalan2 agar bisa pup dan pipis. Untuk kucing, sediakan litterbox ditempat yang tidak teerlalu ramai orang.

5. Biasanya kalau ada hewan baru, anak kecil sering penasaran. Baiknya beri waktu untuk aniing kucing beristirahat.

Tetap perhatikan selalu kondisi anjing dan kucing setelah perjalanan, tak jarang kondisi perjalanan yang lama menyebabkan tubuh jadi mudah drop sehingga kemungkinan terpapar penyakit juga bisa terjadi.

Memiliki hewan peliharaan memang butuh perhatian dan tanggung jawab termasuk perlu memikirkan saat ada kepentingan lain yang mengharuskan melakukan perjalanan atau menitipkan hewan peliharaan. Namun dengan persiapan yang mumpuni dan menjaga kesehatan anjing dan kucing dengan baik tentu pemilik tidak perlu khawatir. Yang terpenting pemilik perlu tetap menjaga kondisi hewan dan juga kondisi dirinya sendiri selama, saat, dan sesudah perjalanan.

 

Bahan bacaan :

https://www.avma.org/public/PetCare/Pages/Traveling-with-Your-Pet-FAQs.aspx

https://www.merckvetmanual.com/special-pet-topics/travel-with-pets/introduction-to-travel-with-pets

https://www.aacargo.com/learn/animals.html

Plumb’s veterinary drug handbook 7th edition

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

*