Jawaban Lengkap Kapan Anjing dan Kucing Siap Kawin

Jawaban Lengkap Kapan Anjing dan Kucing Siap Kawin

Jawaban Lengkap Kapan Anjing dan Kucing Siap Kawin

Anjing dan kucing yang tidak di steril atau kebiri memiliki siklus reproduksi yang tetap setelah memasuki masa pubertas usia sekitar 6 bulan rata-rata untuk kucing dan 8 bulan rata-rata untuk anjing.

Usia pertama birahi ini bervariasi setiap individunya, bisa lebih cepat maupun lebih lambat. Selama hidupnya walaupun usia tua anjing maupun kucing (diatas 7 tahun) bisa mengalami birahi, tidak seperti manusia yang bisa mengalami menopouse. Namun memang kondisi kesuburannya tidak sama dengan saat usia muda.

Bagaimana mengetahui kucing dan anjing yang birahi ?

Birahi pada anjing dan kucing dipengaruhi oleh keberadaan hormon estrogen pada betina, hormon tetsosteron pada jantan. Birahi pertama pada anjing dan kucing bisa terjadi pada usia 6 bulan.

Kucing dan anjing jantan yang telah mengalami birahi biasanya akan terlihat dari perilaku nya yaitu :

#a. Mulai agresif

Kucing dan Anjing Anda akan terlihat sangat gresif di rumah.

#b. Selalu ingin keluar rumah (roaming) pada musim kawin

hal ini dikarenakan pada musim kawin, anjing maupun kucing betina akan mengeluarkan feromon yang bisa dicium oleh jantan. Rangsangan ini akan menyebabkan libido meningkat dan anjing, kucing ingin kawin.

#c. Melakukan spraying (khusus nya kucing jantan )

spraying biasanya dilakukan untuk menandai wilayah kekuasaan kucing jantan, kondisi ini dipengaruhi oleh hormon testosteron yang mempengaruhi perilaku dominasi pada jantan.

#d. Melakukan humping (perilaku menaiki benda, maupun tangan pemiliknya )

humping merupakan posisi kawin pada anjing maupun kucing, terkadang anjing dan kucing melakukan humping pada benda yang tidak seharusnya. Seperti boneka, guling, tangan pemiliknya, maupun benda lainnya.

#e. Pertumbuhan tubuh secara fisik pun terlihat berbeda pada anjing maupun kucing jantan yang telah birahi

Biasanya rahang pada kucing jantan akan terlihat lebih lebar, besar, dibandingkan dengan kucing betina. Tentu perlu dibandingkan dengan ras yang sama ya, bukan ras yang berbeda.

Betina memiliki perilaku birahi cenderung menarik perhatian lawan jenisnya, seperti :

  1. berguling-guling
  2. mengeluarkan suara (vokalisasi) biasanya pada kucing,
  3. ingin keluar rumah untuk melakukan kawin
  4. saat dipegang bagian panggul akan menunjukkan postur siap dikawini jantan
  5. pada anjing betina akan terlihat vulva yang membengkak, keluar bercak darah, serta menerima jantan dengan baik

Pada kondisi birahi, tak jarang kucing dan anjing betina maupun jantan mengalami penurunan nafsu makan. Hal ini dikarenakan anjing dan kucing memfokuskan energi nya kepada keinginan kawin. Biasa nya makan menjadi hal nomor 2, oleh karena itu penting pada masa birahi memperhatikan asupan gizi dan makanan nya.

Bagaimana cara mengawinkan anjing maupun kucing ?

Selain mengawinkan sendiri, saat ini sudah banyak terdapat jasa pemacakan untuk anjing maupun kucing. Jasa pemacakan ini dilakukan untuk pemilik anjing dan kucing yang menginginkan betina maupun jantan nya kawin tanpa harus memiliki sepasang anjing maupun kucing.

Kelebihan adanya jasa pacak ini yaitu:

  1. tidak perlu memelihara satu pasang anjing maupun kucing, karena biaya perawatan dan kesehatannya pun akan lebih besar
  2. bisa memilih pejantan maupun betina dengan kualitas yang baik, silsilah yang jelas

kekurangan jasa pacak yaitu:

  1. perlu adaptasi antara kucing maupun anjing yang lama dengan pasangan baru nya
  2. rentan menyebabkan stress pada anjing maupun kucing, terutama jika karakternya tidak “Welcome” dengan anjing maupun kucing lainnya
  3. tidak semua anjing maupun kucing yang dipacak bisa cocok, terkadang kucing dan anjing memiliki preferensi tersendiri. Oleh karena nya penting untuk menyediakan pasangan lainnya.
  4. Perlu kejelasan status kesehatannya seperti kesehatan kulit (adanya parasit (kutu, pinjal, tungau), status vaksinasi, dan penting untuk memastikan anjing dan kucing dalam keadaan sehat.

Jasa pacak ini memiliki biaya yang bervariasi, tergantung dari penyedia jasa. Agar jasa yang sudah kita keluarkan bisa maksimal, maka penting untuk memastikan kucing dalam keadaan birahi, usianya tepat tidak terlalu dini.

Kapan seharusnya mengawinkan anjing maupun kucing ?

Walaupun anjing dan kucing bisa mengalami birahi mulai usia 6 bulan, namun penting untuk menunda kebuntingan sampai usianya diatas 12 bulan. Anjing biasanya mengalami pubertas lebih lama, tergantung ras nya.

Kenapa demikian ?

Usia dibawah 12 bulan atau 1 tahun merupakan usia yang penting untuk perkembangan anjing dan kucing, perkembangan secara fisik maupun secara hormonal masih belum matang saat usia ini. Bisa jadi sudah mengalami dewasa kelamin, tapi secara fisik belum mengalami kesiapan.

Sama seperti manusia kan, usia SMP sekitar 12 tahun sudah mengalami pubertas, mengalami menstruasi, tapi secara fisik belum siap kan? Perlu menunggu usia 20 tahun untuk siap secara fisik.

Lalu resiko apa saja yang terjadi saat kucing dan anjing tidak sengaja kawin pada usia muda?

Kondisi ini akan memberikan dampak yang kurang baik bagi induk maupun anaknya, seperti

#A. Keguguran

kondisi ini mungkin terjadi karena asupan makanan ke janin tidak maksimal dakibatkan induk yang masih membutuhkan banyak nutrisi untuk perkembangan tubuhnya. Selain itu, pada usia dibawah 1 tahun, kucing maupun anjing sedang aktif sekali beraktifitas, sehingga beban berat karena kondisi bunting bisa menyebabkan stress dan cedera pada induk. Kondisi stress bisa menyebabkan keguguran.

#B. Kematian saat lahir (still birth)

kasus ini bisa terjadi kalau puppies maupun kitten sudah lewat masa waktu dilahirkan, biasanya diakibatkan kesiapan induk yang kurang. Kemungkinan lainnya adalah jalan keluar lahirnya terlalu kecil sehingga puppies dan kitten tertinggal di rahim sementara ketuban sudah pecah sehingga kitten keracunan maupun sesak nafas.

#C. Sense of motherhood yang kurang pada induk

Secara naluri alami, induk yang sudah melahirkan akan memiliki perasaan merawat dan menjaga anaknya. Namun, tidak menutup kemungkinan juga ketika induk terlalu muda, induk anjing dan kucing masih belum mengerti bahwa dia memiliki kewajiban menyusui dan merawat anaknya.

Selain usia, apalagi yang perlu diperhatikan saat ingin mengawinkan anjing dan kucing ?

Pastikan betina benar-benar birahi, bisa diketahui dari ciri-ciri ini :

1. berguling-guling

2. mengeluarkan suara (vokalisasi) biasanya pada kucing,

3. ingin keluar rumah untuk melakukan kawin

4. saat dipegang bagian panggul akan menunjukkan postur siap dikawini jantan

5. pada anjing betina akan terlihat vulva yang membengkak, keluar bercak darah, serta menerima jantan dengan baik

6. lebih sering kencing pada betina

 

Pada anjing betina, penting untuk mengetahui siklus reproduksi yang tepat untuk meningkatkan keberhasilan proses perkawinan pada anjing.

Anjing betina memiliki 4 tahapan estrus pada satu siklusnya :

siklus ini biasanya berlangsung 2-3 minggu, akan berulang kembali setiap 6 bulan, untuk beberapa ras biasanya anjing kecil bisa mengalami 3 kali siklus dalam 1 tahun.

  1. proestrus merupakan kondisi awal dari siklus, biasanya gejala birahi sudah mulai jelas terlihat ( owner biasanya mengatakan “anjing saya birahi” pada fase ini), jantan mulai tertarik dengan betina, tapi betina belum menerima jantan. Mungkin ada bengkak di vulva, lendir mulai banyak keluar dari vulva disertai darah, kadang ada yang mengistilahkan “mens” (padahal mekanisme nya berbeda dengan mens pada manusia). Kondisi ini terjadi selama 9 hari, bisa juga lebih 3-17 hari.
  2. Estrus : Sangat tepat mengawinkan anjing pada fase ini. pada fase ini sel telur mulai ovulasi, sudah jelas terlihat adanya gejala birahi yang kuat, biasanya sudah mulai menerima jantan, vulva sudah tidak terlalu bengkak, banyak lendir dari vulva tapi darah sudah mulai berkurang. Pada kondisi ini tepat untuk dilakukan perkawinan terutama ketika melihat darah sudah mulai sedikit dan lendir mulai bening. Fase ini terjadi selama 9 hari, tapi bisa juga lebih dengan range 3-18 hari. Pada fase ini bisa dlakukan perkawinan berkali-kali, bahkan sangat memungkinkan juga bagi betina untuk kawin dengan jantan yang berbeda pada satu siklus. Jika selama fase ini jantan yang mengawini nya lebih dari satu, sangat mungkin puppies yang dilahirkan akan berbeda-beda tidak dari satu jantan. Kondisi ini disebut superfekunditas, dan wajar terjadi pada anjing maupun kucing.
  3. diestrus : fase ini merupakan fase anjing betina tidak melakukan perkawinan kembali, gejala birahi sudah hilang. Tubuh mulai mempersiapkan kebuntingan yang mungkin terjadi pada betina. Kondisi ini berlangsung selama 60 hari. Jika anjing bunting pada fase ini maka akan terlihat adanya ciri-ciri kebuntingan. Tapi jika tidak, maka siklus akan berlangsung kembali setelah fase anestrus (fase selanjutnya).
  4. anestrus : anestrus artinya fase tidak estrus (tidak birahi). fase ini pada anjing betina yang hamil terjadi setelah melahirkan hingga mengalami masa laktasi. Siklus ini terjadi selama 4 bulan saat anak anjing masih menyusui. Pada anjing yang tidak hamil, tidak akan terjadi birahi lagi setelah 5 bulan pasca birahi. Baru akan terjadi birahi setelah siklus nya selesai.

Pada anjing akan lebih baik dilakukan perkawinan saat telah mengalami siklus loop ke 2, sekitar usia 12 bulan atau 14 bulan jika memang siklus loop pertama terjadi pada usia 6 atau 8 bulan.

Proses Anjing Kawin - Tanyadokterhewan.com
Proses Anjing Kawin – Tanyadokterhewan.com

Kita coba lakukan simulasi ya :

misalnya anjing memperlihatkan gejala birahi (vulva bengkak, ada lendir bercampur darah) pada tanggal 20 april 2017 (disini owner sudah bisa mulai menandai dengan menuliskan di kalender “mens”) lalu diamati 3-9 hari dari mens.

Saat lendir sudah mulai berwarna pink, darah sudah berkurang, vulva tidak terlalu bengkak, coba di dekatkan dengan jantan menerima dan kawin.

Misalnya terjadi pada tanggal 29 april 2017 maka owner menandai lagi di kalender nya misalnya “kawin”. Kawin bisa berlangsung selama 7 hari, setiap terjadi perkawinan perlu dicatat.

Lalu dilihat kembali 30 hari pasca kawin yaitu 29 mei 2017 kemungkinan adanya kebuntingan, bisa juga mulai melakukan pemeriksaan ke dokter.

Karena biasanya cukup sulit melihat cirinya secara fisik, biasanya mulai terlihat minggu ke 6 atau sekitar 45 hari pasca kawin, perut mulai membesar, puting mulai berubah bentuknya, nafsu makan bertambah, beberapa ada juga yang mengalami morning sickness (mual, muntah) pada awal kebuntingan .

Kebuntingan akan berlangsung rata-rata 63 hari, tidak lebih dari 72 hari. Berarti kemungkinan kelahirannya akan terjadi pada 29 juni 2017 – 5 juli 2017.

Pada fase-fase ini penting untuk melakukan pemeriksaan rutin ke dokter hewan. Terutama mengetahui kondisi induk, posisi janin.

Birahi akan terjadi kembali sekitar 1 bulan setelah proses menyapih atau saat anak usia 4 bulan.

 

Pada kucing, siklusnya tidak jauh berbeda dengan siklus pada anjing. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada kucing :

Proses kawinnya berbeda dengan anjing.

anjing melakukan proses kawin dengan mengubah posisi menjadi saling membelakangi.

Ini sangat wajar dan alami dilakukan karena secara anatomi, penis anjing memiliki bulbus glandis, atau bagian yang menonjol pada penisnya yang akan membesar ketika ereksi. Sehingga saat kawin bisa mengunci betina.

Penis kucing yang berduri - tanyadokterhewan.com (Sumber LIttle 2012)

Penis kucing yang berduri – tanyadokterhewan.com (Sumber LIttle 2012)

Sementara kucing, memiliki penis yang berduri, yang berfungsi untuk merangsang ovulasi atau keluarnya sel telur. Jadi wajar ketika setelah kawin kucing betina akan marah, kesakitan, dan berguling-guling.

 

#b). Kucing tidak mengeluarkan lendir bercampur darah, serta vulvanya tidak terlihat jelas bengkak seperti anjing.

Posisi tubuh kucing saat estrus - tanyadokterhewan.com (Sumber Eldrege 2008)

Posisi tubuh kucing saat estrus – tanyadokterhewan.com (Sumber Eldrege 2008)

Gejala birahi yang jelas yaitu mengeong (vokalisasi), jika dipegang panggulnya akan mengangkat sebagai tanda posisi siap kawin, serta akan senang berguling-guling manja.

 

#c). Owner bisa melakukan penandaan di kalender saat melihat kucing kawin.

Jika bunting maka setelah 45 hari pasca kawin akan terlihat tanda-tanda bunting. Jika tidak, birahi kembali akan terjadi lagi 45 hari setelah kawin.

 

Kucing maupun anjing juga sangat mungkin mengalami ketdaksuburan (infertilitas) sehingga penting untuk melakukan konsultasi dengan dokter hewan.

 

*P.S Jika ada yang ingin ditanyakan/didiskusikan jangan sungkan bertanya melalui komentar di bawah ini ya.
Jangan lupa juga share artikel ini agar informasinya bisa bermanfaat bagi orang lain.

Drh Puspasari Respatiningtyas.
https://tanyadokterhewan.com

 

Referensi :

England GCW.. Physiology and endocrinology of the female. di dalam : BSAVA Manual of canine and feline  reproduction and neonatalogy 2nd edition.

LIttle S.2012. the cat clinical medicine and management. Elsevier : Missouri

Eldrege DM.2008.Cat owner’s home veterinary handbook 3rd edition. Wiley : new jersey

 

6 Cara Mengobati Luka Pada Kucing dan Anjing

6 Cara Mengobati Luka Pada Kucing dan Anjing



6 Cara Mengobati Luka Pada Kucing dan Anjing

Luka pada kucing dan anjing tidak bisa kita rencanakan, namun bisa terjadi kapan dan dimana saja.

Seperti kita, luka pada anjing dan kucing penyebabnya bisa beragam seperti kecelakaan, tergores, gatal dan menggaruk berlebihan sehingga menyebabkan luka dan lain sebagainya. Reaksi terhadap kondisi luka tentu sakit, namun derajat sakitnya beragam.

Baca juga : tanda kucing dan anjing sakit

Bentuk luka pun beragam yaitu :

  1. Luka tertutup: luka ini tidak terlihat secara langsung namun bisa menyebabkan kesakitan saat disentuh. Luka ini bisa terjadi pada organ dalam atau memar otot saja. Biasanya akan terlihat kebiruan, terkadang bengkak akibat ada bekuan darah.
  2. Luka terbuka: luka ini jelas terlihat. Jenis luka terbuka pun beragam yaitu :
    – luka tergores, atau luka lecet hanya berupa goresan biasanya terdapat pendarahan kecil. Bisa juga disebabkan oleh kucing yg senang menjilati kulit yang gatal sehingga menyebabkan luka lecet akibat lidah kucing yang tajam dan berduri. Luka lecet ini pun disebabkan oleh anjing yang menjilati kulit berlebihan akibat gatal karena gigitan serangga salah satunya kasus acral lick dermatitis.
    – luka tertusuk, luka ini biasanya kecil terlihatnya namun dalam. Bisa terjadi pada anjing yang tertusuk besi, kayu. Ataupun pada kucing yang digigit kucing lainnya karena gigitan kucing akan dalam namun bagian luar akan terlihat luka kecil. Biasanya akan menyebabkan abses atau radang berisi nanah akibat luka ini.
  3. Luka terkoyak: biasanya sangat jelas terlihat dengan bentuk yang tidak beraturan. Bisa disebabkan oleh gigitan hewan lain, akibat pertengkaran dengan hewan lain, bisa juga karena kecelakaan yang menyebabkan luka terkoyak.
  4. Luka irisan: bentuknya seperti bagian yang terpotong, bisa disebabkan oleh benda tajam.

 

Luka pada anjing dan kucing bisa menyebabkan komplikasi yang dibiarkan bisa berujung pada kondisi fatal.

Berikut 4 komplikasi yang mungkin terjadi saat luka pada kucing dan anjing Anda :

  1. Radang, Radang memiliki 5 gejala umum (panca-radang) yaitu, merah (rubor) karena aliran darah saat radang akan lebih banyak dan terkonsentrasi di daerah yang luka. Panas (kalor) karena saat aliran darah banyak ke daerah luka akan membuat kondisi daerah sangat aktif. Sakit (dolor), saat luka dan menyebabkan radang akan menimbulkan rasa sakit.  Tidak bisa bergerak atau berfungsi (fungsiolesa) karena adanya rasa sakit. Bengkak (tumor) kondisi normal saat radang karena banyaknya darah dan sel pertahanan lain yang migrasi ke luka sehingga menyebabkan jaringan yang bengkak.
  2. Radang disertai nanah (abses) :  Luka juga menyebabkan bakteri dan sel pertahanan (makrofag, sel darah putih) bisa migrasi ke dalam luka dan akan menyebabkan timbulnya nanah. Biasanya abses ini akan pecah disebabkan oleh elastisitas otot yang berkurang akibat adanya tekanan. Abses yang pecah akan lebih baik dibandingkan dengan abses yang belum pecah karena lama kelamaan abses yang tidak pecah akan menyebabkan jaringan menjadi mengeras dan mengganggu dalam aktifitas anjing dan kucing. Abses bisa ditangani dengan menggunakan penusukan (punctio/puncture) oleh dokter hewan. Alat yang digunakan harus steril.
  3. Luka membusuk (gangrene) : saat luka terutama luka terbuka sangat memungkinkan masuknya bakteri. Darah, cairan, kondisi lembab merupakan faktor yang baik dalam perkembangan bakteri, sehingga bakteri bisa menyebabkan luka menjadi infeksi karena hasil metabolisme bakteri seperti timbulnya gas. Bahkan jika luka dibiarkan pun bisa menyebabkan bakteri pembusuk pun akan kontaminasi luka. Tidak menutup kemungkinan luka menjadi gangrene (terlihat hitam dan nekrosa (jaringan mati) sehingga perlu diamputasi.
  4. Luka berbelatung (miasis) : miasis atau infestasi larva lalat (belatung/maggots) pada jaringan. Luka terbuka mengandung darah dan otot yang terbuka sangat disukai oleh lalat. Lalat bisa bertelur di luka dan akan berkembang menjadi belatung (larva lalat). Tidak semua lalat bisa menyebabkan miasis, lalat hijau (chrysomya bezziana) merupakan lalat yang bisa menyebabkan miasis, lalat rumah (musca domestica) tidak bisa menyebabkan miasis. Kondisi miasis pada anjing dan kucing perlu segera diberi penanganan oleh dokter hewan. Dokter akan membersihkan luka dan memberikan larvacida sehingga larva lalat bisa mati.

Lalu, bagaimana kalau anjing dan kucing mengalami luka?

Sebagai pet owner ada baiknya kita memiliki perlengkapan P3K untuk anjing dan kucing.
Terutama perlengkapan standar seperti antiseptik maupun obat luka.  Saat kondisi luka kita perlu melakukan berbagai hal yang penting. Berikut 7 Hal yang penting dilakukan untuk mengobati kucing dan anjing Anda saat luka

PENTING !! P3K UNTUK ANJING DAN KUCING

  1. Memperhatikan bentuk luka
  2. Perlu diperhatikan bentuk luka pada anjing dan kucing, karena akan menentukan perawatan dan tindakan selanjutnya. Misalnya luka terkoyak dan pendarahan tentu pendarahan perlu dihentikan dengan menekan disertai dengan tidak banyak pergerakan agar luka terkoyak tidak semakin lebar.
  3. Perlu membawa ke dokter hewan : kondisi ini penting jika luka disertai pendarahan yang cukup banyak, luka terbuka lebar yang butuh tindakan penjahitan, serta luka lainnya.
  4. Perawatan luka dengan menggunakan antiseptik
    – Antiseptik banyak ditemukan di pasaran seperti “detol”, povidon iodine (betadine), rivanol. Tidak disarankan membersihkan luka dengan alkohol karena bisa merusak jaringan. Perawatan luka ini juga diawali dengan menggunakan air hangat untuk melunakkan jaringan dan mengurangi kontaminasi bakteri. Air hangat juga membantu untuk melebarkan pembuluh darah sehingga aliran darah ke luka semakin meningkat akan menyebabkan mempercepat persembuhan luka.
  5. Pemberian obat luka
    – Obat luka yang digunakan untuk anjing dan kucing dipastikan aman dan tidak menyebabkan iritasi. Saya pribadi lebih cenderung menggunakan obat luka yang alami seperti minyak zaitun (olive oil) yang pure untuk kucing saat luka. Efeknya terhadap luka pun baik, luka menjadi lebih kering dan mudah menutup. Madu juga bisa menjadi alternatif untuk pengobatan luka, madu mengandung senyawa antibakteri alami sehingga bisa mempercepat persembuhan luka. Selain itu, madu merangsang sel pertahanan untuk meningkatkan pertumbuhan jaringan, menekan peradangan, dan mempercepat proses penghancuran (autolisis) dari sel mati (Rhodes dan Molan 2015).
  6. Penggunaan E-Collar (Elizabeth collar) atau corong pada anjing dan kucing
    – E collar merupakan salah satu alat yang bisa digunakan pada anjing kucing, berbentuk corong yang bisa membuat anjing maupun kucing tidak bisa menjilati luka.
    – E collar sangat penting untuk membantu mempercepat persembuhan luka. Saat persembuhan luka secara natural anjing maupun kucing akan menjilat luka dan menggaruknya karena sakit, gatal, dan tidak nyaman. Namun ini bisa membuat luka menjadi lebih parah. Terutama pada kucing dengan lidah yang berduri, akan membuat luka menjadi tergores dan berdarah. Penggunaan e collar ini sangat d penting berdasarkan saran dan pengawasan dari dokter hewan.Awalnya memang tidak membuat nyaman anjing dan kucing karena tidak terbiasa, bahkan merasa terancam karena pandangannya yang terganggu. Oleh karena itu perlu disesuaikan panjang corong, jenis bahan, agar tidak mengganggu saat makan maupun aktifitas lainnya. Elizabeth collar ada yang berbahan kaku, berbahan kain, ada yang inflatable (atau bisa dikembang kempiskan seperti balon)
    Kasus luka memang tidak bisa disepelekan, karena berbagai bentuk luka membutuhkan perawatan dan penanganan yang berbeda. Manajemen luka pun sangat berpengaruh dengan proses persembuhan luka. Sebaiknya tetap konsultasikan dengan dokter hewan kondisi kesehatan anjing dan kucing terutama pada kondisi darurat. 

    *P.S Jika ada yang ingin ditanyakan/didiskusikan jangan sungkan bertanya melalui komentar di bawah ini ya.
    Jangan lupa juga share artikel ini agar informasinya bisa bermanfaat bagi orang lain.

    Drh Puspasari Respatiningtyas.
    https://tanyadokterhewan.com

    Referensi :

    Molan, Rhodes.2015. Honey: A Biologic Wound Dressing . Wounds 2015;27(6):141-151

     

Obesitas Kucing Anjing Hewan Peliharaan

5 Penyakit Berbahaya Jika Anjing dan Kucing Anda Obesitas

5 Penyakit Berbahaya Jika Anjing dan Kucing Anda Obesitas

Obesitas atau over weight merupakan salah satu indikasi ketidakseimbangan antara nutrisi yang diberikan dengan kebutuhan energi. Tidak hanya pada manusia, obesitas pun dapat menjangkiti anjing dan kucing anda. Anda mungkin akan senang ketika melihat anjing atau kucing anda berbadan gemuk menggemaskan serta bermalasan dalam bergerak seperti garfield 🙂 Anda pun mungkin secara tidak sengaja memberikan makanan kesukaan anda kepada kesayangan anda karena anda tidak tega melihat mereka begging. Namun tahukah anda bahwa hal yang mungkin terlihat baik untuk kita akan membahayakan untuk anjing dan kucing kita. Hewan dengan obesitas akan cenderung memiliki masa hidup yang lebih pendek dibandingkan dengan hewan yang tidak obesitas.

Kondisi obesitas pada anjing dan kucing Anda dapat diketahui melalui chart BCS (Body Condition Score). BCS terbaik untuk hewan kesayangan Anda berkisar di angka 3 (skala BCS 1-5). Obesitas pada hewan kesayangan Anda pun dinilai dari Indeks total lemak pada tubuh (Body Fat Index/BFI). Nilai BFI yang ideal berkisar 15-25 % dari total lemak tubuh.

Obesitas Anjing dan Kucing penyakit tanya dokter hewan
Sumber : Prezi.com

Penyebab

Obesitas dapat disebabkan oleh berbagai hal seperti pemberian pakan yang berlebihan, penyakit yang berkaitan dengan hormon, dan obat-obatan yang memicu keinginan makan yang meningkat. Beberapa jenis Anjing pun memiliki kecenderungan obesitas cukup tinggi seperti German Shepherd, Golden Retriever, Labrador, Daschund dan Rottweiller. Hampir seluruh kucing memiliki kecenderungan untuk obesitas terutama kucing yang jarang beraktifitas. Berikut 5 penyakit penting jika anjing dan kucing Anda obesitas

1. Diabetes Mellitus

Obesitas dapat menyebabkan diabetes mellitus terutama pada kucing. Jenis diabetes mellitus pada kucing sama dengan diabetes pada manusia yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah serta keberadaan insulin yang tidak cukup. Diabetes mellitus pada hewan kesayangan perlu diatasi dengan memberikan diet yang tepat yaitu pada kucing perlu diet rendah karbohidrat dan tinggi protein. Pengobatan lainnya adalah pemberian insulin secara berkala pada kucing maupun anjing.

2. Gangguan pada sistem gerak

Penimbunan lemak berlebih pada tubuh akan menyebabkan peningkatan berat badan hal ini berhubungan dengan penurunan gerak karena beban yang diemban oleh hewan anda lebih besar saat kondisi obesitas. Kondisi ini lama kelamaan akan menyebabkan penekanan pada sendi akan berlebihan sehingga lama kelamaan akan menjadi kaku bahkan tidak dapat bergerak (pincang) karena persendian mengalami osteoarthritis (peradangan). Selain itu memungkinkan terjadinya kondisi hip displasia karena tekanan yang berlebih.

Anjing dan Kuicng Obesitas Tanya Dokter Hewan
Sumber : www.pottytrainpuppydog.com

3. Gagal Jantung

Obesitas dapat menyebabkan penimbunan lemak berlebih pada otot jantung sehingga akan menurunkan kerja jantung dalam memompa darah sehingga akan menyebabkan otot jantung menjadi kekurangan oksigen serta respirasi terganggu, hal ini akan berakibat fatal karena bisa menyebabkan serangan jantung mendadak pada anjing.

4. Batu Ginjal

Anjing maupun kucing yang mengalami obesitas akan menyebabkan infeksi pada saluran kemih serta terbentuknya batu ginjal berupa kalsium oksalat yang akan mengganggu sistem perkemihan.

5. Kesulitan Melahirkan

Anjing dan kucing betina yang mengalami kondisi obesitas akan menyebabkan timbunan lemak yang berlebih pada otot panggul sehingga saat melakukan perejanan saat melahirkan akan mengalami kesulitan (distokia). Hal ini sangat membahayakan serta meningkatkan resiko dilaksanakan bedah sesar pada anjing maupun kucing.

Penanganan

Hewan yang obesitas perlu diberikan treatment sehubungan terutama berkaitan dengan manajemen pakan serta pemberian terapi supportive lainnya.

Management pakan yang diperbaiki harus dikonsultasikan dengan dokter hewan sehingga kebutuhan pakan dan kebutuhan energi akan seimbang, latihan ekstra perlu diberikan pada hewan obesitas agar memiliki kecenderungan bergerak yang lebih banyak, pemberian terapi supportive seperti pemberian chondroitin sulfat dan glucosamine perlu diberikan agar tulang tetap terjaga keutuhannya, pemberian nsaid (Non steroid anti-inflammatory drug) seperti Meloxicam, carprofen penting pula diberikan untuk mengurangi rasa sakit yang diakibatkan oleh kondisi osteoarthritis.

Hal yang terpenting untuk keberhasilan program ini adalah peran anda untuk selalu berkomitmen pada program serta memotivasi hewan kesayangan Anda. Jika mereka sehat maka kehidupan mereka pun akan lebih baik.

*P.S Jika ada yang ingin ditanyakan/didiskusikan jangan sungkan bertanya melalui komentar di bawah ini ya.
Jangan lupa juga share artikel ini agar informasinya bisa bermanfaat bagi orang lain.

Drh Puspasari Respatiningtyas.
https://tanyadokterhewan.com

9 Cara Mengobati Penyakit Kulit Pada Anjing atau Kucing.

5 hal yang perlu dilakukan saat mengobati penyakit kulit pada anjing atau kucing

5 hal yang perlu dilakukan saat mengobati penyakit kulit pada anjing atau kucing

Pengobatan penyakit kulit anjing atau kucing memiliki waktu yang panjang, terapi nya dapat mencapai waktu 4 minggu bahkan lebih. Tak jarang, pemilik perlu melakukan control rutin dan pegobatan lanjutan jika hasil pengobatan belum memuaskan. Tentunya kondisi ini membuat pengeluaran untuk kesehatan akan bertambah.

5 hal yang perlu dilakukan saat mengobati penyakit kulit pada anjing atau kucing
5 hal yang perlu dilakukan saat mengobati penyakit kulit pada anjing atau kucing

 

Berikut 5 hal yang perlu dilakukan saat mengobati penyakit kulit pada anjing atau kucing

1# Mencegah lebih baik daripada mengobati

Pengobatan terhadap penyakit kulit anjing atau kucing yang membutuhkan biaya besar akan membuat kita kerepotan. Sehingga mencegah dengan memberikan obat antiparasit, menjaga kebersihan, serta grooming teratur merupakan hal yang dapat dilakukan.

2# Menjaga kondisi tubuh tetap fit

Daya tahan tubuh yang baik akan menurunkan resiko terjadinya penyakit, termasuk penyakit kulit anjing atau kucing. Memberikan suplemen yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh merupakan salah satu usaha menjaga kondisi tubuh. Selain itu, pemberian pakan yang baik dan cukup pun dapat membuat tubuh anjing dan kucing sehat. Kucing perlu diberikan ikan selain diberikan pakan komersial, karena ikan merupakan sumber omega 3 yang baik untuk kulit. Anjing pun dapat diberikan buah atau sayuran untuk melengkapi asupan vitaminnya.

3# Kesabaran

Pengobatan penyakit kulit anjing atau kucing perlu ketelatenan dan sabar. Setiap hari perlu memberikan obat minum maupun menggunakan salep. Penggunaan salep ini perlu dilakukan dengan merata sehingga dapat mempercepat proses penyembuhannya.

4# Mengurangi usaha hewan untuk menjilati obat

Terkadang, setelah diberikan obat dengan cara dioleskan. Anjing maupun kucing akan menjilatinya, sehingga menyebabkan pengobatan menjadi tidak maksimal. Penggunaan kerah atau Elizabeth collar dapat membantu mengurangi penjilatan, atau menggunakan muzzle (brongsong) selama 10 menit untuk menghindari menjilat. Selain itu untuk kucing dapat pula dialihkan perhatiannya dengan mengajak bermain selama 10 menit setelah pengobatan.

5# Mengeringkan luka yang basah, melembabkan kulit yang kering

Pengawasan dari dokter hewan tetap perlu dilakukan, sehingga tidak ada salahnya selama masa pengobatan Anda melakukan laporan rutin terhadap dokter hewan. Perkembangan penyakit perlu dilaporkan setiap minggu agar dokter tahu proses pengobatan selanjutnya.

*P.S Jika ada yang ingin ditanyakan/didiskusikan jangan sungkan bertanya melalui komentar di bawah ini ya.
Jangan lupa juga share artikel ini agar informasinya bisa bermanfaat bagi orang lain.

Drh Puspasari Respatiningtyas.
https://tanyadokterhewan.com

Paket Litter Box Kucing Dewasa

Paket Litter Box Kucing Dewasa 

Paket Litter Box Kucing Dewasa

Paket Litter Box Kucing Dewasa
Paket Litter Box Kucing Dewasa

>> PEMESANAN <<

Line TDH Store: http://line.me/ti/p/ZP4-KcDjxe
WA: +62 812-9443-0342
Pin BBM: D341CDAE

Paket ini cocok untuk pet owner yang baru adopsi kucing dewasa. Paket terdiri dari :

Litter box besar

litter box jumbo berukuran 38 x 30 x 20 cm

litter box atau kotak pasir ukuran besar ini sangat disukai kucing karena bisa lebih leluasa, bahkan terkadang bisa menjadi tempat bersembunyi karena tubuhnya bisa masuk semua. hihi. untuk voodoo ini cocok sekali , bahkan ada 2 litter box dengan ukuran sedang, voodoo lebih suka menggunakan yang besar.

Pasir zeolit 1 kg

Pasir zeolit yang digunakan adalah pasir zeolit nomer 2. tekstirnya tidak terlalu halus, batuannya tidak terlalu besar jadi pas sebagai pasir kucing. kelebihan pasir zeolit bisa dicuci dan dikeringkan.

Pasir zeolit bisa dicampur dengan pasir gumpal wangi agar tidak terlalu bau, tentu menjadi lebih hemat karena volume pasir akan lebih banyak.

Pasir gumpal wangi 1 kg 

pasir gumpal wangi adalah pasir bentonite yang akan menggumpal jika terkena air dan pup bisa terselimuti dengan baik. jadi, saat membersihkan kotak pasir bisa tetap kering dan tinggal diangkat saja pup dan pipis yang menggumpal.

pasir gumpal wangi bisa dicampur dengan pasir zeolit agar lebih hemat penggunaannya karena volume menjadi lebih banyak.

Sekop pasir gagang panjang 

Sekop gagang panjang digunakan untuk mengangkat pup dan gumpalan pipis.

Roller bulu

Bermanfaat untuk menghilangkan rambut kucing yang menempel pada baju, kain, dan benda lainnya. Terutama jika memiliki kucing long hair dan semi longhair, setiap hari pasti ada yang rontok, saat bermain dan peluk2 pasti banyak yang menempel. terutama pada permukaan yang gelap akan sangat terlihat banyak rambut menempel.

 

Paket ini sangat tepat untuk pet lovers yang baru punya kucing, gak perlu repot2 cari kemana2 perlengkapan untuk pup dan pip nya kucing kamu. one stop shopping.
lebih hemat ongkir, sudah ada pasirnya sebagai starter. nanti bisa beli reffilnya lagi 😉

Mengapa saya harus membeli di TDH Store?

  1. Produk direkomendasikan oleh dokter hewan
  2. Produk terlebih dahulu dicoba dan dibuktikan oleh dokter hewan
  3. Anda bisa jauh lebih hemat, karena dalam sekali transaksi dapet banyak barang, hemat ongkir 🙂

>> PEMESANAN <<

Line TDH Store: http://line.me/ti/p/ZP4-KcDjxe
WA: +62 812-9443-0342
Pin BBM: D341CDAE